
Nendra terus berenang mengikuti arus sungai, semakin mengikuti arus itu . nendra di buat bingung, karena sungai semakin dalam dan gelap, tapi itu tidak membuatnya ragu untuk terus melanjutkan niatnya menemukan syalfa. wajah syalfa yang pucat saat terseret arus sungai di mimpinya terngiang-ngiang .
"tunggu syalfa , aku segera datang. sebentar lagi... aku yakin" ucapnya dalam hati , lalu mempercepat gerakannya melewati rawa- rawa di dalam air.
" kau benar-benar nekat dra, apa begitu berartinya dia untukmu? kata cira menatap nendra sendu," padahal beberapa hari ini kita sempat dekat, aku kira kau juga menyukaiku, seperti aku menyukaimu pada pandangan pertama. aku sempat ingin mengajukan permintaan pada ayahku untuk menikahkan kita" ucap cira lagi, lalu mengikuti nendra yang berenang dengan cepat.
*****
syalfa merasa lemas di sekujur tubuhnya, dia sangat lelah. apa lagi darahnya yang sudah keluar cukup banyak saat melawan monster air .
tangan syalfa meraba- raba dinding disekitar goa berharap ada sesuatu yang menonjol sekedar berpegangan untuk menahan tubuhnya sesaat.
syalfa menelan salivanya, dia merasa sangat lapar. entah sudah berapa lama dia berada di dalam goa itu, mengikuti arus air saat dirinya memutuskan untuk memasuki sebuah terowongan goa ke tiga saat dirinya memutuskan untuk mencari jalan keluar.
setelah merasa sudah memiliki energi kembali, syalfa mulai berenang kembali mengikuti arus sungai, sesekali tangannya mencengkram pahanya yang sedikit ngilu, mungkin itu efek luka dari gigitan monster itu. syalfa hanya bisa mengikat lukanya dengan kain seadanya. itu juga sobekan dari baju yang dia kenakan.
" hah..ak..ku..lelah sekali" ucapnya di sela-sela renangnya.
GREP
"aakh" pekik syalfa.
syalfa menoleh ke arah tangan yang melingkar di perutnya. lalu pandangannya menoleh ke samping, tatapan mereka bertemu.
" akhirnya aku menemukanmu" ucap nendra mencium kening syalfa.
deg
deg
" kau kenapa diam? kau baik- baik saja? apa ada yang luka? yang mana biar aku obati?" kata nendra memeriksa tubuh syalfa satu persatu.
" ssssstt" syalfa mendesis keras , saat nendra memegang lukanya yang terbalut kain.
" kau terluka? apa ini sangat sakit?" kata nendra khawatir melihat tangan syalfa yang juga terlilit kain yang sudah berlumur darah.
syalfa hanya menggelengkan kepalanya sambil menatap wajah nendra yang khawatir padanya, hatinya menghangat.
" NENDRA AWAAAS!!!!"
terdengar sebuah teriakan tidak jauh dari keduanya. cira menghalau serangan dari siluman buaya yang mencoba menyerang nendra dan syalfa diam-diam.
cira menghalau serangan dari ekor siluman buaya itu dengan ekornya. namun saat cira sibuk melawan siluman buaya, datang gerombolan siluman buaya yang lain yang ikut menyerang cira, membuatnya kuwalahan dan beberapa juga melawan nendra dan syalfa. nendra yang melihat beberapa siluman buaya hendak menyerang mereka, tangannya segera merengkuh pinggang ramping syalfa dan menyembunyikannya di belakang tubuhnya.
cira sempat melirik sesaat tindakan spontan nendra yang merengkuh pinggang seorang gadis cantik membuatnya hilang fokus dan kemudian mendapat pukulan keras di dada kirinya, membuatnya memuntahkan darah segar.
" ukhuk..ukhuk" cira memegang dadanya yang terasa sesak dan panas.
cira menatap siluman buaya yang memukulnya sehingga mengalami luka dalam.
lalu cira merubah wujudnya menjadi seekor rubah putih dengan ekor sembilan. cira menyerang mereka dengan membabi buta, apa lagi dirinya sempat melihat tindakan nendra yang sangat peduli dengan wanita lain, membuatnya merasa cemburu. ada perasaan sedih, kecewa juga kesal. semuanya cira lampiaskan dengan melawan siluman buaya , selain membunuh mereka, cira juga ingin membuat perasaannya lega.