
author pov
sylalfa menghela nafasnya pelan." maafkan aku, ini adalah keputusanku, lebih baik kalian pergi lah. hubungi teman-teman kita dan berkumpulah di tempat aki di hutan terlarang. sampai aku benar- benar kembali dengan membawa mario bersamaku" .
" walaupun hanya jiwanya" sambungnya lirih.
rania yang melihat kesedihan di wajah sahabatnya menghela nafasnya, rania sangat tahu bagaimana kehidupan syalfa selama ini tanpa mario. bahkan syalfa sudah melakukan banyak hal untuk terus mencari jiwa mario dengan mencari pecahan batu permata yang entah tersebar kemana?.
" aku akan ikut denganmu"
suara itu membuat syalfa menatapnya," sahabatku rania . dia memang selalu siap berada di sampingku. aku sangat terharu akan hal itu".katanya dalam hati.
" tidak ran, kali ini aku akan berjuang sendiri. ini urusan pribadiku, aku tidak ingin membuat sahabatku meregang nyawa seperti dulu" kata syalfa menatap rania dalam.
" ck, kau fikir selama ini aku akan membiarkan saudariku ini berjuang sendiri hah! bukankah kita bukan hanya sahabat? melainkan saudara? aku bahkan tidak takut mati. jika itu bisa membuatmu tetap hidup" kata rania membuang pandangannya seraya melipat kedua tangannya di depan dada, merasa kesal dengan perkataan syalfa.
" aah, aku tahu rania. tapi.." perkataan syalfa terpotong , saat nendra ikut menimpali.
" iya, rania benar syalfa. kita akan berjuang bersama apapun resikonya. jadi tolong kau juga harus percaya bahwa kita pasti bisa keluar dari tempat ini dengan selamat dan membawanya. sekarang, kau harus semangat dan berani, jangan terlihat lemah dan tak berdaya seperti ini" kata nendra menatap syalfa lembut.
" iya , aku juga ikut. tenang saja, aku juga sudah bertambah kuat benar kan hux?" kata deon menoleh ke hux yang sedari tadi memperhatikan mereka.
" iya tuan" kata hux seraya menganggukan kepalanya.
syalfa memperhatikan wajah- wajah teman- temannya yang penuh dengan keyakinan. syalfa mengangguk pasrah. apapun alasannya mereka akan tetap ikut dengannya.
" lalu, apa yang harus kita lakukan selanjutnya hux?" tanya deon .
" kita kan melewati hutan mireng, hutan itu adalah kawasan siluman laba- laba. berhati- hati lah , jika berjalan. jangan membuat kebisingan, siluman laba-laba sedikit bermasalah dengan penglihatannya. itu menguntungkan bagi kita, tapi sangat berbahaya bagi siapa saja yang terperangkap di jaringnya yang sangat lengket . jika itu terjadi, akan sulit untuk bebas, dan satu hal lagi. jangan pernah kalian menatap matanya. matanya bisa menghipnotis kalian" kata hux.
" aku pernah mendengar laba- laba memang membuat jaring untuk menangkap mangsanya. tapi menghipnotis? itu mustahil" kata rania yang juga di angguki deon.
" mereka bukan hewan laba- laba biasa, tapi siluman. kalian akan terkejut jika melihatnya. siluman laba - laba memiliki kaki yang panjang dan tajam, ada duri- duri yang tak kalah tajam di sekeliling tangan dan kakinya, dan mereka berkepala seperti manusia pada umumnya" jelas hux.
sedangkan syalfa dan nendra masih diam serasa memikirkan sesuatu.
" apa yang tidak mereka sukai" tanya syalfa memecahkan keheningan di antara mereka.
" bau yang menyengat dan api" kata hux.
"sepertinya aku ada ide" kata deon menatap mereka dengan senyum misteriusnya.
" apa?" tanya ketiganya serempak.
" kita baluri kulit kita dengan kotoran hewan bagaimana?" kata deon bersemangat.
PLAK
rania memukul deon dengan kuat," kau gila? yang ada selain bau. aku akan pingsan dan lagi. kulitku akan gatal- gatal! kau ini! .
" aku tidak setuju" kata syalfa dan nendra bersamaan. sedangkan hux menggelengkan kepalanya pelan.
" aku akan mencari bunga bangkai, baunya cukup menyengat aku yakin mereka tidak akan menyukainya. tapi.." kata hux mengantung.
" tapi apa?" tanya rania dan deon serempak.
" maaf wajah kalian sebaiknya di lumuri lumpur , agar wajah rupawan kalian tak terlihat" kata hux.
" maksudnya?" tanya nendra.
" siluman laba- laba sangat menyukai wajah yang rupawan, apa lagi lelaki tampan. karena banyak dari mereka berjenis perempuan. dan hanya 3 lelaki" kata hux menjelaskan.
" ya, aku mengerti" kata nendra.
hux bergegas mencari bunga bangkai untuk memuluskan rencana mereka. syalfa, nendra , rania dan deon mencari lumpur untuk menutupi wajah mereka yang putih mulus.