My Lover Is A Ghose

My Lover Is A Ghose
Mengambil batu permata biru kembali



syalfa meminta dayang usa untuk menyiapkan pakaian seorang pelayan kerajaan buaya putih , sebagai penyamarannya agar tidak di kenali anggota kerajaan nanti.


syalfa mengenakan gaun sederhana , berwarna biru polos , rambutnya di di ikat setengah dan di beri kepangan sederhana di bagian atasnya. syalfa membiarkan telinga dan lehernya polos tanpa perhiasan. kini di ambilnya cadar yang juga sudah di persiapkan oleh dayang usa untuknya.


syalfa menatap penampilannya di depan cermin besar di dalam kamarnya.


" hemm, sempurna" ucapnya dengan tersenyum manis di balik cadarnya.


lalu, sebuah ketukan kecil terdengar. syalfa diam mendengarkan ketukan pintu itu dengan baik.


tok.. tok..tok..tok..tok..


lima kali ketukan, itu adalah sebuah tanda, bahwa aula istana dalam keadaan aman tanpa penjaga.


syalfa segera membuka pintu perlahan ,setelah mendengar langkah kaki seseorang telah menjauh.


syalfa meloncat dari pohon ke pohon, beruntung kediamannya berada di dekat taman dengan banyak pohon yang berjajar di sana.


sesekali syalfa bersembunyi. saat seorang penjaga melewati pohon tempatnya bersembunyi. '' aku harus cepat, sebelum mereka menyadari aku tidak berada di kamar itu".


syalfa kembali meloncat turun dari pohon, saat melihat penjaga sudah tak terlihat lagi. kakinya cepat, melewati tiang- tiang besar istana yang berjajar di setiap lorong menuju aula. matanya terus melirik kesana kemari, kadang tubuhnya menghimpit ke dinding, saat telinganya menangkap suara aneh.


syalfa melihat pintu besar yang dia yakini bahwa itu adalah ruangan yang di carinya. syalfa menoleh ke belakang, memastikan tindakannya tidak di ketahui orang lain. tangannya dengan gesit membuka pintu tanpa mengeluarkan suara dan bergerak cepat menutupnya kembali.


syalfa segera berlari menaiki tangga aula dengan cepat. hingga pandangannya kini tertuju pada batu permata biru yang kembali bercahaya saat dirinya datang.


" apa kau menungguku sayang? aku datang untuk menjeputmu" kata syalfa menatap batu permata itu sendu, tangannya terulur membuka kaca yang menghalanginya.


tanpa halangan apapun batu permata biru itu kini berpindah ke tangannya, syalfa mencium batu permata biru dengan air mata yang mengalir di pipinya.


" aku merindukanmu sayang, sangat merindukanmu" kata syalfa.


BRAK


pintu aula terbuka dengan kasar, hingga membuat syalfa terkejut dan langsung menyembunyikan batu permata biru itu di balik gaunnya. tangannya mengusap kasar air mata yang telah membasahi pipinya.


" putri, cepat kembali.. tadi aku melihat raja berjalan menuju kediaman putri" kata dayang usa panik.


syalfa langsung berlari secepat kilat, entah kekuatan dari mana, kakinya dengan lincah melompat kesana kemari, melewati dayang usa yang terkejut dengan cara syalfa berlari. merasa junjungannya telah pergi lebih dulu meninggalkannya, dayang usa segera tersadar dari keterkejutannya dan segera berlari menuju dapur untuk mengambil sesuatu.


****


" raja" .


raja yang merasa, ada yang memanggilnya menghentikan langkah dan berbalik menatap orang yang memanggilnya.


" permaisuri? kenapa kau ada disini?" tanyanya heran, menatap permaisurinya curiga.


" hamba mencari raja, karena hamba telah lama menunggu di tempat pesta, namun kanda tidak kunjung kembali" jawab permaisuri dengan menggelayut manja di lengan kekar raja.


" aah, maaf. aku ada urusan penting tadi, sebaiknya kau segera kembali melanjutkan pesta, nanti aku akan menyusul" kata raja.


" lebih baik kita kembali bersama raja, hamba ingin menghabiskan arak bersama" kata permaisuri.


" aku akan mengunjungi putri sya lebih dulu untuk memastikan dia baik- baik saja" kata raja lalu berjalan kembali.


permaisuri mengikuti langkah raja, hingga pandangannya tertuju pada sebuah kamar dengan pintu yang sedikit terbuka.


" raja, bolehkah hamba melihat kamar pengantin itu" tanya permaisuri.


tanpa menunggu jawaban raja, ia segera masuk ke kamar pengantin raja dan putri sya( nama panggilan syalfa).


raja akhirnya ikut masuk ke kamar pengantinnya karena tarikan kuat permaisuri cwen.


permaisuri cwen langsung membaringkan tubuhnya di atas ranjang pengantin yang sudah di hias dengan kelopak bunga mawar yang sangat indah.


" apa yang kau lakukan! kau telah merusaknya permaisuri cwen" gertak raja kesal.


raja tidak ingin menambah suasana kamar menjadi berantakan, dia tau apa yang akan terjadi kemudian, jika dirinya masih berada di dalam kamar itu bersama permaisuri cwen. raja berjalan menuju pintu keluar, permaisuri yang melihat raja hendak pergi, segera berlari untuk mengunci pintu.tangannya menarik raja dan mendorong tubuh raja ke ranjang pengantin. di ambilnya botol pemberian tabib, yang ternyata sudah di letakan di dekat ranjang. permaisuri memasukan paksa dua botol ramuan ke mulut raja.


"uhuk..uhuuk..aa..apa yang kau lakukan! " bentak raja setelah cairan itu berhasil melewati kerongkongannya. raja mendorong tubuh permaisuri yang menghimpit tubuhnya ke samping ranjang.


" si**al" umpat raja lalu buru- buru beranjak untuk pergi sebelum ramuan itu bereaksi pada dirinya. belum sampai ke pintu, tubuhnya kejang seperti tersengat aliran listrik yang membuat hasratnya meningkat.


permaisuri yang melihat gelagat raja segera mendekat dan mengalungkan tangannya ke leher raja, mendorong tubuh raja kembali ke ranjang dan menghimpitnya.


permaisuri melepas semua pakaiannya hingga tak tersisa dan langsung menyerang raja yang sudah gelisah menahan hasratnya yang sudah memuncak.


keduanya kini beradu, memuaskan hasrat yang sudah menguasai diri mereka. suara aneh mulai terdengar, dengan erangan kenikmatan di dalam kamar pengantin yang sudah di hias indah itu.