My Lover Is A Ghose

My Lover Is A Ghose
Bertemu Arav



Malam semakin larut Syalfa memutuskan untuk tidur di kamar Rania , Karina sudah pamit pergi kembali ke sisi suaminya. takut-takut Om Andika mencari keberadaannya, Dan Syalfa mengiyakan saja. Om Andika memang sedang Manja- manja nya , apa lagi semenjak tahu kalau Karina tidak akan lama lagi menemani nya. sikapnya semakin protektif terhadap istrinya itu.


Syalfa memilih merebahkan tubuhnya pada sofa yang berada tak jauh dari ranjang Rania. matanya menatap ke langit-langit kamar. bisa di dengarnya di luar sana suara anjing yang terus menggonggong entah sedang melihat apa? tapi Syalfa tidak memperdulikannya. malam ini suasananya memang terasa berbeda , tapi selama tidak ada hal aneh yang terjadi , ia memilih untuk terus berfikir positif.


Malam ini ada sosok yang mengincar Sahabatnya, dia tau apa yang mereka inginkan dari Rania,apa lagi kalau bukan keturunan dari Pangeran Ular yang katanya bernama ARAV. Aki sudah mengatakan keturunannya akan memiliki kekuatan yang akan menjadi perisai bagi anaknya nnti. bukankah berarti kekuatan itu cukup besar? tentu banyak makhluk yang akan mengincarnya.


beruntung Arav cepat tanggap dengan hal sekecil apapun yang akan terjadi menyangkut Rania. Syalfa menghembuskan nafasnya. sepertinya mulai sekarang dia harus tidur di kamar Rania.


Matanya mulai terasa berat , rasa ngantuk mulai menyerangnya."Aku harus membicarakan tentang kejadian malam ini pada teman-teman besok, Aku rasa lebih baik pernikahan Rania harus di percepat agar ada yang menjaganya nanti. apa lagi aku juga 2 hari lagi akan menikah, aku tidak bisa selalu berada di sisinya" batinnya seraya memejamkan mata dan mulai menyusul Rania ke alam mimpi.


***


Rania duduk dengan kepala menyender ke bahu seorang pria tampan . keduanya duduk di batu besar yang berada di Sungai dengan aliran air yang tak begitu deras. angin sepoi-sepoi menerpa wajah Rania yang tersenyum bahagia .


"Aku senang berada disini, tempatnya sunyi dan sangat sejuk, udaranya begitu segar" Rania mulai berceloteh mengungkapkan rasa sukanya.


Entah mengapa malam tadi sebelum tidur, rasanya ingin sekali bertemu dengan lelaki yang kini tengah duduk menemaninya. bagaikan tahu apa yang Rania inginkan, Arav tiba-tiba datang ke mimpinya. dan disinilah mereka duduk tenang menikmati indahnya pemandangan sungai dan sekitarnya.


"Kamu bisa menemuiku disini jika kau ingin" Arav mulai membelai rambut Rania dengan lembut.


"Sayang" panggilnya.


Deg


Jantung Rania berdegub mendengar panggilan itu, entah kenapa jantungnya berdebar. namun Rania merasa senang Arav memanggilnya seperti itu.


"ya"


Rania mulai mengangkat wajahnya menatap dalam bola mata Arav yang kini juga menatap ke arahnya.


"Ada apa? " Rania menegakan badannya menghadap ke arah Arav yang terlihat seperti merahasiakan sesuatu.


"Katakan padaku, agar aku bisa tahu dan bisa melindungi anak- anak kita dari musuh yang sebenarnya. Katakan semuanya, kalau aku sendiri tidak tahu musuhku bagaimana aku melindungi anak kita" Rania mulai menggenggam tangan Arav meyakinkannya agar mau bercerita.


"Ibuku tidak menyukaimu Rania".


"Bagaimana mungkin? kami saja tidak pernah bertemu" jawab Rania heran.


"Itu karena masa lalu, Ayahku dulu juga seorang Manusia, tapi Ayahku bukanlah manusia yang baik. dia lelaki yang tamak , sombong dan Arogan. Ayah menghianati ibuku. maka dari itu saat dia tahu aku menikah dengan seorang manusia dia langsung menentangnya, bahkan sempat mengarahkan anggotanya untuk mengejar dan membunuhmu, maka dari itu aku juga mengerahkan anggotaku untuk melindungimu saat kau berada di alamku" jelasnya, Arav mulai menggenggam tangan Rania erat dan menatapnya penuh cinta" Rania , ibuku menginginkan anak kita , dia tahu kamu sedang mengandung".


"Lalu? bukankah itu baik, dia neneknya wajar jika ingin menemui cucunya" jawab Rania .


"Tidak Rania, dia akan mengincar anak manusia kita untuk di jadikan santapan Ratu iblis sesembahannya agar kekuatannya meningkat".


"A Apa!!" pekik Rania terkejut.


"Ya, maka dari itu menikahlah lebih cepat, karena aku sendiri tidak leluasa untuk mengawasimu apa lagi menemuimu. ini sangat sulit, ada beberapa orang suruhan ibuku yang selalu mengikutiku".


"Tapi.."


"Sayang, ku mohon . ini demi keselamatanmu juga anak kita, bukan hanya ibuku yang menginginkannya tapi seluruh makhluk sepertiku juga menginginkan kematian anak kita" Arav rasanya ingin sekali menangis, merasa dirinya sangat lemah tidak bisa menjaga anak dan istrinya sendiri.


"Baiklah, aku berjanji padamu" Rania akhirnya menyetujui permintaan Arav. mungkin setelah ini dia akan berbicara pada kak Galen agar mempercepat pernikahannya.


"Terimakasih sayang" Arav langsung memeluk tubuh Rania seakan tidak ingin melepasnya. "Kali ini saja, aku ingin memeluknya seperti ini" batinya.