My Lover Is A Ghose

My Lover Is A Ghose
Nendra Setuju



Suara riuh perdebatan antara Nendra ,Deon dan Galen terus berlangsung. keduanya terus berusaha menghentikan Nendra yang memberontak. tetap ingin pergi, tanpa mau mendengarkan siapapun.


"Ndra, tenang dulu. kita bicarakan semua ini baik-baik oke? " Galen kembali membujuknya.


"Iya bro, bukankah kita disini dari awal memang ingin membantu sahabat kita? jika pun kamu keberatan itu tidak masalah. tapi dengarkan dulu penjelasan Ki wicak dan yang lain selanjutnya. kamu hanya baru mendengarkan awalnya saja" terang Deon sedikit berbohong, sebenarnya dirinya juga kaget , selain itu dia juga tidak tahu selanjutnya akan bagaimana? ah, sudahlah setidak nya beruang kutub ini tenang dulu, biar aman dunia. setidaknya tidak ada hujan es nanti pikirnya.


Syalfa menatap Mario, jujur saja dia sendiri bingung, keduanya saling berbicara lewat sebuah tatapan. setelah bertatapan cukup lama, Mario mengangguk tentu hal itu membuat Syalfa menghela nafas berat.


"Ayo, kita menikah" ucapan Syalfa sontak menghentikan pergerakan Nendra yang sebelumnya bersikeras ingin pergi, kini diam membatu.pandangannya tertuju pada dua sejoli berbeda alam itu.


"Ayo ,kita menikah!" kali ini Syalfa menatap dalam bola mata Nendra dari kejauhan, ada sebuah desiran aneh yang menggelitik hatinya saat menatap mata Nendra. Mario segera mengalihkan pandangannya ke arah lain, berusaha mengontrol dirinya sendiri.


"Ayo duduk dulu ndra" Mail yang duduk tidak jauh dari Nendra dan kedua sahabatnya berdiri , mulai memberanikan diri meraih tangan agar dia duduk kembali.


Sengaja Mail bergeser , agar Nendra bisa duduk disana. tempatnya pun lebih dekat dengan Syalfa .


Nendra kali ini menurut, dia duduk di tempat Mail sebelumnya, Nendra bisa melihat Syalfa lebih jelas dari tempatnya kini.


"Bagaimana ndra? apa keputusanmu? Syalfa sudah setuju untuk menikah denganmu" Mail bertanya mewakili ki wicak, setelah mendapat lirikan dari aki sendiri. dia tau kode itu.


"Aku ingin mengajukan beberapa pertanyaan terlebih dulu" Nendra berucap masih dengan menatap Syalfa yang saat ini melirik Mario .


"Apa?" tanya Mail.


Semua orang saling pandang satu sama lain, mereka juga tidak tahu apa jawabannya. Mail menatap ki wicak seakan menyuruh pria tua itu untuk segera memberikan jawaban yang di inginkan Nendra.


"Saat Mario mengambil alih tubuhmu, Maka dia akan memberikan seluruh kekuatannya, Aura pekat yang akan memanggil serpihan permata yang tersisa. permata itu akan kembali, saat waktunya tiba. dan saat itu mungkin Mario sudah tidak bisa bertahan lagi, maka dari itu dia harus melakukan ini. Mario akan melakukan sepenuh hati demi cintanya pada Syalfa tanpa paksaan apapun, itu akan membuatnya lebih mudah memberikan kekuatan batu permata biru kepada Syalfa. jika kalian bertanya? kenapa harus melakukan hubungan selayaknya suami istri? bukan dengan cara lain, seperti menyalurkannya dengan tenaga dalam atau yang lainnya? jawabannya adalah kekuatan yang Mario miliki hanya bisa di turunkan kepada keturunannya. sebuah jiwa memang tidak bisa membuat seorang manusia mengandung, tapi bisa menyalurkan Aura dari jiwa itu. Dan Aura itu nanti akan menjadi milik Benih yang di hasilkan. Anak yang di kandung Syalfa nanti adalah anak kandung dari Nendra dan Syalfa tapi anak Nendra dan Syalfa memiliki Aura pekat yang diturunkan Dari Mario. tidak hanya itu kemungkinan Simbol gabungan kekuatan dari ketiganya. Anak itu akan menjadi seorang pemimpin di dua dunia .soal pernikahan?


Pernikahan itu akan berlangsung lama atau pun tidak itu tergantung pada kalian sendiri, akan berlanjut atau hanya sampai anak itu lahir . jawabannya ada pada kalian" .


"Bagaimana ndra? apa kamu sudah puas dengan jawaban Aki?" Mail kembali bertanya .


"Ya aku setuju tapi dengan Syarat".


"Apa Syaratnya? " tanya Mail.


"Aku yang tetap yang mengendalikan tubuhku sendiri, Mario bisa melakukannya pada Syalfa atas seijinku, Aku ingin setelah menikah nanti. Kalian memutuskan hubungan kalian, bagaimanapun aku yang lebih berhak atas istriku. aku tidak ingin Syalfa masih menyimpan rasa pada lelaki lain, walaupun dia sebenarnya sudah tidak satu alam".


Nendra berkata dengan lantang dan tegas, matanya menatap Syalfa agar wanita itu berbicara.


Syalfa kembali menatap Mario, dilihat Mario yang sempat melamun. Mario tersenyum dan kembali mengangguk.


"Mungkin takdir kita memang seperti ini, buka lah hati mu untuknya" .


Syalfa meneteskan Air matanya mendengar kata tulus itu dari bibir Mario.