
Tubuhnya bergetar menahan rasa sakit di leher belakangnya, wajahnya perlahan memucat dengan bulir- bulir keringat di sekujur tubuhnya. rasa lemas dan kaki yang mulai bergetar hebat. itu lah yang di rasakan syalfa saat ini.
tangannya masih mencengkram kuat pada laba- laba yang masih terus menghisap darahnya.
kuku-kukunya sampai menancap pada punggung laba- laba yang masih kuat menempel itu, tapi tidak membuat laba- laba itu melepaskan gigitannya.
pandangannya mengedar menatap nendra yang masih di pegang erat dengan mulut di bekap oleh hux agar tidak berteriak.
syalfa tau, nendra berusaha untuk menolongnya. matanya berpindah menatap rania dan deon yang masih mematung menatapnya. syalfa tau, mereka diam seperti itu karena di sebelah nya juga banyak segerombolan laba- laba yang akan menerkamnya jika mereka bergerak dan bersuara. apa lagi kini pandangan semua laba- laba mengarah ke arahnya.
mungkin bau darahnya menarik perhatian mereka, syalfa tahu. laba- laba ini bukanlah laba- laba sembarangan.
syalfa tersenyum getir tak kala melihat beberapa dari mereka mendekat ke arahnya.
" Mario, mungkin sebentar lagi aku akan menyusulmu. tidak hanya bertemu, tapi kita akan bersama selamanya" kata syalfa lirih, ada cairan bening menetes di pelupuk matanya.
nendra yang melihat syalfa mulai lemas dan meneteskan air matanya menjadi semakin gelisah, apa lagi banyak laba- laba yang berjalan mendekat ke arah nya.
nendra kini meronta lebih kuat, kakinya menendang hux dengan membabi buta. kini dalam fikirannya, keselamatan syalfa yang utama.
BRUK
hux terjatuh, akibat tendangan dan serangan kuat dari nendra. nendra yang sudah terbebas bergegas berlari ke arah syalfa dan menancapkan pisau lipat ke punggung laba- laba itu , tak hanya itu . di tariknya pisau lipat itu ke arah atas sehingga membuat laba- laba itu terbelah menjadi dua bagian.
nendra menarik kuat laba- laba itu dari leher syalfa dan membuangnya asal. nendra merobek bajunya untuk mengikat leher syalfa yang berdarah.
" Aakh"
lagi- lagi nendra menancapkan pisau itu kuat dan mengoyak ngoyak laba- laba itu hingga hancur.
namun tak laba kemudian laba- laba yang hancur itu kembali utuh. hal itu membuat syalfa dan nendra terkejut.
syalfa melirik laba- laba bermata merah yang menggigitnya sebelumnya. laba- laba itu kembali ke bentuk aslinya dan apa itu? kepala laba- laba itu berubah menjadi kepala manusia dengan taring di kedua sisinya.
dari mulutnya mengeluarkan seutas benang putih mengarah ke arah nya dan nendra. sontak syalfa menarik nendra dengan kuat.
keduanya berhasil menghindari serangan itu. tapi keduanya kembali terkejut saat merasakan sesuatu pada kakinya.
mata syalfa dan nendra membulat dengan sempurna. ribuan laba- laba merayapi kakinya, berjalan dari telapak kaki, betis , lutut.
syalfa bergegas menyingkirkan segerombolan anak laba- laba itu. begitupun dengan nendra. keduanya sibuk menyingkirkan ribuan anak laba- laba yang bertaring itu.
hingga tidak memperhatikan ada bahaya lain yang mengincar mereka.
melihat sahabatnya dalam bahaya , rania tak tinggal diam dia mengambil sebalok kayu yang tergeletak di sana. rania berlari dan melayangkan balok kayu itu ke arah laba- laba bermata merah yang kini menjelma menjadi manusia separuh laba- laba.
" Hiyaaa.." rania memukul tepat di punggungnya , namun meleset.
serangannya sudah terbaca oleh laba- laba bermata merah itu.
ternyata laba- laba bermata merah sudah mendengar derap langkah rania , saat rania berlari ke arahnya.