
Jantung berdebar tak karuan, perasaan tak menentu menyelimuti mereka yang kini berdiri tepat di depan sebuah pohon. yang berlambang perbatasan kawasan hutan mireng. hutan mireng adalah hutan di bawah kekuasaan siluman laba-laba.
Hux, syalfa, nendra,rania dan juga deon menatap satu sama lain kemudian melangkahkan kakinya untuk masuk menembus dedaunan kering yang menutupi pemandangan mereka. pohon-pohon yang berjejer rapat dengan daun yang rapat dan lebat menutupi pandangan mereka.
susah payah melewati dedaunan dan ranting- ranting yang menjulur seakan menghalanginya untuk memasuki kawasan siluman laba-laba. akhirnya mereka bisa melihat dengan jelas . bagaimana hutan mireng itu?
syalfa bisa melihat di hadapannya hutan ini cukup menyeramkan.
ada banyak sekali sarang laba- laba, hampir di setiap pohon ada. di tanah juga banyak benang- benang kusam yang kemungkinan itu, bekas sarang mereka untuk menangkap mangsanya. tergelatak di tanah bercampur dengan ranting- ranting pohon dan dedaunan kering.
tak jauh dari sisi mereka berdiri, terlihat sebuah tengkorak kepala manusia . dan juga beberapa kerangka tulang hewan tergeletak begitu saja.
hux memberikan mereka isyarat untuk jangan bersuara.
mereka mengangguk mengerti dengan isyarat yang hux berikan.
syalfa berjalan perlahan di ikuti yang lain , kakinya melangkah dengan hati- hati. syalfa baru menyadari ada banyak sekali laba- laba yang berukuran kecil merayap di tanah.
membuat syalfa harus sedikit berjinjit agar tidak menginjaknya.
tangan nendra menghalau sarang laba-laba yang menghalangi wajahnya.
rania yang berjalan di dekat deon begidik ngeri saat melihat sesuatu yang terbungkus benang laba- laba tergantung dan terkadang bergerak, ada cairan yang menetes di sela- sela benang itu. bau busuk tercium di indra penciuman mereka. apa lagi di bawah bungkusnya ada banyak sekali laba- laba yang mengkrubutinya, seperti sedang memakannya sedikit demi sedikit.
syalfa dan rania terlonjat kaget saat tak sengaja pandangannya bertemu dengan laba- laba bermata merah yang tadi sedang menikmati makanan mereka yang menggantung itu.
laba- laba berukuran sedikit lebih besar dari pada yang lain. mata merah mengkilap dengan taring tajam dan lelehan cairan berwarna hijau menatap mereka tajam.
syalfa dan rania diam mematung tak berani bergerak sedikitpun.
hingga kemudian pandangan laba- laba itu kembali teralihkan ke makanannya dan menyantapnya kembali. baru syalfa dan rania menghembuskan nafas lega.
syalfa dan rania menatap hux yang sedang di bantu nendra melepaskan sarang laba- laba yang cukup banyak menyangkut di sayapnya. sedangkan deon sedang berdiri mematung menatap segerombolan anak laba- laba yang sedang mencabik- cabik sebuah daging dengan darah yang mengalir membasahi batu yang berdiri kokoh di sebelah pohon besar .
syalfa memberikan bahasa isyarat pada rania, bahwa dia akan membantu nendra dan hux. rania mengangguk mengiyakan. sedangkan rania juga berbicara akan menghampiri deon, agar segera pergi dari sana. dan syalfa menyetujuinya.
deon menggangguk saat tau siapa yang membuatnya kaget, setelah di rasa aman . rania melepaskan tangannya dari mulut deon.
" aakh" pekik suara yang terdengar nyaring itu membuat rania dan deon langsung menoleh.
DEG
semuanya terkejut mendapati syalfa yang meringis menahan sakit. dengan laba- laba yang menempel di belakang lehernya.
tangan syalfa mencoba menarik kuat- kuat laba- laba yang berukuran sedikit lebih besar dengan mata merah itu.
rania ingat! laba - laba itu, yang tadi sempat dirinya dan syalfa lihat.
saat rania hendak menghampiri syalfa, tangannya di genggam erat oleh deon. rania menatap deon. dan deon melirik sebelahnya.
rania mengikuti arah lirikan deon, ternyata segerombolan laba- laba tadi menatap ke arah syalfa.
GLEK
rania menelan salivanya susah payah, lalu rania menatap ke sekeliling dan benar saja, semua laba- laba menatap lekat tubuh syalfa yang terus bergerak berusaha melepaskan gigitan laba- laba di leher belakangnya.
sepertinya laba- laba itu menghisap kuat darah syalfa.
rania menatap nendra yang sedang di pegang erat oleh hux. karena nendra hendak berbuat nekad, terlihat jelas otot- otot yang kuat, mata yang mulai memerah dengan cairan bening menetes di pipinya.
___
Hai teman- teman, Mohon maaf Author jarang update , karena author belakangan ini sering sakit.
mohon doanya, agar author sehat selalu dan bisa memberikan cerita baru.
terimakasih buat para readers yang masih setia di novel ini.😊😊 jangan lupa untuk selalu dukung cerita nya dengan memberi like dan komen kalian.🙏🙏