My Lover Is A Ghose

My Lover Is A Ghose
Kedatangan Orang tua Deon



Hanya membutuhkan waktu 30 menit setelah Nendra menghubungi kedua orang tua Deon. kini kedua paruh baya itu sudah sampai di rumah Rania. Di depan rumah, Nendra dan Syalfa sengaja menyambut kedatangan keduanya.


"Om , Tante" sapa Nendra saat keduanya berjalan mendekat setelah turun dari mobilnya. terlihat sekali dari penampilannya yang tidak serapih biasanya. mungkin karena terburu-buru saking mengkhawatirkan keadaan Deon.


"Nendra" sapa Om yang menepuk pelan bahu Nendra dan menerima uluran tangannya untuk bersalaman.


Di ikuti oleh Syalfa yang ikut berjabat tangan sambil tersenyum ramah.


"Siapa ini" tanya mamah Deon yang melihat gadis cantik di samping teman Nendra.


Nendra tersenyum " Nanti aku jelaskan di dalam, silahkan masuk om, tante" .


Mereka mulai memasuki rumah yang terlihat sepi, toko roti di lantai satu memang sengaja di tutup untuk sementara sampai semua aman kembali.


"Dimana Deon?" tanya Mamah Deon sambil mengamati lantai satu.


"Di lantai atas tante" jawab Nendra "Lewat sini" tunjuknya ke sebuah tangga yang terlentak Di ujung Ruangan.


Mereka mulai menaiki anak tangga satu persatu. Nendra mempersilahkan kedua orang tua Deon lebih dulu, di susul Syalfa dan kemudian dirinya. Nendra khawatir akan ada yang mengganggu di sela-sela jalannya. jadi ia memilih untuk berada di paling akhir.


Sesampainya di lantai Dua ,Nendra berjalan menuju ke kamarnya di ikuti Syalfa dan kedua orang tua Deon.


CEKLEK


Pintu terbuka dengan perlahan, pemandangan di depan sana membuat kedua orang tua Deon menatap kedua manusia itu dengan tatapan bingung dan juga Heran.


Pasalnya di samping putra mereka, ada seorang gadis yang tertidur dengan posisi terduduk . kepalanya menyender ke ranjang dengan tangan yang saling menggenggam. lebih tepatnya tangan Gadis itu yang menggenggam telapak tangan sang Putra.


Mereka masuk dengan langkah yang pelan, takut mengganggu kedua sejoli yang entah tidur atau pingsan?


"Siapa gadis ini?" tanya Mama Deon pada Nendra. ia bukanlah orang tua yang gegabah dan bar-bar yang akan langsung melabrak atau memarahi seseorang tanpa mau mendengarkan penjelasan terlebih dulu.


"Duduk dulu Tante, Om. kami akan jelaskan siapa kami dan apa hubungan kami dengan anak anda" Sahut Syalfa.


Huft


Nendra menghembuskan nafasnya sekedar untuk menenangkan degub jantung yang membuatnya sulit untuk mengeluarkan suaranya.


" Wanita yang berada di samping saya saat ini, dia istriku namanya Syalfa. Sedangkan wanita yang tertidur di dekat Deon. Dia.. Dia Rania, istri dari Deon".


"APA!!" Pekik kedua Orang tua Deon terkejut.


"Iya Om, tante.. kami sudah menikah kemarin" ucap Syalfa membenarkan.


Terlihat jelas papa Deon yang menghembuskan nafasnya berulang kali, menahan rasa amarah dan juga kecewa.


"Kenapa? apa alasannya ? kenapa mendadak sekali? sejak kapan Deon dan wanita itu berhubungan? setau kami Deon hanya dekat dengan anak Billy yang bernama Gesy. Dan kamu Nendra, bukankah kamu sudah bertunangan dengan Manda? " tanya Mama Deon beruntun.


"Iya Ndra, apa orang tuamu tahu tentang ini" Sahut Papa Deon menimpali.


"Aku dan Manda sudah memutuskan pertunangan kami, tapi kedua orang tua ku dan Manda belum mengetahui akan hal ini. itu atas permintaan dari Manda sendiri demi menjaga kesehatan Ayahnya. Dan aku menyetujuinya, aku sendiri merasa bersalah padanya jadi aku menerima syarat darinya.


Orang tuaku juga belum mengetahui tentang pernikahan kami , pasti Om dan tante sudah paham sampe disini tanpa harus aku jelaskan" kata Nendra yang di angguki keduanya.


"Kami tidak akan ikut campur , tapi kalau boleh kami memberi saran. sebaiknya kalian cepat mendatangi kedua orang tua mu Ndra. sebelum mereka tahu dari orang lain".


"Iya Om" jawab Nendra dan Syalfa serempak.


"Lalu mengenai Deon dan istrinya?".tanya Mamah Deon.


"Sepertinya kami tidak bisa menceritakannya lebih detail , biar Deon saja yang menceritakannya langsung nanti".


"Iya, Om mengerti".


Mereka kemudian kedua sejoli yang entah kapan mereka akan terbangun.