My Lover Is A Ghose

My Lover Is A Ghose
Nendra marah



Saat sudah berada di ruang tamu, sayup sayup Rania mendengar " Kalau anak Rania menjadi seperti sebuah perisai, lalu maksud aki yang menjadi pengendali perisai itu siapa?" Tanya Syalfa.


"Anak kamu Syalfa, anak kamu lah yang mungkin bisa menghadapinya. setidaknya kekuatannya akan seimbang dengan Pemimpin mereka semua".


Semua orang terkejut mendengar apa yang Aki katakan."Aki ini , suka sekali berbicara omong kosong. Syalfa saja belum menikah aki" Rania kembali berjalan mendekat dan kembali duduk di tempatnya kembali.


"Ya, Rania bener. sedari tadi ngomongnya aneh- aneh saja" Ike benar-benar belum bisa percaya tentang omongan aki wicak yang kini seakan menerawang masa depan.


"Aku sudah memikirkan semua sedari jauh-jauh hari.tapi ini adalah solusinya".


"Tapi aki jika itu benar, bagaimana Syalfa bisa hamil. dia sendiri belum menikah, dan dengan siapa dia menikah? bukankah bayi yang memiliki kekuatan tinggi itu tidak mungkin dari bibit lelaki biasa? apa jangan- jangan aki mau menikahkan Syalfa dengan salah satu penguasa di negri siluman sana. seperti Rania, yang sudah.."Ike melirik Rania yang melotot ke arahnya.


"He he, maaf keceplosan" Ike membekap mulutnya sendiri sambil mengangkat kedua jarinya mmbentuk huruf V.


"Aku tidak mau" Syalfa berkata tegas.


"Jangan dengarkan Ike, dia memang begitu kalau ngomong. suka nyerocos dan tanpa filter" Mail menyentil kening Ike sebagai hukuman. yang punya jidat hanya mengusap pelan bekas sentilan di keningnya.


"Aku tau ini berat Syalfa. tapi ini jalan satu satunya, bahkan kamu dan Rania sendiri aku yakin tidak bisa menghadapinya, bahkan aku saja mungkin akan musnah hanya dengan hitungan menit saja".


"Tapi, aku hanya mencintai Mario".


Syalfa menoleh menatap Mario yang juga menatapnya.


Mario? Takdir kalian hanya sampai disini Syalfa, Jika kalian menang pun Dia akan menghilang, itu sudah takdirnya. kemungkinan bukan hanya Mario, tapi kami semua akan menghilang.


"Jadi, istriku juga akan menghilang?" Andika begitu terkejut mendengarnya. Andika menatap Karina yang tersenyum ke arahnya.


"Apa itu benar sayang? kamu akan meninggalkan aku di dunia ini sendiri?" tanya Andika sendu.


"Semua tidak akan ada yang abadi sayang, aku sudah cukup senang selama ini kamu setia padaku, dan kamu hidup dengan baik" Karina mencoba menahan air matanya.


"Kalau begitu, biarkan saja aku mati. tidak ada gunanya kan, Mario juga akan menghilang" Sloroh Syalfa sambil menyederkan punggungnya ke sandaran sofa.


"Iya, aku juga demikian" Andika ikut menyahut dengan helaan nafasnya. Karina kembali memeluk Andika dari samping.


"Apa itu keputusannya? kalian membiarkan semua mati, lalu akan ada orang-orang selanjutnya yang bernasib sama seperti kalian. orang tak tahu apapun tiba- tiba mati dengan kondisi tubuh terkoyak, kepala yang terpisah dari tempatnya darah di mana- mana? kalian ingin saudara, ibu, ayah, paman atau bibi kalian mati seperti itu?" tanya ki wicak mulai emosi.


"Baik, silahkan saja. tapi tidak dengan ku, aku akan menolong mereka semua, sebisaku.aku lebih baik musnah dengan cara yang terpuji" ki wicak beranjak pergi di ikuti yang lain.


semua benda mulai bergeser tak tentu arah, salah satu kursi bahkan sampe terjatuh ke lantai dengan kencang.


"Tunggu AKKi! "Rania berteriak kencang saat merasakan aura mereka mulai menjauh.


"Aku dan anaku akan ikut berjuang" Rania berkata mantap.maju mati mundur juga mati, benar yang di katakan aki, setidaknya berusaha lebih dulu dan jika mati, mereka mati dengan terpuji.


"Siapa yang Akan menikah denganku"Suara terkesan dingin itu berbicara. Syalfa menatap ki wicak yang juga menatap ke arahnya.


"Mario?" Syalfa dan yang lainnya kembali di buat bingung dengan jawaban ki wicak.


"Iya, selama ini mereka menyekap jiwanya bukan? tentu karena Mario memiliki permata biru yang sangat kuat. bahkan walaupun permata biru itu hanya auranya saja yang masih melekat di jiwanya. tapi jiwa itu seakan sebuah rumah, untuk pecahan itu kembali".


"Lalu, maksud aki Syalfa dan Mario menikah? apa bisa menghasilkan anak nanti? Wah jika benar begitu? Tanpa di paksa pun Syalfa pasti dengan senang hati mau menikah dengan Mario, iya kan Syalfa?" Ike menatap Syalfa dengan senyum di bibirnya.


"Emang bisa begitu? sebuah jiwa bisa menghamili manusia? aku baru mendengarnya" Om andika ikut bingung.


"Syalfa dan Mario tidak akan bisa memiliki keturunan tanpa sebuah perantara".


"Perantara?" kompak semua bertanya kecuali Syalfa dan Nendra tentunya.


"Iya,Dia orang yang cocok untuk itu" tunjuknya pada seorang pria tampan yang masih dengan kediamannya.


Sontak semua orang menatap ke arah tunjuk ki wicak.


"Nendra??" mereka sontak melebarkan kedua matanya kaget.


''Nendra ki? kenapa? kenapa harus dia?" Syalfa juga terkejut mendengarnya, begitu juga Mario.


"Kalian tidak tahu kekuatan yang sebenarnya lelaki itu miliki. aku tidak akan menjelaskannya karena itu bukan kewenanganku, kecuali sang pemilik yang menyuruhku untuk membuka semuanya. Syalfa ,Rania saat kalian pertama bertemu dengannya apa kalian tidak bisa merasakan auranya? bukankah auranya sama dengan Mario?"


"Ah , iya benar" Rania mulai ingat waktu awal-awal mereka bertemu dengan Nendra dan yang lain, Nendra memang memiliki aura sama seperti Mario.


"Benar , aku dulu juga merasakannya" ucap Syalfa dalam hati.


"Lalu?" tanya Syalfa.


"Kamu dan Nendra akan menikah, saat kalian akan melakukan hubungan, biarkan Mario mengambil alih raga Nendra".


PRANG


"OMONG KOSONG!!!"


Nendra membanting vas bunga yang berada di dekatnya, hingga pecahan itu berserakan kemana- mana.


"Tenang Dra" Deon dan Galen beranjak memegang tubuh Nendra yang hendak menyerang ki wicak. sorot matanya memerah menahan amarah.


"KAU KIRA AKU SUDI HAAH? BERBAGI ISTRIKU DENGAN LELAKI LAIN, BIADAP KAU!!! KAU MEMANGLAH SETAN!!" umpat Nendra kasar.


"Minggir, aku mau pergi" Nendra mendorong kedua sahabatnya yang sedang memegang tubuhnya dengan erat.


"MINGGIR!!!"


Teriaknya menggelegar , suaranya memenuhi ruang tamu itu. semua ora diam tak berani menatap Nendra yang seperti orang kesetanan.