
BRAK
syalfa dan nendra langsung melihat ke arah suara, dimana siluman rubah terpental ke bebatuan besar yang berada di tepi sungai. akibat benturan yang keras membuat batu terbelah menjadi beberapa bagian. ujung rambut siluman rawa kembali melayang di udara , lalu menukik mencekik leher siluman putih , membuat siluman itu menahan nafasnya. mulutnya terkunci rapat hingga membuat kedua pipinya menggembung .
lilitan di leher itu membelit semakin erat, sedangkan lilitan rambut yang lain telat membelit tubuh dan ekornya.
dari kejauhan nendra dan syalfa berusaha mendekat secara diam-diam. keduanya berpisah berjalan dari sisi berlawanan, agar siluman rawa tidak mengetahuinya.
langkah kakinya mengendap ngendap dengan senjata di tangan masing- masing. senjata yang di dapatnya dari lingkungan seperti batu, batang pohon yang ujungnya cukup runcing dan sebuah pisau lipat .
tubuh siluman rubah melemas sedikikit demi sedikit mulutnya mulai terbuka karena kehabisan oksigen di tambah lagi ujung rambut itu terus menerus memaksa untuk membuat mulutnya terbuka. saat mulut siluman rubah terbuka, ujung rambut siluman rawa mulai menerobos masuk menerobos dari mulut ke kerongkongan turun mencari-cari sesuatu hingga.
CRAAS
pisau milik nendra berhasil menancap di belakang kepala siluman rawa. namun tusukan itu tidak membuatnya mengerang kesakitan.
tapi berkat tusukan itu berhasil membuat fokus siluman rawa yang hendak mengambil jantung siluman rubah terhenti, rambut yang sudah masuk ke dalam perlahan keluar dari mulut siluman rubah. perlahan kepala siluman rawa berputar 180 drajat lalu berhenti menghadap nendra.
saat keduanya sedang bertatapan sengit, siluman rubah menatap syalfa lemah , mereka mulai berkomunikasi lewat fikiran.
" Aku utusan dari yang mulia raja siluman rubah, ayah dari putri cira . aku sudah tidak sanggup membantu kalian lagi, kali ini kalian harus bisa melawannya sendiri aku hanya bisa memberitahumu cara memusnahkannya, kalian harus bisa menusuk atas kepalanya hingga menembus ke jantungnya. hanya dengan cara itu dia akan mati dan usahakan tutup rapat mulut kalian, jangan sampai rambut itu masuk dan mengambil jantung kalian, karena itu adalah sumber makanannya yang membuatnya semakin berenergi dan kuat, apa lagi kalian memiliki sesuatu yang istimewa. aku pamit, selamat tinggal" ucap siluman rubah lalu terbang meninggalkan rawa .
syalfa memberikan sebuah kode ke pada nendra dengan memberikan isyarat melalui tangannya untuk tetap menutup mulutnya rapat .
nendra menganggup mengerti dengan isyarat yang syalfa berikat. nendra berlari kesana kemari mencoba mengecoh penglihatan siluman rawa. matanya yang merah mengikuti kemana nendra bergerak, rambutnya masih berterbangan di atas kepalanya dengan menukik mulai berusaha menangkap nendra, sedangkan pisau masih tertancap di belakang kepala siluman rawa, sepertinya keberadaan pisau itu tidak mengganggunya sama sekali. disaat siluman rawa itu sedang sibuk menangkap nendra yang sedang berusaha menghindari rambut- rambut itu, nendra juga mengambil dua buah batu . lalu nendra memukul salah satu batu dengan batu yang lain, berusaha membuat suara-suara dari gesekan batu yang di ambilnya.
nendra berharap suara-suara yang di ciptakannya membuat pendengaran siluman itu terganggu, agar suara yang di timbulkan syalfa juga tak terdengar olehnya karena syalfa yang sudah mulai memasuki air .
kali ini syal berenang dengan cepat lalu mengincak salah satu batu sebagai tumpuan. kedua tangannya memegang batang pohon itu kuat .
JLEB
syalfa berhasil menusuk tepat di tengah kepala siluman rawa. membuat siluman rawa mengerang dengan rambut berterbangan kesana kemari menyambar tubuh syalfa yang kini berdiri di kedua pundaknya. syalfa mendorong lebih dalam batang pohon itu hingga menusuk ke jantungnya. darah muncrat mengenai baju syalfa, siluman rawa perlahan tenggelam. syalfa menceburkan dirinya ke air dan berenang ke arah nendra.