
"Jangan harap aku akan membiarkanmu mengambil apa yang bukan milikmu" ucap Nendra dengan suara lantang.
"Oh, baiklah, " Ucap sang pemimpin tenang , sambil melirik ke arah Deon dan anak-anaknya. "MASUK!!" perintahnya entah kepada siapa.
Namun dari Arah belakang, ada seorang wanita yang masih terlihat cantik tengah berjalan melangkah ke depan, ia tersenyum menatap ke arah Deon dan yang lain. tepat di samping sang pemimpin wanita itu memberi salam , sebagai tanda hormatnya.
"Kerjakan apa yang ini kau lakukan" ucapnya lalu sang pemimpin perlahan mulai menggeser tubuhnya ke samping membiarkan wanita itu melakukan apa yang ia mau.
Setelah melihat sang pemimpin mempersilahkannya, ia kemudian merubah wujudnya menjadi setengah ular, wujudnya membesar seperti sebuah raksasa dengan wujud setengah ular. taringnya juga mulai timbul .
Sebuah angin besar tertiup ke arah Arah Deon dan anak-anaknya. angin yang di hasilkan dari tiupan sosok setengah ular tengah berhasil membuat tubuh mereka terbanting ke belakang.
SRAK
SREK
SRAK
SREK
Suara gesekan tubuh dari ekor yang berukuran besar itu semakin mendekat, Rania beranjak dan menghalangi sosok raksasa di hadapannya. bahkan Rania sampai mendongak ke atas untuk melihat wajah yang menyeramkan itu.
"Apa maumu? kenapa mencelakai kami" tanya Rania tanpa rasa takut.
"Serahkan ketiga anak mu padaku" ucapnya .
"Maksudmu?"
"Mereka adalah cucuku, bukankah mereka anak dari Arav? Arav adalah putraku"
DEG
DEG
Suara jantung Rania berdebar tak menentu, pikirannya melayang beberapa tahun yang lalu, saat ia bermimpi bertemu Arav di sungai, Arav bercerita tentang ibunya yang menyembah iblis. dan apa tadi..? apa jangan-jangan?.
Disaat sosok siluman ular itu tengah sibuk dengan sang Mommy. Liam,Alen dan Alin mengambil kesempatan .
Liam berlari ke arah belakang sosok ular itu, sedangkan Alin langsung mengacungkan telunjuknya lalu menggambar sebuah tali di udara dan mengarahkannya pada leher siluman ular yang sebagian atasnya berwujud manusia.
"Aaakh"
pekik nya, saat merasakan sebuah lilitan erat di lehernya.
"Anak kurang ajar, akan aku beri pelajaran kalian" bentaknya di sela-sela cekikannya itu.
Liam di bantu Daffin keduanya meraih sebuah pisau yang tajamnya tidak di ragukan lagi, lalu mulai menggorok ekor siluman itu . sedangkan Alen gadis kecil itu membuat dinding transparan agar tidak ada yang mendekat ke arah mereka.
AaaaAkkkh
BRUGH
tubuh mereka terjatuh dengan keras.
"Ssst, uuuh sakit" pekik Alen yang merasakan sakit di punggungnya.
"Maaf de, kakak ga sengaja" kata Daffin yang menyingkir dari tubuh adiknya.
"Kakak berat, alen sampe sesek" keluahnya.
GREP
"AaaaaaaaH"
Terdengar suara teriakan yang cukup nyaring membuat perhatian mereka beralih pada Alin.
Bola mata mereka semua melebar saat melihat Alin yang sudah berada di genggaman ular raksasa itu, ternyata siluman ular itu sudah berhasil melepaskan diri dari lilitan Alin. pergerakannya begitu cepat sampai Rania dan Deon tidak bisa menghalanginya dengan tepat waktu. Deon yang sebelumnya tengah membantu Liam untuk beranjak , sedangkan Rania berlari ke arah Alen dan Daffin yang sempat jatuh secara bersamaan.
Sosok Ular itu langsung membuat sebuah lingkaran dengan dilapisi aliran listrik di sekitarnya.
Lidahnya mencilat pipi Alin yang masih berada di genggamannya.
"HIks hiks Mommy" panggilnya dengan terisak melirik ke arah Rania.
Rania dan Deon keduanya berlari hendak menerobos lingkaran itu, namun tubuh keduanya malah terpental dan mendapatkan beberapa luka bakar akibat tersengat aliran listrik.
Sava dan Kris keduanya juga segera berlari hendak menolong namun Lasera langsung menahannya dengan kekuatan jarak jauhnya.
Mereka semua seperti sebuah patung hidup yang tidak bisa bergerak karena kekuatan dari Lasera.
"Jangan ikut campur, kalian memiliki jatah kalian masing-masing. bersabarlah" ucap Brig salah satu dari sosok berjubah hitam.
Liam berdiri dan mulai mengeluarkan kekuatannya, di bantu Alen dan Daffin ketiganya saling menyatukan kekuatan. namun kekuatan mereka tidak bisa. menembus lingkaran itu.
"AaaaaaaK"
Teriakan kesakitan dari Alin membuat jantung mereka seraya di remas. mereka meneteskan air matanya saat melihat sosok ular itu tengah menggigit leher Alin dan menghisap darahnya. kuku-kukunya yang tajam langsung mengoyak tubuh itu dan mematahkan semua tulang-tulangnya sampai terpisah dari bagiannya.
Di lahapnya daging mentah dari tubuh gadis kecil yang tak berdosa itu.
"TIDAK!!! PUTRIKU, hiks hiks ALIIN!!" teriak Rania dengan menangis pilu.
"ADIK!!!" teriak Daffin, Alen dan Liam.
"PUTRIkU" Teriak Deon seraya memalingkah wajahnya ke samping.