
BYUUR
syalfa dan dayang usa jatuh ke dalam air mereka segera berenang mencari tempat persembunyian .
" kesini" kata syalfa menarik tangan dayang usa kesebuah gorong- gorong tebing di tepi sungai.
****
Di tempat lain
seorang lelaki tampan menatap seorang gadis manusia yang sedang dalam keadaan kritis. ini sudah hari ke tiga , setelah dia menemukan gadis itu yang terjatuh dari ketinggian. luka- luka di tubuhnya sudah di obati dengan ramuan yang di berikan tabib.
" kapan dia akan sadar?" tanya lelaki itu pada seorang pria paruh baya yang sedang menumbuk ramuan.
" keadaannya semakin melemah tuan, kecil harapan gadis itu bisa selamat" jawab pria paruh baya itu.
" kalau begitu, hanya ini jalan satu-satunya untuk menyelamatkannya" kata lelaki tampan itu lalu melangkahkan kakinya mendekat tubuh gadis yang terbaring lemah dengan wajah pucat pasi.
lelaki tampan itu menekan kedua pipi gadis itu agar bibirnya sedikit terbuka, lalu bibirnya menempel ke bibir gadis itu. tak lama sebuah bola kecil berwarna putih keluar dari bibir sang lelaki dan masuk ke dalam mulut gadis yang terbaring lemah.
lelaki itu melepaskan tangannya dari kedua pipi lembutnya menatap wajah cantik di depannya , lalu mencium kening gadis itu lembut.
" tuan, kenapa tuan melakukan itu, nyawa tuan akan dalam bahaya , jika tuan memberikan mustika itu padanya. jika ratu tau. pasti akan marah besar" kata tabib itu terkejut melihat tindakan tuannya.
" kalau begitu, jangan sampai ibu tau tentang ini" katanya santai.
" astaga, kenapa tuan bisa senekat ini? apa tuan mengenalnya?" tanya tabib merasa kesal dengan jawaban tuan mudanya .
" tidak, tapi aku sangat menyukainya. mulai saat ini dia adalah istriku" katanya tersenyum menatap gadis cantik yang mulai menggerakan jari- jari tanganya.
"ingat, jika dia terbangun. kau tetap memanggilku tuan. jangan sampai identitasku di ketahuinya" perintah lelaki itu yang membuat tabib bertambah kesal.
tabib tua hanya mendengus dan mulai menumbuk daun- daun obat kembali agar segera selesai dan mengoleskannya pada tubuh gadis asing yang 3 hari di rawatnya.
" uugh"
suara lenguhan terdengar lirih ,mereka menatap gadis yang berbaring di ranjang kecil itu mulai membuka matanya perlahan.
"ah, sakit! " keluhnya.
" kau sudah sadar? " kata lelaki itu mendekati sang gadis yang sedang mengerjapkan matanya.
" giano? kau kah itu" tanyanya sambil menatap lelaki yang sekarang duduk di samping ranjang.
" giano? ah iya..ini aku gianomu" kata lelaki tampan itu sedikit canggung.
" ck, dia mulai memanfaatkan kekuatannya, untuk mengetahui masa lalu gadis itu. dasar licik! kita lihat apa lagi akal bulus tuan ini" kata tabib dalam hati.
" giano, kenapa kita berada di tempat ini? bukankah seharusnya kita sedang kuliah?" tanya rania bingung menatap ke sekeliling ruangan dengan dinding yang terbuat dari anyaman bambu.
"sepertinya akibat terjatuh dari tebing kamu mengalami hilang ingatan sayang, kita sudah lulus kuliah 3 tahun yang lalu, dan ingat baik- baik! sekarang kita itu sudah menikah" kata lelaki tampan itu menjelaskan.
" dasar modus" decak tabib tua itu yang langsung mendapat plototan tajam dari tuannya.
"apah! menikah? sejak kapan? lalu bagaimana dengan syalfa, mario dan yang lain? apa mereka baik-baik saja" tanya rania dengan raut wajah khawatir.
" ceritanya panjang sayang, tapi syalfa baik- baik saja. kamu jangan terlalu mengkhawatirkan mereka . ini sudah berlangsung 3 thn, tentu semua sudah kembali normal, sebaiknya kamu segera istirahat, agar kau cepat kembali pulih".
" hemm, baiklah. tapi tolong jawab satu pertanyaan lagi" kata rania menatap wajah lelaki tampan itu lamat- lamat.
" kau ingin bertanya apa sayang?" .
" sudah berapa lama kita menikah? lalu, kenapa kita berada di rumah bambu ini?" tanya rania.
" kita baru 1 minggu yang lalu menikah, sebelumnya kita akan pergi ke villa keluargaku yang berada di puncak untuk berbulan madu. tapi saat itu mobil kita mogok di jalan tepat di tengah hutan. saat aku memperbaiki mobil, kau keluar untuk mencari sinyal, agar kita bisa menghubungi seseorang untuk meminta bantuan. tapi karena kurang waspada, kakimu tergelincir dan jatuh dari tebing di atas sana. lalu , aku segera mencarimu dengan bantuan tabib yang ternyata, dia tinggal di dekat sini. kami menemukanmu tidak jauh dari sini sayang dan membawamu ke rumah tabib itu" jelasnya panjang lebar.
rania mengangguk anggukan kepalanya mengerti.
" apa dia tabib itu?" tanya rania menatap pria paruh baya yang sibuk menumbuk sesuatu.
" iya sayang, namanya tabib hua tuo, kau bisa memanggilnya tabib hua, apa ada yang ingin kau tanyakan lagi sayang".
rania menggelengkan kepalanya" kalau begitu, jadi lah istri yang baik, sekarang istirahatlah. aku akan membantu tabib hua dulu ".
" baik" jawab rania lalu memejamkan matanya .
lelaki tampan itu mencium kening rania kembali dan berlalu pergi mendekati tabib hua yang masih sibuk dengan kegiatannya.
" jangan berpura-pura seakan tidak mendengar apapun, aku tau. kau sedari tadi menguping pembicaraan kami aki tua" kata lelaki tampan itu.
" kau mengambil kesempatan dalam kesempitan tuan muda arav dengan memanfaatkan keadaannya yang tidak mengingat sebagian dari masa lalunya. kau benar- benar putra mahkota yang licik, memanfaatkan wajahmu yang sangat mirip dengan kekasihnya di masa lalu" kata tabib hua menggelengkan kepalanya.
" haah, ini takdir. tapi aku tidak ada maksud untuk memanfaatkannya yang hilang ingatan, aku memang benar- benar sudah menyukainya saat pertama kali aku melihatnya" sanggah arav.
" tapi ini tidak baik yang mulia, bagaimana jika ratu mengetahui tentang ini, pasti dia akan sangat murka" .
" sudah ku bilang panggil aku tuan dan mulai saat ini kau harus memanggilku dengan nama giano, agar rania istriku tidak curiga. apa kau paham?! jika soal ibuku, aku bisa mengatasinya. tidak perlu khawatir" kata arav lagi.