My Lover Is A Ghose

My Lover Is A Ghose
Serangan Susulan



Sesuai dengan Perkataan Nendra tempo hari, 20 menit ia membiarkan tubuhnya di kuasai oleh jiwa lain. setelahnya Nendra segera mengambil alih tubuhnya sendiri.


Dengan nafas yang tersengal Nendra menutupi tubuh polos Syalfa yang terlihat sangat kelelahan.


Nendra mengecup keningnya lembut" Tidur lah sayang, biar aku yang mengelap tubuhmu nanti, ini sudah sangat larut sebaiknya besok pagi saja mandinya".


Syalfa menurut mulai memejamkan kedua matanya, tubuhnya memang sangat lelah dan remuk redam apa lagi di bagian bawah sana.


Nendra segera beranjak dan mengenakan pakaiannya yang tergeletak di lantai. Ia segera pergi ke kamar mandi untuk mengambil air dan handuk kecil untuk membersihkan tubuh Syalfa.


Di kamar lain , Rania dan Deon sudah terlelap. tidak ada adegan Romantis apa lagi adegan panas seperti di kamar sebelah, keduanya sudah memutuskan untuk bersikap seperti biasa.


Angin kembali berhembus, Terdengar suara Anjing dari luar yang terdengar cukup nyaring mulai mengganggu tidur Deon yang tenang.


Deon meraba-raba mencari sesuatu untuk menutup kedua telinganya. tapi tak mendapat apapun, hingga pada akhirnya Deon menutupi nya dengan Bantalnya.


Deon kembali melanjutkan tidurnya lebih lelap saat kedua telinganya tak terlalu mendengar berisik seperti suara anjing lagi.


SeeTtt


Zzsseet


Terdengar suara desisan Ular , tapi Deon dan Rania sama sekali tidak mendengarnya. hingga belitan di kaki Deon membuat Tidur Deon terganggu dan berusaha untuk melepas belitan itu dengan kaki sebelahnya. tapi saat merasa Gerakan aneh, Sesuatu yang licin dan panjang membuatnya mau tak mau membuka matanya.


Deon melihat ke bawah dimana kakinya berada. Matanya melebar melihat banyak nya ular disana. Deon mengucek kedua matanya. mungkin dia hanya salah melihat, tapi saat Matanya kembali terbuka. ternyata ia tidak salah lihat. memang disana ada ular yang cukup banyak.


"Ran" panggilnya mencolek lengan Rania lembut.


Rania hanya bergumam sesaat dan kembali tidur dengan Nyenyak.


Deon berusaha membangunkan Rania lagi dengan menggoyangkan bahu Rania dan itu berhasil. Rania membalikan badan menghadap ke arah Deon. matanya mengerjap guna memperjelas penglihatannya , di lihatnya wajah tampan Suaminya yang seperti gelisah menatapnya.


"Ada apa ka?" tanya nya heran.


"Lihat ke bawah" Deon berucap lirih telunjuknya memberikan kode ke bawah.


Rania mengikuti arah tunjuk Deon dan Mata nya membola melihat banyaknya ular di bawah kaki mereka, tapi lebih banyak di sekitar kakinya.


"Kenapa ada banyak sekali ular? apa aku buang saja?" tanya nya.


"Jangan mengusiknya mereka tidak menyakiti kita, pasti ada maksudnya mereka datang kemari"


Deon mengangguk, ia memang sudah di beritahu Syalfa, tentang kejadian malam sebelumnya. saat terjadi penyerangan dan ular-ular itu ysng menolong Rania.


Begitu juga Rania yang sudah tau apa yang sebelumnya terjadi padanya .


Keduanya masih duduk melihat Ular-ular itu yang bergelung nyaman disana, ada juga yang merayap turun ke lantai mereka mulai mengelilingi Ranjang Rania.


"Kenapa Suara anjing di luar sana begitu gaduh ya? seperti tidak biasanya" Deon mendengar suara Anjing penjaga di sekitar komplek yang begitu keras.


"Mungkin akan ada sesuatu, sebelumnya juga seperti itu" Ucap Rania waspada. saat melihat Ular -Ular di sekitarnya Mulai menegakan kepalanya.


Deon menatap Rania yang melirik ular-ular di sekitar mereka.lalu, Deon ikut mengatamatinya.


BRAK


Jendela kamar Rania yang awalnya tertutup Rapat kini terbuka dengan kasar disusul angin yang berhembus dari luar di sertai kabut putih ikut masuk ke dalam.


Deon langsung menarik tubuh Rania agar mendekat ke arahnya. sedangkan ular di sekitar mereka kini menatap ke arah kabut itu seakan siap menyerang.


Dilihatnya Kabut putih yang melayang dan menampilkan Topeng wajah yang tak jelas tangan putih dengan kukunya yang panjang .


"Makhluk apa itu? hanya wajah dan tangan?"


"Aku juga tidak tahu" Deon makin memper erat rengkuhanya pada Rania, tangan yang lain meraba- raba mencari suatu barang yang bisa melindungi Rania.


WUZzz


kabut itu mendekat ke ranjang Rania, ular yang berada di sebelah kiri segera menyerang bersamaan. namun seranganya tak mempan, hingga ular- ular itu terlempar ke sembarang arah dan beberapa dari mereka mati seketika.


"Syalfa , aku di serang. aku membutuhkanmu. sahabatku" ucap Rania dalam hati berharap Syalfa mendengarnya telepati nya yang sudah lama tak di gunakannya.


Serangan demi serangan terjadi antara Makhluk berkabut dengan pasukan ular Arav. Sudah banyak Ular- ular yang tergeletak di lantai kamar Rania.