
CRANG
CERING
BRUGh
suara- suara pedang terdengar sangat nyaring, banyak sekali korban- korban yang berjatuhan.
terlihat Rehita juga bertarung melawan salah satu kaki kanan pangeran gagak hitam. keduanya bertarung dengan sengit. rehita melompat saat sebuah pedang hendak menebas kakinya. tubuhnya berputar seiring gerakan pedang yang terus bergerak menyerang setiap titik tubuhnya.
dengan nafasnya yang memburu sembari memberikan perlawanan, Rehina terus membantah dan menghindar setiap serangan yang di berikan kaki kanan itu padanya. jujur saja, kaki kanan pangeran gagak yang bernama Hux itu memang bukanlah tandingannya.walaupun dirinya seorang putri dari sebuah kerajaan gagak ,tapi dirinya justru tak di perbolehkan terlalu akrab dengan ilmu- ilmu bela diri. ayahnya sangat menyayanginya hingga takut dirinya terluka, walaupun sering sekali rehita secara diam-diam belajar ilmu bela diri, untuk jaga-jaga jika hal ini akan terjadi.
SREK
sebuah pedang menggores punggung rehita cukup dalam, membuatnya meringis kesakitan. entah sudah keberapa kali dirinya terkena tajamnya pedang. namun rehita masih terus berusaha memberikan serangan balik, kali ini dia harus bisa mengalahkan hux. " semoga kalian semua sudah pergi jauh dari sini" batinnya disela- sela pertarungannya. sebelum pernikahannya diadakan raja memang telah menyuruh beberapa prajuritnya untuk mengesekusi penduduk agar pergi meninggalkan kerajaannya.
raja tahu, kerajaan kecilnya ini tak sebanding dengan kerajaan timur dengan pasukan dan kekuatannya yang melebihi kerajaannya.
Aaagh
Deon mengerang menahan sakit, tak kala sebuah pukulan telak mengenai dada bidangnya, darah segar menyembur keluar dari bibirnya.
di dunia manusia, deon memang terkenal jago bertarung, tapi kali ini lawannya bukanlah seorang manusia, dirinya tidak memiliki ilmu yang sepecial, seperti tenaga dalam, sihir ataupun kekuatan lain.
sudah berulang kali deon mengerahkan kekuatannya untuk menyerang pangeran gagak yang sudah membunuh raja ronald .
namun lagi dan lagi dirinya lah yang kalah. terlihat jelas pangeran gagak menyeringai ke arahnya, senyuman sinis dengan raut wajah puas menatapnya.
deon masih terkulai lemas memegang dadanya yang terasa sesak dan juga ada rasa panas di dalam tubuhnya, deon terbatuk dengan diselingi darah segar mengenai lantai marmer ruangan itu.
" MATI LAH KAU MANUSIA LEMAH!!" teriak pangeran gagak mengarahkan pedang kesayangannya ke arah jantung deon.
deon memejamkan matanya pasrah, menerima serangan selanjutnya. tubuhnya benar- benar sudah tidak sanggup lagi melawan.
JLEB
BRUAGH
" TIDAK!!" teriak pangeran gagak hitam
deon membuka matanya saat dirinya tak merasakan sakit apapun ,justru malah mendengar suara sesuatu yang jatuh mengenai tubuhnya dan juga suara teriakan seseorang. dengan perlahan deon membuka matanya, terlihat jelas seorang wanita cantik mengerang kesakitan di atas tubuhnya.
" Rehita!" pekik deon terkejut.
" bodoh!!" umpat deon sambil bangun memangku tubuh rehita ke dalam dekapannya.
Rehita yang mendengar umpatan deon tersenyum sambil menatap lelaki yang sudah membuatnya jatuh cinta.
" kau wanita terbodoh yang pernah aku temui" kata deon sambil membersihkan darah yang keluar dari bibir rehita . terlihat air mata jatuh dari ujung mata deon, hatinya terenyuh dengan pengorbanan rehita untuknya.
" kau tampan" kata rehita dengan lemah, deon hanya mendengus mendengarnya.
" aku menci n tai mu" kata rehita mulai terbata.
tangannya menarik tengkuk deon agar wajahnya mendekat ke arahnya.
CUP
Rehita mencium bibir deon dengan lembut, lalu menggigit bibir bawahnya agar deon membuka mulutnya. saat bibir deon sedikit terbuka, sebuah bola kecil berwarna perak keluar dari mulut rehita dan masuk ke mulut deon. dengan perlahan bola kehidupan milik rehita menyatu ke dalam tubuh deon.
deon memeras dadanya yang terasa sangat sakit, rehita menjauhkan wajahnya menatap manik mata indah di hadapannya.
" A ku men cin t ai mu, sela mat tinggal" kata rehita lalu menghembuskan nafas terakhinya. tangan lembut yang sempat menyentuh seluruh wajah deon kini terkulai lemas .
deon kembali menitihkan air matanya sambil memeluk erat tubuh rehita. walaupun dirinya tidak mencintai wanita dalam dekapannya ini, tapi dirinya sangat menghargai cinta tulus wanita itu untuknya.
" manusia bodoh! kau sungguh beruntung!" suara tegas nan lemah itu membuat deon mengarahkan pandangannya pada seorang pria yang terduduk di lantai menatap tubuh rehita sendu.
"kau tahu, aku sudah mencintainya cukup lama" sambil tersenyum menahan rasa pedih di hatinya.
pangeran gagak menarik nafasnya dalam, tangannya pengusap air matanya dengan kasar.
"aku mencintainya dalam diam, mengamati setiap aktifitasnya setiap hari, melindunginya dari jarak jauh dengan menyuruh orang-orangku . aku selalu menyempatkan diri untuk melihatnya di malam hari supaya aku bisa tidur dengan tenang. hingga sebuah perjodohan itu datang untukku, ayahku memaksaku untuk menikahi putri sahabatnya. aku yang dulu lemah dan tak bisa menolak setiap permintaannya, aku tersiksa dengan hidupku sebagai seorang pangeran. hidup yang mengharuskanku menjadi sosok yang kejam dan arogan." pangeran gagak tersenyum getir mengingat semua kenangan di masalalu.
" aku merasa marah saat seorang melaporkan bahwa wanita yang ku cintai akan menikah, hingga rasa cemburu, kecewa, sedih semua bercampur menjadi satu. semua pengorbananku tak berguna. aku merasakan amarah besar yang tak bisa ku kendalikan" .
deon masih diam mendengar cerita pangeran gagak itu. deon mengerutkan keningnya saat pangeran gagak mendekat ke arahnya, pangeran menggenggam telapak tangan rehita yang sudah dingin. kemudian melanjutkan ucapannya.
" wanitaku telah menyerahkan bola kehidupannya padamu, itu tandanya, dia sangat mencintaimu. bola kehidupan itu akan selalu melindungimu dan memberikanmu kekuatan , semua kaum kami akan menunduk padamu. karena di dalam dirimu kini ada bagian dari kami. bolehkah aku membawa tubuhnya denganku" kata pangeran gagak lagi mengejutkan deon.
deon menatap wajah rehita , lalu menatap manik mata pangeran gagak yang sendu. tidak ada tatapan amarah dan arogan lagi, deon mengangguk memberikan persetujuannya.
" terimakasih" kata pangeran gagak tersenyum.
" namaku Velix, panggil aku jika kau membutuhkan bantuanku, aku akan membawa pergi tubuh rehita denganku, aku akan meninggalkan kerajaanku dan hidup baru dengan kenangan rehita. ambilah ini, benda ini akan membawamu ke mana tujuanmu selanjutnya. semoga berhasil" kata velix lalu menghilang dengan membawa tubuh rehita bersamanya.
deon menatap sebuah gelang pemberian velix. deon mengedarkan pandangannya menatap pemandangan menyeramkan di sekelilingnya, banyak jazad yang tergolek dengan darah berceceran di mana- mana. matanya menatap beberapa kesatria yang deon yakini itu adalah pengikut velix.
" hormat kami pangeran" kata mereka semua.
deon tak menjawab , hanya menatap mereka bingung. hux yang tau maksud tatapan deon kembali berucap.
" gelang di tangan anda, adalah gelang turun temurun dari kerajaan kami, raja velix telah memberikannaya pada anda. itu tandanya, anda sekarang menjadi tuan kami" kata hux tegas.
" apa maksudmu? aku tidak mau" kata deon tak kalah tegas.