My Lover Is A Ghose

My Lover Is A Ghose
Bola hitam



Manda membereskan bekas sarapan dirinya dan Nendra dengan telaten dan cekatan. tangannya yang lentik menata semua bekas alat makan dengan rapi dan memasukannya kembali ke tempatnya untuk di bawanya pulang.


Matanya sesekali melirik ke arah Nendra yang masih sibuk mengotak ngatik benda pipih di tangannya. manda memang susah terbiasa dengan sikap Nendra yang cuek, dingin dan hanya akan berbicara seperlunya saja.tapi sikap Nendra yang seperti itu lah yang membuat Manda tidak begitu khawatir jika Nendra akan tergoda dengan wanita lain disana.


Memang pertunangan mereka atas dasar sebuah Perjodohan, tapi Manda tidak merasa keberatan sama sekali, karena sedari dulu dirinya memang sudah menaruh hati kepada lelaki di hadapannya ini. manda merasa beruntung menjadi wanita yang akan mendampingi Nendra kelak.


Manda tersenyum menatap Nendra seraya berkata" Ndra , aku pamit pulang ya? nanti siang aku akan membawakanmu makan siang, kamu ingin makan apa?" .


"Tidak perlu Nda , nanti siang aku akan makan bersama dengan Deon dan Galen, kamu temani mama kamu saja, bukankah biasanya kamu selalu menemani mama kamu pergi ke restoran?" tanya Nendra sambil meletakan ponselnya di meja.


"Baiklah, jaga dirimu " pamit Manda berjalan meninggalkan kantin kampus.


Nendra menatap punggung Manda yang perlahan berjalan menjauh meninggalkan kantin. Nendra menghela nafasnya pelan.


"Apa aku harus melupakan perasaanku pada Syalfa? "


***


Syalfa menyimak semua penjelasan Dosen di depan sana dengan serius, begitu juga dengan Rania. sedangkan Mario memilih untuk berdiri tidak jauh dari tempat Syalfa duduk.


disaat mereka tengah fokus dengan Materi yang sedang di jelaskan. tiba-tiba sebuah bola hitam berasap menggelinding membuat Syalfa mau tidak mau memperhatikan benda bulat itu.


Syalfa terus memperhatikan bola berwarna hitam yang masih mengeluarkan asap hitam, kepulan asap yang keluar dari bola hitam itu membuatnya teringat dengan Sosok yang pernah menyerangnya di Roothop beberapa waktu yang lalu. pandangannya beralih pada Mario yang berjalan mendekat ke arah benda itu. Mario diam sejenak memperhatikan bola hitam yang masih diam di tempat yang sama.


Mario berlari lalu menendang Bola hitam berasap tebal itu ke luar dari ruangan, Kemudian Mario mengejar arah bola itu melayang .melihat Mario mengejar bola hitam yang di tendangnya keluar, Syalfa juga ikut berlari menyusul Mario tanpa menghiraukan Rania dan Dosen mereka yang terus memanggilnya.


"Maaf Pak" kata Rania yang ikut berlari keluar meninggalkan orang- orang yang menatapnya bingung dan tapi juga penasaran.


Mario merasakan Kalinya yang terasa panas setelah menendang Bola Hitam tadi , namun rasa panas itu masih bisa di tahannya. dirinya begitu penasaran dengan bola hitam beraura pekat yang tiba- tiba muncul begitu saja, jelas pasti ada tujuannya.


Hingga bola itu mendarat tepat di Belakang kampus yang sepertinya letaknya cukup jauh .


"Siapa kamu!!" Mario menatap bola hitam itu dengan tajam.


Terdengar suara tawa menggelegar dari bola hitam itu .


" Ternyata makhluk sepertimu bisa merasakan kehadiranku" bola hitam itu mengeluarkan sehelai demi sehelai rambut panjang hingga berbentuk seperti kepala, hingga mata ,hidung dan anggota yang lain mulai bermunculan.


benda berbentuk bola hitam kini berubah menjadi sebuah kepala dengan rambut yang panjang menatap Mario sinis.


Tak lama sebuah tubuh tanpa kepala keluar dari balik Pohon besar tak jauh dari sana bersamaan dengan Munculnya Syalfa dan Rania yang tiba dari arah lain.