
Di sepanjang perjalanan menuju ke Kantin Rania berusaha untuk tidak terpengaruh dengan bisikan orang-orang yang saat ini menatapnya dengan tatapan merendahkan.
"Lihat, itu kan Rania ? cewek yang pingsan kemarin kan?" tanya nya dengan menunjuk Rania yang tengah berjalan seorang diri.
"Iya itu Rania, ternyata dia tidak tahu malu juga ya, masih saja berani masuk kuliah".
"Aku tidak menyangka ternyata Dia sedang hamil , padahal yang aku denger dia belum menikah loh, bikin malu nama kampus kita aja. kenapa ga di keluarin aja sih dari sini".
"Iya, aku juga heran..."
Ucapan mereka terhenti saat Rania tiba-tiba menatap mereka dengan tatapan dinginnya. Mereka langsung pergi saat Rania semakin menajamkan tatapannya. saat melihat orang-orang yang membicarakannya pergi, ia kembali melanjutkan langkahnya lebih cepat agar tidak mendengar bisikan-bisikan di sepanjang jalan yang membuat hatinya semakin panas.
Sesampainya di Kantin Rania segera memesan beberapa jenis makanan dan minuman untuknya dan juga Syalfa. Saat ini Syalfa sedang ke Perpustakaan untuk meminjam buku, makanya Syalfa menyuruh Rania agar lebih dulu ke kantin. katanya takut Rania menunggunya lama, sekarang kan Rania lagi TEK DUNG, Ga baik ibu hamil sampai telat makan katanya.
PUK
PAK
Saat sedang mengamati Suasana kantin yang tidak begitu Ramai tiba-tiba Rania merasakan ada sesuatu yang mengenai kepala belakang serta punggungnya, Rania menoleh.
"Apa ini?'' Rania memegangi Rambutnya yang terasa lengket dan bau.
"Ha ha ha, itu Pantes buat cewek murahan kaya elo" Seorang wanita tertawa puas dengan hasil lemparannya yang tepat sasaran .
"NiH , aku tambahin"
PUK
PUK
Bianca kembali melempar beberapa butir telur yang juga di ikuti oleh teman-temannya.
" Ha Ha Ha !! Rasain ini!"
"BERHENTI!!!"
Syalfa tidak sengaja bertemu dengan Nendra di Perpustakaan tadi .Sedangkan Galen mereka baru bertemu di ujung pertigaan koridor, kebetulan Galen juga ingin ke kantin , jadi mereka bareng.
Ketiganya melangkah cepat ke arah Sahabat mereka Rania. Syalfa tahu gimana tertekannya Rania saat ini, sungguh mereka khawatir.
"Kalian!" Syalfa menunjuk satu persatu wajah di depannya."Kelakuan kalian seperti bukan orang yang berpendidikan, percuma kalian kuliah jika kelakuan kalian seperti orang yang tidak berpendidikan" .
"Alaah , ga usah so jadi pahlawan deh Lo! Lo tuh juga pasti sama aja , kaya si cewek murahan ini" tunjuknya pada Rania. "Kalian tuh cuman sampah buat kampus ini, bisa nya cuman godain cowok-cowok kaya dengan wajah cantik kalian sampai mau naik ke ranjang mereka".
"Iya, Lihat Ka Nendra dan Ka Galen aja pasti juga kalian goda, Dasar Cewek Murahan!"
"Bener-Bener"
" Mending kita usir aja mereka dari kampus kita, bikin malu aja! bener ga temen-temen?".
"Iya, iya aku setuju"
Suara-suara para Mahasiswa saling bersautan, membuat seisi Kantin Riuh , bahkan ada yang sengaja melempar Rania dan Syalfa telur dan juga Jus Tomat , tapi Nendra dan Galen sama- sama sigap melindungi kedua gadis itu dengan tubuhnya. hingga suara lain menggema menghentikan aksi mereka.
"Ada apa ini?" tanya seorang Dosen yang kebetulan akan masuk ke kantin.
"Pak, usir nih cewek yang hamil di luar nikah, bikin malu aja" salah satu dari mahasiswi yang membully Rania tadi langsung angkat suara.
"Iya, ibunya aja kaya gitu. apa lagi anaknya nanti kalau sudah lahir, pasti kaya ibunya. Anak haram yang ga jelas siapa ayahnya, biasanya akan jadi anak pembawa Sia*l". lanjut yang lain.
"CUKUP!!!" Galen berteriak dengan keras, membuat seisi Kantin tiba- tiba menjadi hening kembali. dia benar-benar sudah tidak tahan lagi dengan semua hinaan yang di dapat sahabatanya. walau mereka baru saling mengenal tapi Galen cukup tahu, seperti apa Rania.
"Dengar kalian semua baik-baik!!! AKU GALEN CANDREAS adalah AYAH dari anak yang saat ini Rania kandung, dan Kami akan segera menikah secepatnya!!! jadi, Jika ada dari kalian yang berbuat macam-macam kepada Calon istriku! akan aku buat perhitungan! bukan hanya kalian, tapi juga dengan usaha keluarga kalian! Cam kan itu!!!" Galen menatap mereka semua, mata yang sebelumnya terlihat teduh bagi mereka, kini berubah menjadi penuh peringatan.
Galen menarik tangan Rania Berjalan dengan Tergesa keluar dari Kantin.
Syalfa juga tak kalah galak menatap wajah mereka dengan sengit, kemudian Pergi menyusul Galen dan Rania diikuti Nendra di dekatnya.