
Syalfa meringis perih pada punggungnya yang terkena sayatan dari ranting- ranting pohon, begitu juga dengan rania. keduanya terpelenting jatuh dengan keras.
tubuh syalfa menubruk pohon , sedangkan rania terjatuh ke tanah.
" Uhh..gila si hux ,tenaganya melebihi banteng saja. aduuh aduuh sakiit" keluh rania merasakan tubuhnya remuk redam.
"UKHUK!! " syalfa terbatuk setelah punggungnya sempat menghantam pohon cukup keras.
syalfa menarik nafasnya dalam dan menghembuskannya perlahan dengan tangan memegang dadanya yang terasa sesak.
" syalfa, apa kamu baik- baik saja?" tanya rania yang menatap syalfa sedang memegangi dadanya.
" iya, bagaimana denganmu?" tanya syalfa balik.
" remuk redam rasanya. hux benar- benar tuh otot kawat tulang besi, tenaganya ga bisa di ragukan lagi" ,ech tapi siluman apa punya otot ya? lanjutnya lagi dengan meletakan telunjuknya di dagu seraya memikirkan yang baru saja di ucapkannya.
syalfa bangkit perlahan , tanpa menggubris ucapan rania dan berucap " cepat , kita pergi! sebelum mereka datang"
" iya..iya" jawab rania yang ikut bangkit .
" syalfa , apa mereka baik- baik saja? kau yakin kita pergi meninggalkan mereka yang dalam bahaya seperti ini?" tanya rania menatap syalfa ragu.
" Terpaksa ran, kali ini kita harus percaya dengan hux, aku yakin nendra dan deon mereka juga memiliki keistimewaan. mereka berdua tidak akan mudah untuk di kalahkan dan hux pasti tau bagaimana cara mengatasi mereka. yang terpenting saat ini adalah jika kita sampai tertangkap, itu justru lebih berbahaya lagi "
" maksudnya?" tanya rania yang belum mengerti.
" dimana otak cerdasmu dulu ran? kenapa kau jadi bodoh begini" kata syalfa menatap rania heran, pasalnya dulu sahabatnya itu termasuk orang yang peka dan cepat tanggap. tapi sekarang?.
" kita bukankah pernah bersinggungan dengan mereka di masa lalu? apa kau lupa kita pernah mengalami tragedi berdarah 3 thn silam? jika kita tertangkap, maka nyawa orang- orang yang telah selamat di masa itu akan dalam bahaya dan kemungkinan lain. jiwa mereka yang telah meninggal akan di usik kembali. itu kemungkinan yang pernah hux katakan bukan?" jelas syalfa panjang lebar.
rania mengangguk, mulai ingat perkataan hux tempo hari.
" baik aku mengerti, lalu kita harus pergi ke arah mana sekarang?" kata rania sambil mengamati sekitar.
" kesana" tunjuk syalfa, " rania aku tidak tahu apa yang telah kamu alami, dan ..yang membuatmu sedemikian berubah, tapi tolong tunjukan kemampuanmu seperti dulu. kita hanya berdua, kita harus membawa apa yang menjadi tujuan kita berada di sini" kata syalfa menatap rania serius.
" baiklah, cepat ! sebelum kita ketahuan mereka" kata syalfa yang berjalan terlebih dulu.
Syalfa dan rania, keduanya terus berlari tanpa alas kaki. sesekali syalfa menoleh ke belakang, memastikan tidak ada yang mengikuti mereka .
suasana hutan yang semakin gelap dan mencekam membuat keduanya begidik ngeri. entah kemana keberanian mereka pergi. semua kepekaan dan keberanian seketika menghilang, hanya dengan menatap ke arah sekitar, hanya kata" MENGERIKAN!" kata itu yang ada di benak keduanya.
Di sepanjang perjalanan yang mereka lewati , hanya ada kesunyian,kegelapan, pengap dan pohon- pohon yang menjulang tinggi dengan akar- akar dahan kering yang menjuntai.
DUG
AAKH
" Sakit " pekik rania meringis, akibat tersandung sesuatu.
" Apa itu" kata syalfa mencoba melihat benda apa yang membuat sahabatnya tersandung sampai meringis sakit.
Syalfa melihat lamat-lamat benda seperti berbentuk bulat itu, karena suasana yang sangat gelap. membuat keduanya tak dapat melihat dengan jelas.
"Sudah , biar aku saja" rania mencengkal tangan syalfa, lalu rania berjalan perlahan mendekat.
saat rania hendak lebih mendekat, sebuah cahaya entah dari mana melintas sekilas.membuat syalfa yang sedari tadi menatap tak berkedip , seketika melebarkan matanya .
Tanpa berkata apapun, syalfa menarik kuat tangan Rania dan berlari.
" Ada apa?" tanya rania bingung sekaligus terkejut dengan gerakan cepat syalfa.
"Kepala, itu kepala Ran! Hidup!! Hidup!! " kata syalfa panik sambil terus berlari menggandeng tangan rania .
" Kepala?! Hidup! ech maksud kamu apa? aku tidak mengerti? bicara yang jelas syalfa!" kata rania disela- sela larinya .
" I...tu Kepala Rania, Kepala itu hidup!! akh mengerikan" pekik syalfa sambil begidik.