My Lover Is A Ghose

My Lover Is A Ghose
Sekumpulan kunang-kunang



Syalfa meringis menahan sakit saat merasakan ada sesuatu yang mendorongnya untuk mengejan. Nendra segera mengangkat tubuh Syalfa dan membaringkannya di ranjang mereka.


Mamah Anggi cepat tanggap, ia sudah pernah merasakan persalinan. jadi tentu tau apa yang sedang di alami oleh Syalfa saat ini.


Apa lagi, tadi dia juga melihat adanya cairan yang tercecer di lantai . mamah Anggi segera mengambil air hangat , handuk dan beberapa peralatan lain dan meletakannya di samping tempat tidur Syalfa.


Hujan deras , angin dan petir diluar sana tiba-tiba berhenti. aneh sekali bukan?


Malam menjadi terasa sunyi tanpa suara-suara yang selama ini selalu membuat mereka resah dan juga gelisah.


Sosok Milen juga telah selesai melakukan tugasnya dan langsung pamit membawa anak-anak Rania yang sudah lahir dan tentu hanya ada tiga bayi manusia yang berada di dekat sang Momy. awalnya Rania sangat berat. walaupun ke empat anaknya berwujud ular namun mereka tetap anaknya. dia yang mengandung dan juga melahirkan, Milen tentu selalu memberikannya pengertian dan janji-janji nya. mereka akan datang setiap bulan, tapi harus menunggu anaknya beranjak sedikit dewasa menurut kaum ular, agar tubuhnya bisa menyesuaikan diri saat kembali nanti.


Deon juga selalu memberi peringatan dan nasehat bahwa ini semua demi kebaikan sang anak. setelah lama di bujuk akhirnya Rania menyetujuinya.


Sesosok lelaki tampan memasuki kamar yang khas aroma bayi yang baru lahir itu, dia mulai mendekat ke arah ranjang seorang wanita yang tengah berjuang antara hidup dan mati. seorang wanita yang masih di cintainya sampai saat ini. namun takdir tidak menyatukan cinta mereka. dan kini dia akan menyaksikan sang wanita tercinta melahirkan seorang bayi hasil pembuahan dari pria lain dan memiliki kekuatan dari dirinya.


"Mario" seru Nendra.


"Ya aku datang, saat merasakan Syalfa dalam keadaan tidak baik, Maaf aku terlambat. karena di perbatasan hutan terlarang juga di serang".


"Iya, aku tahu. aku mengkhawatirkannya" Kata Nendra sendu sambil mengelus rambut Syalfa yang kini tengah memejamkan kedua matanya karena menahan kontraksi yang amat kuat."Sepertinya bayi kami akan lahir, tapi ini baru 7 bulan, apa ini tidak berbahaya?".


"Mereka akan baik-baik saja, percayalah" kata Mario menenangkan.


"Aaaaaa"


Syalfa akhirnya berteriak saat bayinya seperti mendorongnya untuk mengejan.


"Kamu bisa sayang, Aku mencintaimu"


Cup


Nendra memberikan semangat dengan mengucapkan kata romantis dan sebuah kecupan, tangannya menggenggam erat tangan Syalfa yang basah karena keringat.


Huh


Huh


Huh


Eeeggggh


"Bagaimana ini Mario , siapa yang akan membantunya melahirkan, aku sungguh tidak tahu tentang wanita melahirkan" Nendra jadi bingung dan panik melihat Syalfa yang terus mengambil nafas dan mengejan.


"Biar tante saja, tante sudah selesai membersihkan ketiga bayi Rania"


Terdengar Suara Mama Anggi yang kembali menghampiri keduanya.


Tadi dia memang sudah menyiapkan persiapan persalinan Syalfa, namun dia harus kembali ke ranjang Rania saat melihat Deon yang kebingungan untuk membersihkan tubuh ke tiga bayi Rania. Walaupun ada papa Doni yang membantunya, tapi tetap saja lelaki paru baya itu juga selama ini hanya sibuk bekerja, Deon dulu hanya di urus nenek juga istrinya. jadi sekarang lelaki baya itu hanya bisa menggendong cucunya saja.


"Tapi Tan, Rania dan anaknya bagaimana?" tanya Nendra sungkan.


"Rania sedang di Bersihkan Deon, sedangkan bayi mereka sedang di jaga papa Dion, jadi semua aman" terangnya sambil mulai duduk di bawah kaki Syalfa.


"Maaf Tante coba liat ya, udah waktunya lahir belum? sebenarnya tante juga kurang tahu banyak, tapi semoga tante bisa membantu ya.Dari pada sama sekali" kata Tante Anggi.


"Iya T an" jawab Syalfa lirih sambil menekuk kedua kakinya dan melebarkannya, di bantu Tante Anggi yang mulai menutup ************ Syalfa dengan selimut seadanya.


"Waaah , cepat sekali . Kepalanya sudah kelihatan" Seru Mamah Anggi yang nampak gugup .


"Kalau Pengen Mengejan lagi, Kamu mulai tarik nafas dan dorong ya" pinta Mamah Anggi.


HuH


Syalfa mulai kembali mengatur nafasnya Saat kontraksi mulai datang kembali.


akibat angin yang tengah datang itu membuat jendela kamar terbuka sebagian. semua orang langsung menatap penuh kewaspadaan .


Dari arah kejauhan terlihat sebuah cahaya berwarna kuning berkelap kelip, entah itu cahaya apa? namun cahayanya cukup indah seolah menerangi malam yang kelam.


Nendra,Deon, Mario,Papa Doni, Rania dan Mama Anggi seolah terkejut dengan Apa yang mereka lihat.


Apa ini salah satu keajaiban dari alam?


Sekumpulan kunang-kunang masuk ke kamar mereka melalui celah jendela yang terbuka. layaknya sebuah pasukan yang siap siaga memasuki area tempur dengan berbaris layaknya sekumpulan pasukan, jumlahnya sangat banyak berterbangan mengintari kamar yang hanya di terangi oleh lilin-lilin yang semakin lama semakin mengecil dan cahayanya tidak seterang sebelumnya.


Cahaya dari kunang-kunang itu membuat beberapa pasang mata disana berbinar terang. melihat keindahan yang sangat jarang terjadi, bahkan seumur hidup mereka baru melihat sekumpulan kunang-kunang yang datang ke dalam rumah.


setahu mereka kunang-kunang ini biasanya suka sekali berada di sekitar danau atau hutan dan beberapa alam bebas yang memiliki alam indah .



Setelah mengitari kamar mereka seolah mengucapkan selamat salam. kunang-kunang itu mulai terbang ke arah Syalfa yang masih belum menyadari kedatangan ribuan kunang-kunang itu.


Sekumpulan kunang-kunang yang cantik kini berada di atas Ranjang Syalfa dan mulai membuat sebuah lingkaran dengan posisi Syalfa yang berada di tengah.


Aaaaaah


Huh huh


Aaaaa


Teriakan Syalfa membuat semua orang yang awalnya terpukau dengan keindahan dari ribuan kunang-kunang mulai kembali tersadar.


"Aah aku hampir melupakan tugasku" kata Mamah Anggi yang sempat terkagum-kagum kembali ke posisinya.


"Sedikit lagi, Syalfa dorong. ujung kepalanya sudah mulai keluar" seru Mama Anggi.


kunang-kunang di atas ranjang Syalfa yang membentuk lingkaran pun mulai berputar- putar semakin lama semakin ke bawah mendekat ke arah Syalfa yang berbaring.


Huh


Huh


Huh


Eeeggggh


"Lagi lebih kuat Syalfa".


"Kamu bisa sayang, kamu bisa"


"Ayo Syalfa"


Semua orang mulai memberikan Syalfa semangat,


Aaaaaaaaaaahhhhhhhhhh


Teriak Syalfa dengan sangat Nyaring, bahkan kepala Syalfa sampai menengadah ke atas dan sedikit terangkat.


Nendra segera beranjak sambil terus memegang tangan Syalfa.


begitu juga Mario yang berdiri di sisi lain Nendra seolah memberikan dukungan, walau dia hanya diam dan memperhatikan Syalfa.


Oeee


Oeee


Oeee