
langit gelap dengan turunnya hujan di sertai angin kencang tidak membuat mereka menyerah.
" tante, apa tempatnya masih jauh? cuaca semakin buruk aku takut air sungai akan meluap" kata rania dengan memegang jaketnya kuat untuk melindungi kepalanya dari angin dan hujan.
" tidak, sedikit lagi kita sampai. di dalam gua itu" tunjuk karina.
rania mengangguk mengerti lalu mempercepat langkahnya di ikuti yang lain , mereka diam tanpa bersuara sama sekali memperhatikan jalan dan sekelilingnya dengan memegang benda masing- masing untuk melindungi tubuh mereka.
benar saja , tidak membutuhkan waktu lama kini mereka sudah berada di depan goa yang karina maksud.
" naiklah" perintah karina memberikan sebuah akar tumbuhan yang terhubung dengan mulut goa.
mulut goa memang berada di tengah bukit bebatuan, membuat mereka harus memanjat untuk mencapai kesana.
rania lebih dulu naik ke atas, disusul ike, lalu galen ,deon ,mail dan terakhir nendra yang menggendong syalfa dengan tubuh gadis itu di ikat menempel kuat pada punggungnya .
karina membantu menjaga tubuh itu agar seimbang dan memudahkan nendra untuk memanjat. sedangkan yang lain membantu dari atas .
sesampainya di mulut goa, teman- temannya membantu melepaskan ikatan syalfa dan nendra. syalfa di peluk oleh rania agar tubuhnya tidak terjatuh ke tanah lembab itu.
" kita ke mana sekarang, goa ini sepertinya tak berpenghuni?" kata galen.
" iya, dimana mereka?" tanya ike.
" mereka berada di dalam di sebuah ruangan khusus, mereka sudah menunggu kedatangan kalian" jelas karina melangkah lebih dulu di ikuti yang lain.
" biar aku yang menggendongnya, kau pasti lelah" kata mail yang melihat nendra hendak mengambil tubuh syalfa kembali dari dekapan rania.
" tidak perlu, kau jalanlah saja dulu dengan yang lain, biar aku yang menggendongnya" kata nendra
" baiklah, tapi jika butuh bantuan, kau bisa memberitahuku" kata mail.
" iya" jawab nendra singkat lalu mengangkat kembali tubuh syalfa.
" apa ka nendra baik- baik saja?" tanya rania.
" iya, aku baik " jawab nendra.
keduanya melangkah mengikuti teman- temannya yang sudah berjalan lebih dulu mengikuti karina ke dalam goa.
mereka melewati lorong- lorong gelap dengan tetesan air rembasan dari tanah- tanah lembab di sekeliling goa, ada beberapa jalur membuat mereka mengerutkan keningnya heran. ternyata goa yang mereka masuki cukup besar dan luas, tidak seperti yang terlihat dari luar sana.
langkah karina terhenti saat mereka telah memasuki sebuah ruangan yang sangat luas. mereka semua menatap ruangan itu takjub.
di lihatnya pohon besar berdaun kuning itu tumbuh subuh di tengah - tengah ruangan yang luas itu, di bawah pohon terdapat sebuah batu besar dengan permukaan yang rata, ada sungai kecil di sekelilingnya , membuat suasana tampak indah dan menyejukan.
" waaah, ini benar- benar luar biasa, bagaimana bisa di dalam goa ada tumbuhan sebesar ini" kata ike .
" iya, lihat ! daunnya saja berwarna kuning bukan hijau" kata mail.
" dimana mereka? aku tidak bisa melihatnya" tanya rania pada karina , tanpa menggubris yang lain yang masih menatap tempat itu takjub.
semua orang langsung memejamkan matanya beberapa menit, lalu kembali membuka matanya.
benar saja, ruangan yang tadinya sepi tanpa penghuni, kini terlihat penuh.
mata galen dan deon melebar, karena terkejut dengan pemandangan di depannya. wajah mereka memang tidak menyeramkan, tapi wajah itu datar dan sangat pucat menatap ke arah ke arahnya.
" selamat datang kembali. sebaiknya kalian segera membaringkan tubuh syalfa di atas batu itu" kata ki wicak.
" aki, sebenarnya apa yang terjadi? kenapa syalfa menjadi seperti ini?" tanya rania
" baringkan tubuhnya dulu disana, nanti akan aku jelaskan" balas ki wicak.
rania menatap nendra, lalu menganggukan kepalanya . nendra berjalan mendekati batu bedar di bawah pohon berdaun kuning itu, lalu membaringkannya dengan hati- hati. nendra memandangi wajah syalfa yang pucat dan tubuhnya yang dingin, tapi sama sekali tidak beranjak dari sana, nendra memilih berdiri dengan menyenderkan punggungnya ke batu bedar itu, menggenggam tangan syalfa lembut.
" kemarilah anak muda" kata ki wicak yang melihat nendra malah menunggu keberadaan tubuh syalfa.
" tidak, aku akan disini menjaganya, kalian lanjutkan saja, aku akan mendengarnya" kata nendra.
" baiklah" jawab ki wicak," dasar manusia bucin" ucapnya dalam hati.
ki wicak menatap mereka yang menatap dirinya dengan tatapan menuntut, seperti minta penjelasan.
ki wicak menghembuskan nafasnya , lalu mulai menjelaskan." syalfa tidak akan bangun, sebelum jiwanya kembali, dia sekarang terjebak di negri siluman " kata ki wicak.
" negri siluman? bagaimana mungkin?" kata rania yang terkejut begitu pula dengan yang lain.
" iya, batu permata milik mario yang membawanya kesana, aku rasa ada sesuatu disana. syalfa tidak akan bisa kembali, sebelum dia mendapatkan apa alasan dia berada disana" terang ki wicak.
" maksud aki? syalfa harus mendapatkan kepingan batu permata milik mario?" tanya karina.
" bisa di bilang begitu, bisa juga lebih dari itu" kata ki wicak.
" tunggu, tunggu dulu. sebenarnya apa yang kalian bicarakan? aku sama sekali tidak mengerti dengan batu permata? dan siapa itu mario?" tanya deon seakan mewakili rasa penasaran nendra dan galen.
"mario adalah mahasiswa yang dulu terjebak seperti kami, dia laki- laki yang tegas ,dingin dan pemberani. mario juga memiliki keistimewaan, ada batu permata biru di dalam tubuhnya. namun di saat terakhir, saat tubuhnya terlempar ke dalam api pembangkitan batu itu pecah menjadi tujuh bagian dan terbang berputar di udara, lalu salah satu kepingan itu masuk ke dalam tubuh syalfa, dan 6 potongan lagi tersebar entah kemana" jelas rania.
" waaah hebat, seperti dalam dongeng cerita kesatria saja" kata deon.
" kenapa kepingan itu masuk ke dalam tubuh syalfa?" tanya nendra yang merasa janggal dengan cerita itu.
" karena syalfa orang terdekat mario, dia adalah kekasih syalfa, kekasih masa kecil yang baru bertemu, namun takdir mempermainkan kisah cinta mereka, mereka saling mencari satu sama lain dalam waktu yang sangat lama, tapi saat takdir mempertemukan mereka, justru mereka kembali di pisahkan dengan cara yang mengenaskan, mario terbunuh karena melindungi syalfa, itu membuat syalfa terpukul dan menjadi sosok tak tersentuh dan dingin pada siapapun, bahkan sekarang syalfa enggan untuk berurusan dengan mereka yang tak kasat mata, syalfa seakan menjadi tuli dan buta, sama sekali tidak mau melihat sekitarnya" jelas rania.
nendra terdiam, pandangannya menatap lekat wajah cantik itu, ada rasa nyeri di dadanya saat tahu syalfa memiliki cinta sejatinya.andai dia yang lebih dulu bertemu dengan gadis ini.
" waah, sungguh romantis. jarang ada kekasih yang rela mengorbankan dirinya seperti itu" kata deon tanpa memperhatikan perubahan raut wajah sahabatnya.
berbeda dengan galen yang peka dengan perasaan nendra saat ini. galen menatap sahabatnya itu dalam diam..