My Lover Is A Ghose

My Lover Is A Ghose
Berkumpul



Mobil yang di kendarai Nendra mulai memasuki halaman hotel, disana sudah banyak mobil yang terjejer dengan rapi. Mereka tahu pemilik mobil itu satu per satu.


Keduanya mulai turun dari mobil setelah memarkirkan mobilnya sesuai tempat, Syalfa menggandeng kedua anaknya agar mengikutinya menuju ke arah sahabat nya yang sudah berdiri menyambut kedatangan mereka.


Sedangkan Nendra hanya melihat sekilas, Lalu berjalan ke bagasi mobilnya untuk mengambil 2 buah koper untuk di bawanya masuk ke dalam hotel.


"Hai, kenapa kalian sudah berada disini. bukankah tadi ada di restoran?" tanya Syalfa basa basi sambil mencium pipi Rania.


"Ya, tapi kami sudah selesai mengisi perut kami" jawabnya lalu mereka mulai masuk ke dalam Loby sambil berbincang-bincang.


Tak lama, Nendra menyusul dengan membawa 2 koper di tangan kanan dan kirinya. setelah Nendra mulai dekat, Syalfa memencet tombol lift.


Mereka mulai masuk ke dalam lift saat pintu lift sudah terbuka , Setelah memastikan semua masuk Syalfa menekan angka 8 .


"Dimana anak-anak kalian?" tanya Nendra karena hanya melihat Rania dan Deon yang masih sibuk dengan ponsel di tangannya.


"Mereka ada di ruang lantai 8 bersama yang lain" jawab Deon.


"Aku kira kamu sedang sariawan bro" ejek Nendra pada sahabatnya itu.


"Sorry, aku sedang mengirim pesan pada teman-teman ku " ucapnya seraya memasukan ponselnya ke dalam saku celananya.


"Hai gadis cantik dan tampannya Daddy kenapa pada diem hem" tegur Deon pada Kedua anak Sahabatnya itu.


Sava dan Kris masih diam tak menggubris teguran Deon pada mereka. keduanya masih menatap lurus kedepan tanpa menoleh ke kanan atau kekiri, tapi tangan keduanya masih menggenggam tangan sang Mami.


"Mereka kenapa? tidak biasanya seperti itu" bisiknya pada Nendra.


Nendra hanya diam, matanya menelisik ke kedua anaknya itu, lalu pandangannya menatap Syalfa. terlihat Syalfa juga melakukan hal yang sama, bahkan wajah istrinya tiba-tiba berkeringat.


Namun, Nendra memilih untuk diam lebih dulu. walaupun hatinya merasa resah karena tahu ada yang tidak beres.


Rania, wanita itu juga merasakan hawa aneh di dalam lift dan menurutnya auranya tidak baik. apa lagi saat matanya melirik sahabatnya Syalfa yang diam dengan bulir keringat di dahinya. bertambah yakin mulai tidak beres.


TING


pintu lift terbuka di lantai 8, Syalfa langsung menarik kedua Anaknya , bahkan langsung menggendong keduanya sekaligus. pandangannya tetap lurus tidak menoleh atau menengok ke belakang.


Nendra juga berjalan cepat menyusul istri dan anak nya dengan kedua tangan yang menarik koper.


Rania langsung menarik tangan Deon dengan langkah kakinya yang tergesa gesa membuat Deon merasa bingung dengan sikap istri dan Sahabatnya. namun dia memilih untuk diam dan mengikuti mereka saja.


Ceklek


Syalfa membuka pintu setelah menurunkan Sava dan Kris.


Kris dan Sava tahu arti tatapan itu , Kris langsung menarik tangan Papinya untuk menyingkir dari pintu. Sava juga menarik tangan Deon agar menyingkir dari sana.


Syalfa dan Rania sudah lebih dulu menggeser tubuhnya karena memang sudah tahu.


Liam Mathew, Alen Anandita dan Alin anantari adalah anak kembar dari Rania dan Arav. mereka kini sudah berusia 10 tahun.


Liam menatap tajam asap hitam yang mulai mendekati pintu begitu juga dengan Alen dan Alin.


Alen mengarahkan kedua tangan mungilnya ke sekeliling mereka hingga terlihat sebuah dinding bening menutupi sekeliling.


Wuuuuusss


asap mulai masuk, namun tidak bisa menembus dinding samar yang di buat Alen.


Fuuuuuuuh


Liam meniup Asap itu hingga terlihat sosok di balik asap, terlihat sesosok seperti genderuwo tapi hanya memiliki setengah badan dengan rambut gondrong yang mengembang . Auranya sangat kuat, terlihat dari asap yang mengelilinginya.Tangannya mulai terjulur ke arah Liam.


"Aaaaaaaa"


Teriak sosok itu saat tangannya justru terbakar saat menyentuh dinding transparan itu.


Alen tersenyum melihatnya , kemudian tangan lentik kecilnya langsung menunjuk titik lemah dari makhluk itu.


"MATI" Teriak Liam dan Alen bersamaan.


Keduanya mengarahkan tangannya hingga sebuah cahaya keluar dari sana menghunus sosok itu hingga terbakar api.


Alin , gadis kecil itu mengarahkan telunjuk nya lalu memutar mutar seperti menggambar lingkaran di area sosok yang terbakar lalu telunjuknya mengibas . dan ajaib sekali, sosok yang terbakar itu hilang seketika.


"Kerja bagus" Kris menepuk pundak Liam.


"jelas donk" jawabnya.


"Kali ini siapa yang datang?" tanya Daffin.


Daffin Mafenck putra dari Rania dan Deon usianya sama dengan Kris. walaupun bukan terlahir dari ayah yang sama, tapi mereka seperti saudara satu ayah. sangat kompak dan saling menyayangi satu sama lain.


"Sepertinya salah satu dari mereka yang berhasil lolos dari Aki " jawab Liam.


Daffin mengangguk paham, kemudian mereka mulai duduk bergabung dengan orang-orang dewasa yang sedari tadi memperhatikan bocah-bocah pintar yang terkesan aneh, namun mereka tahu. bocah itu sedang melakukan perlawanan pada sesuatu yang mereka tidak tahu, tapi mereka lebih memilih untuk diam tak mengganggu. apa lagi mereka sudah tau kekuatan dari anak-anak sahabat mereka ini.