
Syalfa melirik sang pemimpin dengan tatapan tajam, seringai licik itu seperti tanda kepuasan atas kejadian yang baru saja terjadi.
"Kau menginginkanku?" pertanyaan lembut dari seorang gadis kecil ,membuat Syalfa tahu siapa pemilik suara itu.
Sava berjalan mendekat ke arah sang pemimpin.
"Sav" cegah Kris tapi Sava masih terus berjalan.
Syalfa dan Nendra tak tinggal diam, keduanya langsung mencegah langkah Sava , tapi Di arah lain Lasera langsung mencegah keduanya dengan menekan tubuh Syalfa dan Nendra .
Kris sebenarnya bisa melawan lasera, hanya saja. ini belum waktu yang tepat untuk menggunakan kekuatannya, jadi ia memilih untuk diam dan memperhatikan apa yang akan di lakukan Sava.
Dia tahu, Sava memiliki jalan untuk melawan tapi tidak dengan mengorbankan banyak orang.
Pemimpin segera menyambut Syalfa dengan menundukan tubuhnya agar sejejer dengan tinggi tubuh Syalfa.
"Wow, ajaib" ucapnya saat melihat wajah Sava yang terlihat berseri dan bersinar.
Matanya yang hitam legam seakan menyedot dirinya ke dalam sana.
Tangannya yang tegas mulai terangkat ingin membelai wajah itu, tapi dari arah belakang Nendra langsung menepis tangan yang hampir menyentuh dagu Sava.
Kemudian menendang kepala pemimpin kegelapan hingga tubuhnya terpelenting hingga beberapa meter, kejadian itu membuat para pengikut pemimpin kegelapan tak terima dan langsung menyerang mereka semua.
Kris dan Syalfa langsung berlari ke posisi mereka masing - masing. Kris berusaha melindungi Sava dari serangan siluman yang mulai mendekat ke arah sang kakak. sedangkan Syalfa membantu suaminya untuk melawan sang pemimpin dan sosok berjubah lain.
Arav dengan wujud setengah ular, langsung mencekik Siluman ular yang adalah kaki kanan ibunya.
Deon menendang makhluk berbulu yang ingin menerjang tubuh Rania, " Sayang ..aku tahu kau sedih dengan kematian putri kita, tapi lihat .. anak-anak kita yang lain juga dalam bahaya, jangan sampai kita kehilangan mereka seperti Alin" teriak Deon sambil terus melawan makhluk-makhluk yang mendekat.
Rania yang terduduk lemas kini mulai menyapu pandangan melihat putra putri nya sedang berjuang melawan makhluk menjijikan di sana.
tangannya terkepal, dan kakinya mulai bertumpu ke tanah dengan benar, Rania langsung mengambil senjata tajam yang terselip di salah satu kantung celananya, Dan berlari kencang ke arah Alen yang sedang di keroyok.
DUG.
Tendangan telak ia layangkan ke wajah siluman berwujud aneh dengan lidahnya yang panjang. tangannya langsung mencekal lidah yang berlendir itu, tidak ada rasa jijik hanya ada rasa ingin membunuh bayangan Alin yang berteriak kesakitan membuatnya ingin membunuh mereka.
SRAK
SREET
dengan cepat Rania langsung memotong lidah itu dengan dua kali gerakan saja. Senjatanya juga langsung menusuk ketiga mata lebar itu dan mencongkelnya, hingga bola mata menggelinding ke arah yang berbeda.
"AaaKh" sebuah teriakan teriakan memilukan dari arah berlawanan.
Seorang polisi berseragam lengkap, sedang digigit dan di hisap darahnya hingga tubuh nya kejang tangannya terus melawan memukul, mencakar, dan kakinya juga terus menendang nendang tapi perlawanannya seakan tak membuat makhluk itu melepaskan hisapannya, hingga darah segar membanjiri seragam yang ia kenakan. Perlahan tubuh itu jatuh dengan mata yang terbuka, tubuhnya seakan kering tanpa ada darah yang mengalir di sana.
Sedangka Di arah yang lain, seorang lelaki Separuh baya, tengah tergeletak dengan tubuhnya yang terlentang, pengalamannya 10 tahun silam yang pernah memenangkan peperangan di medan perang seperti tak ada gunanya, matanya melotot menatap langit dengan warna putih dan sedikit gelap tidak ada warna biru disana.
dia mencoba tersenyum di tengah kesakitannya, setidaknya mati dengan membela sesama adalah sumpahnya sebelum di angkat menjadi kapten tentara di negeri ini.
Di atas tubuhnya yang tengah bersimbah darah, sesosok Siluman dengan tubuhnya yang besar dan matanya yang merah tengah menikmati isi perutnya yang telah terbuka.
TING
TRANG
Hingga menimbulkan sebuah goncangan bersamaan dengan banyaknya daging, kulit, bulu dan kepala yang hancur mengenai tubuh anggota kepolisian yang berhasil membunuh tiga Siluman raksasa sekaligus. tapi keberhasilan itu tak membuat mereka puas, setelah misi berhasil, mereka langsung berpencar membantu yang lain.
Kerjasama dan saling melindungi adalah kunci dari keberhasilan.
Syalfa dan Nendra sepasang suami istri itu merasa bingung , tenaga keduanya seakan terkuras habis. sudah berulang kali mereka berhasil menusuk beberapa anggota tubuh sang pemimpin, bahkan memotong tangan atau kakinya.
Namun luka-luka di tubuh itu kembali seperti semula, tidak ada luka gores bahkan anggota tubuh yang tadinya terpotong justru kembali tergabung dan kekuatannya semakin kuat.
Dengan nafas yang terengah-engah Syalfa berlari mensleding kedua kaki sang pemimpin, sedangkan Nendra langsung melompat ke atas tubuh pemimpin kegelapan. di pegangnya kedua sisi kepala sang pemimpin berusaha untuk memutuskan kepala itu dari tubuhnya.
Tangan kekar sang pemimpin meronta , terus berusaha menghajar Nendra, Syalfa kembali berlari saat Serangan sebelumnya tetap tak berpengaruh , kakinya menginjak kaki kanan dengan keras ,berusaha mematahkan salah satu kaki itu dan ...
KREK
Kaki patah , tubuh pemimpin itu ambruk, secara bersamaan Nendra juga berhasil mematahkan kepalanya dan membuang kepala itu jauh dari tubuh sang pemimpin.
Keduanya fokus menatap kepala sang pemimpin yang justru bergerak - gerak, tanpa mereka ketahui tubuh sang pemimpin kini berdiri tegap dengan sebelah senjata tajam.
JLAB
SRAK
Nendra dan Syalfa sama-sama terkena tusukan di dada yang langsung mengenai area jantungnya.
DUAK
tubuh keduanya di tendang hingga terlempar beberapa meter, sampai tubuh keduanya berada di dekat kedua anak mereka.
Sava dan Kris langsung menoleh dan melihat kedua orang tuanya tengah meringsi memuntahkan segumpal darah segar.
Lentera yang sedari tadi sedang bertarung dengan kedua anak itu, tak menyianyiakan kesempatan. langsung mengarahkan kekuatannya. tapi sayang sekali, pergerakannya sudah terbaca lebih dulu oleh Kris.
Keris hanya menajamkan penglihatannya dan sedikit menggerakan kedua bola matanya.
lentera langsung Mati dan tubuhnya terbakar. Sava menatap sang pemimpin penuh amarah. kedua tangannya melembar dan mencengkram .
Hembusan angin datang dari segala penjuru, perkelahian di sekitar terhenti seketika. tubuh mereka lemas dan luruh ke tanah. bahkan para Roh langsung terhempas. semua orang dan semua siluman melemas seketika semua energi ,kekuatan semua hilang .
Sebuah cahaya warna-warni, hitam ,putih,merah ,biru. berdatangan mengelilingi tubuh Sava. Berlin sang pelindung juga berubah menjadi sekumpulan kunang-kunang.
Tatapan marah Sava entah kenapa membuat sang pemimpin dan anggotanya merasa ngeri.
Sava mengarahkan kekuatannya dengan gerakan perlahan. dan langsung mengarahkannya ke pada sang pemimpin.
WUuuuuuS
Sssewuuus
Duar
DUar
DUAR
Tubuh sang pemimpin yang membesar , semakin membesar dan langsung meledak seketika, lalu para pengikut mereka juga langsung meledak. di susul para bawahannya.