My Lover Is A Ghose

My Lover Is A Ghose
Keabadian



hari mulai gelap, hawa dingin mulai terasa hingga menusuk ke pori-pori kulit. namun tak mengurungkan niat kami untuk terus meneruskan perjalanan kami ke tempat tujuan, apa lagi hux sudah mengetahui tempat yang kami tuju. sebelumnya aku memang sempat bermimpi tentang sebuah tempat yang asing, dan aku merasa tempat itu adalah tempat di mana jiwa mario berada. entah mengapa, ada sesuatu yang menuntunku untuk kesana. apa mungkin ini yang di namakan ikatan batin? apa itu mungkin? sedangkan mario? dia sudah meninggal bukan?.


" hux" panggil rania.


" iya nona rania" jawab hux menoleh ke arah rania yang berjalan di samping deon.


" apa benar ini jalannya? kenapa semakin kita berjalan kesana, aku merasa tempat ini justru semakin gelap dan banyak sekali kabut, bahkan pohon- pohon di sekeliling hampir tak terlihat" kata rania.


" iya, ini memang jalannya nona. sebelumnya aku sudah bilang bukan. semakin kita mendekati tempat itu, maka semakin banyak bahaya yang kita hadapi. jadi berhati- hati lah" kata hux memperingati kembali.


" apa kau sebelumnya pernah kesana?" tanya nendra penasaran.


" i..ya tuan" kata hux sedikit gugup.


nendra yang mendengar jawaban ragu hux menatap hux penuh selidik, begitu juga yang lain.


" ada apa? apa ada sesuatu yang kau sembunyikan dari kami?" tanya nendra tegas.


hux hanya diam tanpa berani menatap mereka .


" hux" panggil nendra kembali, namun hux masih tetap diam tanpa menjawab ataupun menatap ke arahnya.


" hux " kini deon yang memanggilnya, dan itu berhasil membuat hux menoleh .


" iy...a tuan deon" jawabnya.


" jawab" kata deon menatap hux tajam.


aku hanya diam, menyimak tanpa ingin berniat untuk menimpali .kali ini fikiranku memang sedang kacau, karena memikirkan mimpi itu. aku menatap hux berharap dia mau menjawabnya.


hux menghela nafasnya berat, lalu menatap ke sekeliling mereka. saat di rasa aman, hux mulai memberi pagar pembatas. agar keberadaan mereka tak di ketahui makhluk lain.


" keabadian?" kata kami serempak.


" iya, mereka mengambil jiwa manusia yang sudah meninggal untuk mereka uji. jiwa yang tidak memiliki kekuatan akan mereka musnahkan atau di jadikan budak. sedangkan jiwa yang memiliki kekuatan akan mereka manfaatkan sebagai perisai. agar tempat yang mereka tinggali terlindungi dan menjadikan mereka kuat tak tertandingi" kata hux.


" bagaimana mungkin? mereka itu siapa? kenapa mereka membawa jiwa manusia kesini?" tanya rania geram.


" mereka adalah makhluk dari berbagai penjuru negri siluman yang menyembah iblis. 3 thn lalu , mereka hampir berhasil membangkitkan junjungan mereka raja iblis, di sebuah hutan terlarang. hutan itu adalah jalan keluar masuk tempat kami. karena hutan itu hutan perbatasan antara dunia kami dan manusia. mereka mempengaruhi manusia yang memiliki ambisi dendam, serakah dan tamak. bahkan ada dari manusia yang memiliki perjanjian dengan mereka. dan, apabila mereka mengingkari janji itu. maka jiwa mereka lah yang akan menjadi budak selamanya disana" jelas hux lagi.


" hutan terlarang?" kata syalfa yang mulai angkat bicara.


" 3 tahun yang lalu?" kata rania menimpali.


" ya, apa kalian tahu sesuatu?" tanya hux yang melihat glagat aneh syalfa dan rania.


" iya, karena aku dan rania adalah bagian dari korban itu" kata syalfa dingin.


" APA " kata hux terkejut.


" kalau begitu, lebih baik kita urungkan saja untuk pergi kesana. mereka akan mengenali kalian berdua, dan pasti itu akan sangat berbahaya bagi kalian dan orang- orang yang sempat selamat dari kejadian 3 thn lalu. karena melalui kalian berdua, mereka akan lebih gampang untuk menarik mereka kembali . walaupun teman kalian berada di tempat yang jauh sekalipun" kata hux.


syalfa dan rania diam membisu, keduanya memikirkan apa yang hux katakan barusan.


" tidak! aku akan tetap kesana, aku yakin mario ada disana. aku harus membawanya kembali bersamaku" kata syalfa penuh tekad setelah sempat beberapa saat terdiam.


nendra yang mendengar perkataan syalfa mengepalkan tangannya erat, ada rasa nyeri di hatinya.


" syalfa, ada benarnya juga perkataan hux barusan. ini menyangkut nyawa banyak orang syalfa, dan itu teman-temanmu. jika itu terjadi, bukankah percuma perjuangan kalian selama ini. lagi pula , maaf kekasihmu itu juga sudah meninggal" kata deon sedikit ragu dengan ucapannya yang terakhir.