
Manda menatap wajah Nendra dengan wajahnya yang sembab dan penampilannya yang sudah tidak berbentuk, namun wajah cantiknya masih terlihat.
Setelah puas menangis Manda berusaha untuk kuat dan tenang. kini keduanya kembali berhadapan.
"Aku mengerti, mungkin saat ini kamu hanya merasa bosan denganku ndra, kita sudah sama-sama sedari kita kecil sampai saat ini. aku terima keputusanmu, tapi datang lah padaku jika kamu membutuhkanku dan mau kembali, aku akan tetap menunggumu. apa boleh aku meminta sesuatu padamu Ndra?"
"Apa?".
"Jangan beritahu kepada siapapun tentang ini. termasuk kedua orang tua kita".
"Itu tidak mungkin Manda".
"Ku mohon, aku tidak mau jantung Ayahku kambuh karena mendengar berita ini. demi persahabatan kita ndra" Manda menangkupkan kedua tangannya di depan dada, berharap Nendra mengabulkannya.
Nendra terdiam sejenak memikirkan permintaan Manda yang kini telah resmi menjadi mantan tunangannya.
"Baiklah" .
"Terimakasih Ndra, kalau begitu aku pamit pulang" Manda segera beranjak, ia tidak sanggup jika terus berlama-lama di dekat Nendra saat ini, takut tidak bisa mengontrol dirinya sendri.
Nendra juga beranjak" Biar aku antar, ini sudah larut Malam".
"Tidak perlu ,Aku mau menginap di rumah sahabatku"
"Tidak apa, biar aku antar" Nendra tetep kekeh dan menarik tangan Manda agar mau mengikutinya.
Manda hanya pasrah mengikuti langkah Nendra."Tolong Ndra jangan seperti ini,itu membuat hatiku semakin tak rela untuk melepasmu".
"Maafkan aku, aku berjanji setelah ini aku akan bersikap lebih baik padamu. sebagai wujud permintaan maafku padamu Manda. kau gadis baik, semoga setelahnya kau mendapatkan seseorang yang benar-benar mencintaimu".
Di Sepanjang perjalanan Keduanya sama-sama diam. Nendra yang memang tak banyak bicara dan Manda yang memilih menatap keluar . perasaannya benar-benar kacau malam ini, tapi Manda berusaha untuk tenang dan tak menangis lagi di hadapan Nendra. ia tidak ingin Nendra mengasihaninya.
"Man, Manda" Panggil Nendra yang melihat Manda yang masih melamun.
Manda menoleh dengan wajah sembab dan mata sendunya. Membuat hati Nendra ikut sedih melihatnya.
"Ah iya Ndra, Ada apa?" tanya nya."
"Ini sudah sampai" .
Manda menatap ke sekeliling, ternyata benar sudah sampai.
"Kalau begitu aku turun Ndra, hati-hati di jalan" Pamitnya sambil membuka pintu mobil.
"Manda" panggil Nendra membuat langkah Manda terhenti.
"Iya"
"Kau baik-baik saja?"
Manda mencoba tersenyum dan mengangguk, kemudian ia berbalik melanjutkan langkahnya. Air matanya kembali jatuh mengikuti langkah kaki yang semakin menjauh .
"Kenapa jarak ini semakin jauh Ndra, sangat sulit bagiku untuk menggapaimu. sakit Ndra, sangat sakit" tangannya meremas dadanya menahan rasa sesak yang membuatnya sangat sulit untuk bernafas.
Nendra masih diam di tempatnya masih menatap punggung manda yang membelakanginya. ia tahu dirinya sudah menyakiti gadis itu terlalu dalam. ia tahu perjuangan Manda yang selalu sabar menantinya selama bertahun-tahun. tapi Nendra juga tidak bisa memaksakan perasaannya terus menerus. apa lagi kini ada Syalfa di dekatnya.
Setelah di lihatnya Manda sudah benar-benar masuk ke dalam. baru lah Nendra meninggalkan tempat itu.
Di sepanjang perjalanan menuju pulang, pikirannya terasa kalut. Apa yang ia lakukan setelah ini? bagaimana ia menikah tanpa orang tuanya tahu.
Nendra yang awalnya akan memberitahu kedua orang tuanya yang berada di luar negri untuk mengunjungi Neneknya mengurungkan niatnya. ia berfikir takut orang tuanya malah memberitahu neneknya yang amat menyukai Manda. walaupun suatu saat nanti juga Pasti akan tahu.
Niatnya itu di utungkan, ia memilih untuk mengakhiri hubungannya terlebih dulu dengan Manda baru akan memberitahu mereka. tapi permintaan Manda tadi membuatnya kembali mengurungkannya.
memang tidak baik, tapi dirinya juga memikirkan kesehatan Nenek tersayang.