My Lover Is A Ghose

My Lover Is A Ghose
Terkejut



Syalfa pov


Aku menatap sosok di depan sana dengan waspada. aku berusaha tenang, walaupun hatiku merasa cemas. aku tahu, sosok ini sangatlah kuat.


"Auranya sangat kuat, aku merasa tidak asing dengan auranya. apa mungkin sosok itu pernah kita lawan 3 tahun lalu?" bisik Rania lirih di telingaku.


Aku hanya melirik sekilas rania yang berdiri dekat di sampingku. aku menangkap seringai sosok itu lagi." ternyata pendengarannya sangat bagus, berhati-hatilah rania" ucapku pelan masih menatap sosok itu tajam.


semilir angin berhembus kencang , aku merasa situasi ini seperti kembali di masa lalu di mana kami dulu berperang dengan makhluk yang berjumlah cukup banyak . dan sekarang, kami mengulanginya lagi, namun kali ini aku hanya berdua dengan sahabatku rania.


Aku melihat sosok itu mengangkat tangan kirinya membuatku lebih menatapnya dalam, aku menunggu akan apa yang terjadi selanjutnya. aku tahu, itu adalah sebuah kode untuk memberi perintah .


Tepat, tebakanku sangat tepat. 4 roh yang melayang di atas sana, mendekat ke arah kami.


Rania mundur sambil menarik tanganku. apa mungkin ROH bisa menyentuh?


GREP


Aku terhenyak saat kedua roh itu memegang tangan kanan dan kiriku, begitu juga dengan rania.


aku kembali terkejut saat kedua Roh itu membawa tubuhku melayang.


"Lepas!!" pekikku sambil mengibaskan tangan kananku.


tubuhku melayang melewati tubuh mario yang masih nyaman dengan tidurnya.


Aku di bawa ke ujung ruangan dengan tangan kanan dan kiriku masih di pegang kuat, kedua kakiku juga otomatis terikat sebuah tali. entah sejak kapan tali itu melingkar kuat, aku sendiri tidak tahu. tapi ini bukanlah tali biasa, terlihat jelas ada cahaya yang muncul dan redup saat aku menggoyangkan kakiku.


Aku menatap kedepan. di mana sosok itu menatapku dari bawah sana. ya, aku di tahan di atas dengan menempel di sebuah dinding batu berlumut. seperti sebuah lukisan hidup bukan?


Aku melihat rania yang keadaannya sama sepertiku. kali ini aku melihat rania yang dulu telah kembali, wajahnya tenang dan terlihat dewasa. aku tersenyum tipis melihatnya. setidaknya aku tidak terlalu mengkhawatirkannya nanti. karena jujur saja, aku merindukan rania yang dulu.


Aku menutup kedua mataku saat tiba-tiba sebuah cahaya berwarna biru bersinar terang.


Silau sekali, Cahaya apa itu?


Aku kembali membuka mata setelah merasa cahaya itu mulai meredup. aku melihat 4 sosok yang menjaga mario berdiri mengelilingi lingkaran bening yang melindungi mario.


" Apa cahaya itu berasal dari tubuh mario?"


Sosok pemimpin itu berjalan dengan tegas, kakinya melayang dengan tubuhnya yang mengeluarkan sebuah asap hitam yang mengikuti kemanapun sosok itu pergi.


" Jangan!!" aku menggeleng kuat saat sosok pemimpin itu sudah dekat dengan mario, tangannya menjulur dengan kukunya yang tajam.


aku menelan salivaku, jantungku berdebar tak menentu.


aku menggoyangkan tubuhku dan kakiku kuat, berusaha melepaskan cengkaraman roh yang terus mencekal kedua tanganku.


Usahaku terhenti saat aku mendengar suara yang cukup keras di pendengaranku.


BRUAK


ternyata tubuh sosok pemimpin terpental jauh, beberapa roh mencoba melindungi sosok itu dengan berusaha menopang tubuhnya. namun sosok itu tetap terpental menubruk dinding di sebelahku. membuatku melonggo kaget di buatnya.


Aku meringis ,saat ku lihat sosok itu memuntahkan sesuatu dari dalam mulutnya, sebuah cairan kental kehitaman menetes ke tanah.


sosok itu bangkit dan kembali melayang di udara. tatapannya tajam , kali ini asap hitam di tubuhnya semakin pekat, aku terkejut saat tiba-tiba tatapannya mengarah kepadaku. lalu, seringai iblisnya kembali muncul membuatku merinding.