
syalfa masih diam termenung di ranjangnya, hingga suara ketukan pintu terdengar.
tok...tok..tok...
perlahan syalfa berjalan untuk membuka pintu kamarnya.
tampaklah dayang- dayang berdiri di depan pintu dengan membawa berbagai barang di tangannya.
syalfa berjalan masuk kembali dengan di ikuti para dayang di belakangnya.
" lain kali pintunya tidak usah di kunci putri" kata salah satu dayang sambil menaruh barang bawa'annya di atas meja.
" maaf" kata syalfa.
" putri sebaiknya anda segera membersihkan diri karena nanti malam anda harus menghadiri makan malam di istana" ujar dayang.
" biarkan aku makan malam di kamarku saja, aku tidak ingin ikut makan malam di istana" kata syalfa.
" tapi, raja yang menyuruh anda untuk ikut hadir putri" ujar dayang.
" tapi.."
" tidak usah khawatir putri, kami sudah mempersiapkan makanan khusus untuk putri. ubi rebus dengan lauk ikan nila bakar dan lalapan daun singkong" ucap dayang seakan tau keraguan syalfa.
" haah, baiklah. sebenarnya kenapa aku harus ikut hadir? bukankah aku orang asing disini?" tanya syalfa.
" acara makan malam hari ini , kemungkinan juga untuk memberi pengumuman resmi tentang acara pernikahan putri dan raja, saya dengar acara pernikahannya akan di percepat menjadi besok malam" kata dayang.
" apa!!" pekik syalfa kaget.
" kenapa putri?" tanya dayang merasa heran dengan reaksi syalfa.
" aah, tidak apa..aku hanya sedikit terkejut " kata syalfa tersenyum canggung.
"putri , air mandi sudah siap" kata dayang yang lain memberi tahu.
" oh..iya putri pasti terkejut, karena acara di majukan. ayo putri sebaiknya segera mandi. biar kami bantu putri untuk membersihkan diri" tawar dayang lagi.
" baik putri" ucap para dayang.
syalfa masuk ke sebuah ruangan dengan bak mandi yang terbuat dari batu berwarna putih dengan berisi air bertabur kelopak bunga mawar disana.
syalfa memasuki bak mandi setelah melepaskan jubah mandinya. menyandarkan punggungnya yang halus ke batu yang tertata rapi itu, matanya terpejam sesaat." pernikahan di majukan menjadi besok malam? ini sungguh gila, aku harus mencari cara agar bisa kabur malam ini juga, atau paling lambat besok pagi. sebelum itu aku harus mengambil batu permata biru itu. tapi bagaimana caranya? aku sama sekali tidak mengetahui jalan keluar tempat ini".
syalfa membuka kembali matanya dan mulai membersihkan diri, harum kelopak bunga mawar membuatnya lebih segar dan merasa nyaman.
setelah selesai membersihkan diri, syalfa bangkit dari bak mandi dan tak lupa mengenakan kembali jubah mandinya. langkahnya memasuki kamar yang sudah rapih kembali, di lihatnya tumpukan baju yang terlipat rapih di atas ranjangnya dan sebuah kotak aneh disana.
syalfa membuka kotak aneh itu yang ternyata isinya adalah sebuah perhiasan dan juga ada beberapa jenis jepit rambut yang indah disana.
syalfa menaruhnya kembali ke ranjang dan bergegas bersiap sebelum para dayang yang di utus raja datang kembali ke kamarnya.
setelah sibuk mempersiapkan diri , merias wajah dan rambutnya dengan rapi . syalfa menatap dirinya di cermin.
" mario, seandanya kamu disini. kau pasti akan segera menolongku" ucap syalfa sedih, menatap dirinya di cermin yang kini mengenakan baju yang menurutnya aneh.
tok..tok..tok..
" putri, apa anda sudah siap? kami datang untuk menjemput putri" teriak dayang dari luar kamar.
" masuk" kata syalfa.
syalfa menoleh saat pintu kamarnya terbuka lebar dan masuk 2 orang dayang.
" waaaah putri, anda sangat cantik sekali. putri pasti akan menjadi permaisuri tercantik di kerajaan ini" kata dayang itu senang.
" iya putri, anda sangat cantik , pasti raja akan terpesona melihat putri " kata dayang satunya menimpali.
mereka menatap syalfa dengan tatapan kagumnya.