
Kini mereka sedang berkumpul di sebuah batu besar, dimana tubuh syalfa masih terbaring disana. tak jauh dari tubuh syalfa ada tubuh lain dan tubuh itu hanya bisa di lihat oleh beberapa orang saja, yang tentunya memiliki kelebihan lain yang jauh lebih besar.
" Aki, kenapa Syalfa masih belum bangun juga? bukankah kita sudah berhasil membawa jiwanya kembali?" tanya rania yang merasa khawatir.
"Apa kalian tidak mengingatnya? Sebelumnya dia kembali dengan keadaan terluka dan tidak sadarkan diri? tubuhnya butuh proses untuk penyembuhan, biarkan dia seperti ini untuk beberapa hari ke depan. aku akan membantu untuk pemulihannya.
"Baik aki " jawab mereka serempak.
" lalu, dimana Mario aki? kenapa aku tidak melihatnya? bukankah tadi kita pulang bersamanya? tanya rania sambil menatap ke sekeliling yang tidak mendapati kekasih sahabatnya .
Ki wicak menatap Karina sesaat kemudian kembali menatap rania yang masih celingukan.
"Apa kepekaanmu telah memudar rania? kenapa kamu tidak bisa merasakan kehadirannya?" tanya Ki wicak.
" Maksud aki?"
"Keadaanmu jauh lebih mengkhawatirkan rania"
kata Ki wicak menggelengkan kepalanya.
" ISttt aki, aku tanya apa? malah jawabnya lain" dengus rania sebal.
" Tuh, Mario terbaring di sisi kanan syalfa, keadaannya sama persis seperti syalfa" terang Ki wicak.
Mendengar jawaban Ki wicak tentu semua orang menatap sebelah kanan syalfa, tapi kosong tidak ada siapapun disana.
"Kosong? tidak ada apapun?" kata Ike heran.
"tentu kalian tidak bisa melihatnya, Mario bukan manusia seperti kalian. hanya seseorang yang berkaitan langsung dengannya yang bisa melihatnya". kata Karina.
"Apa?" pekik mereka semua kaget, kecuali Rania dan Nendra yang masih diam dengan pemikirannya.
" Aku jadi khawatir dengan reaksi syalfa jika sadar nanti, cobaan apa lagi ini?!" kata rania dalam hati.
"Kenapa justru aku bisa melihat lelaki yang bernama Mario itu, apa Hubungannya denganku? bukankah kami belum pernah bertemu dengannya? apa aku bagian darinya? seperti apa yang di katakan Ki wicak sebelumnya?"kata Nendra dalam hati dengan memperhatikan Mario dan Syalfa yang masih terbaring disana.
Ki wicak tersenyum tak kala melihat raut wajah Rania dan tentu dengan Nendra juga. dia tahu apa yang di fikirkan keduanya saat ini,namun masih memilih untuk diam.
" Kalian boleh keluar dulu dari ruangan ini, biar aku dan yang lain yang menangani Syalfa dan juga Mario" Kata Ki wicak dan di angguki oleh Karin.
****
Sudah hari ke lima Syalfa dan Mario terbaring di tempat yang sama, kini perlahan mata syalfa terbuka. rambutnya yang awalnya telah berubah entah karna apa? hanya Ki wicak saja yang tahu. rambut syalfa saat ini sudah kembali ke warna aslinya.ajaib bukan? tentu saja ini bukan kali pertama semua ini terjadi.
Matanya yang cantik mengedar menatap ke langit-langit, syalfa masih memikirkan dimana dirinya sekarang? hingga kemudian dia teringat tempat yang sangat familiar ini baginya.
pandangan keduanya bertemu, Ternyata Mario juga telah sadarkan diri. Syalfa perlahan bangkit untuk duduk dan menghadap ke arah Mario, begitupun dengan Mario melakukan hal yang sama, keduanya mematung menatap satu sama lain.
"A pa benar itu kau? Piu?" tanya Syalfa masih menatap setiap inci wajah Mario.
" Hemm" Mario hanya bisa bergumam sambil menatap wajah wanita yang selama ini dia rindukan dalam mimpinya.
Tak jauh dari mereka Rania, Nendra,Deon,Galen,Ike ,Mail,Karina dan Ki wicak sedang memperhatikan keduanya. mereka sebenarnya telah berjaga semalaman setelah Ki wicak memberitahu bahwa kemungkinan keduanya akan sadar di hari ke lima dan benar saja keduanya sekarang telah terbangun dengan kondisi yang sudah baik-baik saja.
Syalfa yang mendengar gumaman Mario segera Menghambur memeluk Mario ,Tapi..Pelukan itu justru tembus? syalfa melakukannya berulang kali, tapi tangannya lagi dan lagi tidak bisa merasakan tubuh mario.
"Hiks hiks kenapa? kenapa ini?aku tidak bisa menyentuhmu" tangis syalfa histeris.
Mario hanya bisa mematung, kenapa? kenapa aku.. kata-kata itu seolah tercekat di tenggorokannya.
Mario perlahan mengangkat salah satu tangannya ingin menyentuh pipi syalfa, namun seperti apa yang syalfa lakukan tadi. dirinya juga tidak bisa menyentuh syalfa. Mario menunduk seakan tahu apa yang terjadi.
Semua orang menangis melihat kisah haru sepasang kekasih beda alam itu. walaupun mereka tidak melihat Mario, tapi mereka bisa merasakan perasaan kedua kekasih itu, apa lagi di lihatnya sahabat mereka syalfa yang sangat sedih dan terpukul. ingin rasanya mereka berlari memeluknya, namun ini bukan saatnya. biarkan keduanya untuk saling memahami dan mengobati rindu dengan cara mereka .
"Ini artinya? kau? kau.." Syalfa tidak sanggup meneruskan kata-katanya. harapan bahwa kekasihnya masih hidup karena bisa merasakan auranya selama ini, ternyata itu hanyalah sebuah harapan. apa yang dulu dilihatnya, saat tubuh Mario masuk ke lubangan Api ternyata nyata dan itu bukanlah Mimpi atau hanya salah lihat.berharap akan ada keajaiban saat itu, entah ada makhluk asing yang menyelamatkan kekasihnya saat itu? apa yang di fikirkannya?.
lagi -lagi syalfa hanya bisa menangis di hadapan Mario.
Mario menatap syalfa dengan sedih, mencoba untuk menguatkan dirinya. dia tidak boleh terlihat lemah di depan syalfa bukan?.
" Sa ya ng?" panggil Mario dengan suara tercekat.
"Hei, dengarkan aku. aku akan selalu berada di dekatmu, aku berjanji. jadi tenang lah oke" katanya lembut, mario mencoba untuk tersenyum menatap syalfa yang kini juga menatapnya.
"Ingat, jangan menyesali apapun. semua ini sudah takdirku sayang. bukankah akan ada namaku di hatimu? aku akan selalu hidup disana bukan? jadi kamu tidak akan sendirian hemm. gadisku ini bukankah sangat kuat? kenapa sekarang jadi cengeng begini?" kata Mario mencoba menghibur.
" Kata siapa aku cengeng? aku tidak cengeng . Lihat aku baik- baik saja" kata Syalfa sambil menghapus kedua air matanya, dia tahu mario juga rapuh saat ini, dia bisa melihat dari kedua bola mata itu. mario sedang berusaha kuat dan menghiburnya. dia akan melakukan hal yang sama.
" Bagus, itu baru gadis kesayanganku" kata Mario tersenyum.
Syalfa yang melihat senyuman itu juga ikut tersenyum .
Ike tak kuasa lagi melihat adegan romantis disana jadi kut menangis meraung raung sambil memeluk Mail erat.
" Ih kau ini, apa-apaan sih . lepas!" kata Mail risih.
Nendra hanya bisa menatap keduanya dengan tatapan yang entah apa itu, hatinya merasakan sakit tapi juga sedih,haru dan bahagia melihat syalfa yang sudah bisa tersenyum.