My Lover Is A Ghose

My Lover Is A Ghose
Seperti wanita Murahan



Akhirnya hari yang sudah di tunggu-tunggu pun tiba. di sebuah gedung Megah kini telah di adakan sebuah pernikahan sederhana yang hanya di hadari oleh beberapa orang saja.


Sudah ada dua pasang pengantin yang sudah resmi menyandang sebagai suami istri.Dan ada satu mempelai wanita yang duduk dengan Gelisah.


Kenapa tidak, sang lelaki yang sudah berjanji menikahinya sampai saat ini tak kunjung datang. bahkan para sahabatnya sudah selesai dengan pengucapan janji setia sehidup semati .


Syalfa dan Nendra kedua nya sudah resmi menyandang sebagai pasangan suami istri . dari pihak Syalfa ada Om Ramlan dan tante nya Melati yang datang untuk menyaksikan pernikahan keduanya dan dari pihak Nendra akhirnya sang paman lah yang mewakili kedua orang tuanya yang sampai saat ini belum mengetahuinya.


Ike dan Mail keduanya juga terlihat begitu bahagia walaupun menikah secara diam-diam. hanya Rania yang masih duduk gelisah, karena Galen yang tak kunjung datang.


"Kenapa sih tuh anak, di telfon nomernya masih tidak aktif juga" Deon juga ikut cemas .


"Bagaimana ini, tidak mungkin jika terus mengulur waktu seperti ini" tanya Syalfa yang sudah was-was pasalnya sedari tadi sudah berulang kali mereka mengulur .


"Apa batalkan saja?" Rania sendiri sudah lelah menunggu, mungkin Ka Galen tidak serius padanya. Rania sungguh kecewa sangat kecewa, setidaknya jika ia tidak mau menikahinya bicarakan, jangan seperti ini. tanpa kabar di saat waktu pernikahan. beruntung yang datang hanya Orang terdekat saja. tapi tetap saja Rania juga merasa malu .


"Tidak Ran, hari ini adalah waktu yang tepat. kita tidak tahu akan ada apa kedepannya, waktu kita tidak banyak" Syalfa mendekat dan menggenggam telapak tangan yang terasa dingin. mereka diam untuk memikirkan jalan keluarnya.


"Aku tahu" Kata Nendra tiba-tiba.


"Apa Ndra?" tanya Mail menatap lelaki itu sedikit curiga.


Begitu juga dengan yang lain, menunggu ucapan Nendra selanjutnya.


PUK


Nendra menepuk bahu sahabatnya yang terlihat bingung dengan maksud Nendra yang menatapnya intens.


"Bro, kita sahabat bukan? tolong sahabat kita Bro. Gantikan Galen. Menikahlah dengan Rania".


Deg


Semua orang menganga dengan mulut terbuka mendengar ucapan Nendra pada Deon. mereka menatap Nendra dan Deon bergantian.


"Ka Deon, ku mohon. Hanya kamu harapan Rania. bantu dia " Syalfa ikut berbicara setelah kembali dari keterkejutannya.


"Tapi__"


"Demi persahabatan kita " Nendra kembali berucap mengatas namakan persahabatan berharap Deon tidak mengelak lagi. dia tahu bagaimana sifat sahabatnya yang satu ini.


"Baiklah" jawab Deon pasrah.


Semua orang gembira mendengar persetujuan Deon .


***


Angin kencang di tengahnya malam suara-suara Anjing kembali terdengar kali ini bukan hanya satu tapi hampir seluruh kota terdengar Suara anjing yang menggonggong.


Di sebuah kamar pengantin yang berbeda dengan sepasang kegiatan yang berbeda pula.


Syalfa duduk dengan canggung, begitu juga dengan Nendra. Malam ini adalah malam pertama bagi mereka. keduanya tengah menunggu seseorang yang Syalfa harapkan tapi tidak dengan Nendra. Sampai waktu menunjukan pukul 10 Malam tetapi yang di tunggu tak kunjung datang.


Keduanya masih diam dengan fikirannya masing-masing hingga 15 menit kemudian, terlihat Sosok Mario yang datang .


"Duduk!"


Langkahnya terhenti ketika mendengar suara dingin dan Tegas dari suaminya. membuat Syalfa menghela nafasnya. sedangkan Mario hanya tersenyum kecut .


"Hanya Satu kali dan tidak boleh lebih dari 20 menit" Nendra menatap Mario lekat."Aku harap kau bisa memanfaatkan waktu yang aku berikan".


Nendra beranjak dan menarik tangan Syalfa, keduanya berjalan mendekat ke arah Ranjang. "Kau siap Sayang?" tanyanya yang di jawab anggukan oleh Syalfa. Sungguh Syalfa di buat sedih, kenapa harus seperti ini.


"Aku Seperti wanita murahan" batinnya.


Nendra menatap Syalfa dengan lekat, tangannya meraba wajah cantik di depannya.


"Aku mencintaimu"


Cup


Nendra mengecup kening Syalfa lembut, Syalfa melotot tak percaya.


"Apa aku tak salah dengar? dia mencintaiku?"


Kecupannya turun ke Mata ,hidung dan Kemudian bibir. awalnya hanya menempel namun kemudian Nendra mulai ***** bibir Manis itu.


Mario mengalihkan tatapannya ke arah lain, dia benar-benar tidak sanggup melihat Kekasihnya sedang bercumbu dengan orang lain di hadapannya. tapi hatinya harus kuat, tangannya terkepal kuat.


Kali ini Terdengar suara-suara aneh di ruangan itu, Mario mengumpat dalam hati.


"Sakit Ini sangat sakit, kenapa sebelum kepergianku aku harus merasakan sakit seperti ini. ini lebih sakit dari kematian"


Saat Mario menatap jauh ke arah Lain berusaha menguatkan hati dan menulikan telinganya agar tidak mendengar suara-suara penuh keromantisan itu. dirinya mulai kembali ke dunia nyata, saat Suara Lenguhan panjang kedua sepasang itu. kemudian suara Nendra yang memanggilnya.


"Kemarilah, aku siap!" Nendra yang masih mengungkung tubuh Istrinya dengan nafas yang masih memburu setelah pelepasannya. tatapannya tertuju pada kedua mata indah istrinya yang juga menatapnya. Nendra sama sekali tak menoleh pada Mario yang ia yakin sosok itu sudah berada tepat di belakangnya.


Mario masuk ke dalam tubuh Nendra. Nendra yang kini tubuhnya di kuasai oleh Mario .


Mario melihat tangannya sendiri meraba nya, seakan ini mimpi. "aku bisa merasakan sentuhan"


senyumnya tercetak jelas di sana, ia merasa senang namun juga miris dengan nasibnya.


pandangannya ke bawah menatap Syalfa yang kini menetes kan air matanya, di leher dan bagian dadanya banyak sekali bekas**** dari Nendra membuat tangan Mario terkepal kuat.


"Lakukan Mario, waktumu hanya 20 menit" ucap Syalfa mengingatkan.


"Anggap ini sebagai sentuhan terakhir , dan hadiah untukmu dariku. Mulai malam ini rasa cintaku juga akan kau bawa setelahnya"


Mario mulai mencium bagian-bagian tubuh Syalfa yang sudah di penuhi keringat .


Batin Mario menjerit mana kala setiap ciuman di tubuh syalfa sudah terdapat tanda merah dari lelaki lain. namun dia berusaha untuk tak mengindahkannya.


Keduanya mulai bergumul memadu kasih untuk mencapai kepuasan.