
Sang pemimpin langsung terkesiap, dan melepaskan tangannya dari pipi Sava. sambil matanya melirik kesana kemari. memperhatikan semua bawahannya dan manusia-manusia yang sedang menatapnya . Semua masih berada di tempatnya masing-masing? pandangannya beralih menatap ke seorang gadis kecil di depannya.
"Bagaimana kau sudah melihatnya? itu lah yang akan terjadi. jika kau bersikeras ingin melawan kami" ucap Sava tenang.
Sava telah memberikan sebuah gambaran masa depan, jika semua ini di lanjutkan.
"Baiklah, aku akan menarik semua pengikutku mundur dan tidak akan mengganggu kalian lagi". sang pemimpin tentu percaya dengan penglihatan yang di berikan gadis kecil di hadapannya. tidak dapat di ragukan lagi kekuatan gadis kecil ini. memang sangat luar biasa, gabungan dari 3 kekuatan besar.
"Tidak sesederhana itu, aku akan menyerap seluruh kekuatan kalian semua, agar kalian tidak membuat ulah di masa yang akan datang".
"Jangan! jika kekuatan kami di ambil, bagaimana kami bertahan dari musuh?"
"Hemm, baiklah.. kalau begitu aku akan memberikan kalian sebuah sempel di tubuh kalian yang tersembunyi, tidak akan ada yang bisa melihat sempel itu kecuali aku. jika kalian berulah atau hanya memiliki niat saja, tubuh kalian akan hancur seketika" ucap Sava sambil melambungkan sebuah cahaya ke atas.
Semua orang langsung mendongak melihat cahaya berwarna biru , sebuah batu permata indah muncul dengan ukuran yang begitu besar, lalu batu itu memancarkan cahaya dan langsung menerobos ke tubuh sang pemimpin dan seluruh anggotanya. setelah 10 menit pembuatan sempel selesai. Sava kembali menarik batu permata ke dalam tubuhnya.
Tak sampai 5 menit, Salah Satu sosok berjubah hitam memancarkan sempel berwarna biru yang tiba-tiba menyala dan meledak bersamaan dengan hancurnya sosok berjubah hitam.
"Itu salah satu contohnya, kalian sudah melihatnya bukan? pengikutmu itu masih ingin memburu kami, dan itu lah akibat nya" Sava berucap sambil menatap sang pemimpin yang masih terkejut.
"Baik, aku akan undur diri" cepat-cepat sang pemimpin langsung pamit sebelum kejadian serupa terjadi padanya, karena jujur saja. ia takut tidak bisa mengontrol dirinya sendiri.
Sang pemimpin kegelapan melayang ke arah pusaran langit yang masih terbuka disusul anggotanya yang lain Setelah semua masuk, pintu dunia lain langsung tertutup. Sava dengan cepat menyegel pintu itu sampai 7 lapis hingga akhirnya pintu itu benar-benar menghilang .
Semua orang bernafas lega, mereka mulai berjalan menuju ke arah Rania dan keluarga, begitu juga dengan Syalfa, Nendra dan kedua anak mereka.
"Maaf kan kami" ucap mereka bersamaan.
"Tidak apa, Ini bukan salah kalian" Deon mewakili sang istri yang masih berkabung atas kematian Alin.
"Rania, ini sudah takdir Alin anak kita, Saat kau mengandung masih kau ingat bukan? saat kamu bertanya padaku dimana bayi manusia yang satunya, dan aku menjawab akan ada saatnya kau akan tau. dan ini lah jawabannya, takdir anak kita memang harus mati di tangan neneknya sendiri, tapi Alin sudah bahagia disana. teruslah hidup seperti biasanya, masih ada anak-anak yang mengharapkan kasih sayangmu lihatlah mereka" Arav menunjuk Liam,Alen,Daffin,Rey,Riley,Roy dan Rula yang tengah menatap Rania dengan sendu.
Rania melihat wajah mereka satu persatu dan perlahan berdiri di bantu Deon.
Rania langsung menghambur memeluk Alen yang memang wajahnya mirip dengan Alin. yang lain juga ikut memeluk tubuh Rania dengan Rania berada di tengah-tengah mereka.
"MOMMY" ucap mereka serempak sambil terisak.
Cup
Cup
Cup
"Anak-anak mommy ko jadi pada cengeng gini hem," ucap Rania sambil mengecup wajah mereka bergantian.
"Maafkan Mommy yang sempat melupakan kalian, karena merasa begitu kehilangan Alin. Benar kata Ayah Arav, Alin pasti sudah bahagia disana, jadi kita juga harus bahagia juga".
"Iya Mom" jawab mereka serempak.
Syalfa tersenyum melihat keharuan yang terjadi dengan sahabatnya.
"Aku dan Anak-anak harus kembali" pamitnya.
"Kenapa cepat sekali, aku masih ingin bersama mereka" ucap Rania sedih, sambil menatap Roy,Rey ,Riley dan Rula "
"Tapi dunia kami memang bukan disini Rania, walau kami separuh Manusia, tapi disini bukan dunia yang aman. anak-anak akan berkunjung jika kekuatan mereka sudah benar-benar kuat dan Mandiri. walaupun saat ini kekuatan mereka juga tak kalah hebat dengan makhluk lain, tapi aku belum bisa membiarkannya keluar istana dalam waktu lama, semoga kamu mengerti".
"Baiklah, jaga diri kalian baik-baik. menurut lah pada Ayah, Mommy akan selalu menunggu kalian " ucap Rania sambil mengecup kening mereka satu per satu.
"Baik Mom, Mommy juga jaga diri baik-baik"
"Kami pamit, selamat tinggal"
Wuuuzzzs
"Kami juga harus pamit" sebuah suara membuat perhatian mereka yang awalnya tertuju pada Arav dan anak-anaknya yang sudah menghilang kini beralih pada sumber suara.
Karina,Mario dan semua jiwa yang teman-teman mereka di masa lalu menatap Syalfa, Rania dan keluarga.
"Apa ini sudah saatnya?" tanya Syalfa sedih.
"Iya" jawab Mario sendu.
Sebuah cahaya terang dari langit membuat penglihatan mereka terganggu.
"Selamat tinggal" ucap Karina dan Mario.
Lalu perlahan jiwa mereka menghilang di sertai dengan redupnya cahaya itu.
"KARINA!!!" teriak Andika yang langsung menangis sejadi-jadinya.
Rasya dan pak Hans memberikan sebuah tepukan di pundak untuk memberikan semangat.
Namun tubuh Andika justru tiba-tiba ambruk dan tidak sadarkan diri, membuat semua orang panik. sebuah ambulan yang memang sudah ada di sekitar sana langsung mendekat, saat Rasya memberi sebuah kode.
Tubuh Andika langsung di bawa ambulan ke rumah sakit agar mendapatkan pertolongan dengan Rasya yang menemani Andika.
"Ayo Mih ,pih. kita pulang" ajak Sava menggandeng tangan Sava.
Kris juga ikut menggandeng tangan Papinya.
"Terimakasih untuk bantuan kalian semua" teriak Nendra melambaikan tangan pada para sahabat dan petugas polisi yang juga teman nya .
Mereka mulai berpisah arah, ketujuannya masing-masing saat sudah berpamitan satu sama lain.
Rania,Deon dan ketiga anaknya juga langsung menuju ke kediaman nenek dan kakek mereka. orang tua dari Deon.
Ki wicak ,Hena dan him memperhatikan mereka dari jauh ,saat semua orang telah meninggalkan hutan, barulah ki Wicak,Hena dan Him juga seluruh bawahannya langsung menghilang kembali ke Goa hutan terlarang.
...# END#...