
perjalanan menuju ke kota G membutuhkan waktu yang cukup panjang yaitu 5 jam perjalanan , mungkin jika melajukan mobil dengan kecepatan standart bisa menempuh 7-8 jam. kali ini mereka beruntung karena jalan yang mereka lalui tidak mengalami kendala.
mobil kini berbelok keluar dari jalan raya dan masuk ke jalan besar namun sepi, karena mulai melalui hamparan ladang yang luas.
rania dan ike menatap pemandangan yang sudah 3 tahun ini tidak dilihatnya, bahkan untuk melihat kembali pun mereka sangat enggan, tidak ada terlintas fikiran untuk kembali ke tempat ini kembali.
sebuah ladang yang luas dan hutan rimbun yang jaraknya cukup jauh dari jalan yang mereka lalui, namun hutan itu masih terlihat.
mobil yang di kendarai oleh mail dan deon kini masuk ke dalam gapura besar yang telah gosong akibat terlalap api , kemudian hamparan lahan yang luas dengan puing- puing sisa- sisa kebakaran ada garis polisi yang membentang luas disana dengan keadaan yang sudah tidak karuan, mungkin efek cuaca buruk terkena angin dan hujan selama beberapa tahun.
di tambah sebuah papan peringatan dengan sebuah tulisan yang cukup besar." Dilarang keras memasuki area ini!!!"
mereka semua keluar dari mobil mail ,ike dan rania berdiri di samping mobil menatap ke sekeliling yang membuat ingatan masa lalu itu seakan kembali.
galen, deon dan nendra berjalan mendekat dimana rania ,ike dan mail berdiri.
" kenapa kita ke tempat seperti ini?" tanya deon yang berdiri di samping rania.
" iya, tempat ini membuatku tidak nyaman. seperti ada sesuatu disini" kata galen.
rania hanya menoleh ke arah deon sekilas, lalu menatap nendra yang masih menatap tubuh syalfa di dalam mobil.
" ka nendra, bisa kah kau menggendong syalfa keluar?" tanya rania.
" tentu" jawabnya langsung membuka pintu mobil dan meraih tubuh syalfa hingga masuk ke dalam dekapannya.
rania , ike dan mail berjalan ke samping pojok di bawah pohon besar. disana ada sebuah gundukan yang cukup besar dengan tertancap sebuah papan yang menandakan gundukan itu ada tubuh- tubuh manusia yang terkubur di dalamnya.
rania ,ike dan mail menatap gundukan itu dan membacakan sebuah doa untuk semua teman- temannya. " semoga kalian bahagia disana" kata rania menatap kundukan itu.
" apa ini sebuah makam? makam siapa?" tanya galen.
" teman- teman kami dan juga dosen kami" jawab ike menatap gundukan itu sedih.
" jadi, apa berita yang beredar tentang kalian itu benar?" tanya deon dengan jantung yang mulai berdebar .
" iya, itu benar ini sudah 3 tahun lalu. dulu disini berdiri sebuah kampus yang sangat mewah dan megah, namun tidak disangka di balik kemegahannya dengan nama yang tersohor itu mengandung banyak misteri. hingga membuat kami terjebak dan bertahan hidup, kami sudah mengalami masa- masa dimana harus melihat makhluk dan siluman yang mengerikan, bersembunyi dari tempat ke tempat lain, bertahan hidup tanpa makan dan minum, memakan daging kelelawar dan ular hanya untuk bertahan hidup, kami harus membunuh satu sama lain hanya untuk bertahan hidup, hah sungguh miris" kata ike tersenyum getir mengingat kejadian itu.
" lalu, kenapa kalian mau kembali kesini?" tanya galen.
" aku mengerti" kata deon.
" lalu, kita harus kemana?" tanya galen.
" kita masuk ke dalam hutan" kata rania.
angin berhembus kencang, membuat tubuh mereka merasakan hawa dingin yang menusuk kulit.
rania berjalan di paling depan sebagai petunjuk arah.
" kalian berhati- hatilah" kata karina yang tiba- tiba muncul di samping mereka.
" kau!!" kata mail, ike dan rania kompak.
" iya ini aku" kata karina tersenyum.
" kenapa kau masih berada disini? bukankah om andika telah selamat?" tanya rania.
" iya, tapi aku berubah pikiran, aku akan selalu bersamanya sampai dia mau menikah kembali" kata karina.
" lalu, kenapa kamu ada di tempat ini lagi?" tanya ike.
" aku kesini untuk melindungi kalian, ki wicak telah memberitahuku untuk membimbing kalian" kata karina.
" oo, lalu kenapa kami bisa melihatmu?" tanya mail.
" itu karena aku menunjukan wujudku pada kalian, makanya kalian bisa melihatku, apa lagi aku kini telah belajar tentang menampakan dan menyamarkan wujudku" jawab karina.
" heh, bisa begitu juga?" kata rania.
" tentu, apa ini teman baru kalian? tampan- tampan sekali" kata karina antusias.
" hust ,ingat tante itu udah tua, udah jadi hantu . jangan genit" kata ike memperingati.
" hah, mengagumi itu tidak ada salahnya bukan, lagi pula di hatiku tetap andika seorang" jawab karina dengan bibir yang mengerucut kesal.