My Lover Is A Ghose

My Lover Is A Ghose
Terjun



syalfa dan dayang usa bergegas menuju ke pintu selatan, dimana disana ada 3 orang yang berjaga, namun mereka seperti menahan sesuatu.


hingga di antara ketiga penjaga itu, tiba- tiba berlari ke semak - semak dan memuntahkan sesuatu.


syalfa yakin mereka juga telah mabuk akibat terlalu banyak minum. kemudian syalfa mengambil beberapa batu yang tidak jauh dari tempat mereka bersembunyi.


" Untuk apa putri?" tanya dayang usa yang melihat syalfa memungut batu .


" sebentar lagi juga kau akan tahu usa" jawabnya lalu..


PRANG


sebuah guci tidak jauh dari mereka pecah seketika, akibat syalfa yang melempar jauh batu itu ke arah guci, membuat guci itu tidak berdiri seimbang dan jatuh ke lantai.


seorang penjaga berjalan dengan buru- buru, namun karena mabuk, membuat langkahnya oleng dan menabrak dinding.


dayang usa tertawa tertahan melihat penjaga yang berjalan gentayangan, sesekali menabrak sesuatu.


"ayo" syalfa menarik tangan dayang usa, setelah memastikan penjaga itu telah menjauh, kini hanya ada 1 orang penjaga yang sudah tertidur dengan lelap.


syalfa mencoba membuka pintu itu, namun ternyata pintu telah di kunci rapat.


dayang usa seakan tau arti tatapan junjungannya, segera mendekati penjaga yang tertidur itu dan mencari suatu benda yang bisa membuat pintu itu terbuka.


" ketemu" kata dayang usa tersenyum senang.


diambilnya kunci itu yang ternyata tergantung di pinggang penjaga. lalu, dayang usa beranjak mendekati junjungannya dan memberikan kunci itu pada syalfa.


syalfa mulai membuka pintu , hingga terdengar suara ceklek, pertanda pintu sudah berhasil terbuka.


keduanya berlari keluar istana menuju kegelapan malam, melewati pohon- pohon yang menjulang tinggi.


tanpa syalfa dan dayang usa ketahui , ada sepasang mata yang melihat kepergian keduanya dengan tatapan tajam dan senyum sinisnya.


" kalian mempermudah rencanaku" ucapnya lalu memanggil pelayan pribadinya.


"bely, kau beritahu paman untuk membunuh putri sya dan dayang usa segera. jangan ada yang mengetahui tentang ini" perintah permaisuri cwen, lalu pergi meninggalkan tempat itu.


***


setelah berlari cukup jauh, syalfa dan dayang usa kini sudah berada di tepi jurang selatan. dilihatnya jurang yang cukup dalam dan terdengar suara air yang mengalir dengan deras.


" apa kau yakin, kita harus turun ke dalam sana?" tanya syalfa pada dayang usa dengan ragu.


" iya putri, hanya itu jalan satu- satunnya. hutan di bagian selatan adalah hutan ilusi, jika kita melewati hutan yang ada kita akan mati. entah mati karena bangsa lain, atau mati di tangan permaisuri cwen.


"maksudmu? kenapa dengan permaisuri cwen?". tanya syalfa bingung.


" putri, lihatlah di balik pohon besar sana. di balik pohon itu aku bisa mencium aroma kaum kami, mereka sedari tadi mengikuti kita, aku yakin mereka sekutu permaisuri cwen untuk membunuh kita" kata dayang usa sambil melirik ke arah pohon besar dan sekitarnya.


" benarkah? tapi kenapa mereka tidak langsung menyerang?" tanya syalfa ikut melirik kesana kemari dengan waspada.


" mereka tidak akan berani menyerang kita sekarang putri, karena batu permata biru itu . mereka juga ingin merebutnya kembali, jika kita jatuh ke dalam jurang terlebih dulu, maka keinginan mereka untuk mendapatkan batu permata biru itu akan semakin kecil kemungkinannya" jelas dayang usa.


" aku masih belum mengerti, kenapa kemungkinanya sedikit untuk bisa merebutnya dariku jika kita masuk ke dalam jurang itu?" tanya syalfa.


" tentu putri, karena di bawah sana akan lebih berbahaya, disana adalah pintu keluar masuk ke negeri ini . tentu ada banyak kaum lain seperti kami di bawah sana, yang tentu juga menginginkan batu permata biru itu" kata dayang usa.


" lalu, apa yang harus kita lakukan sekarang" kata syalfa sedikit frustasi.


" maju kena mundur juga kena putri, jadi lebih baik kita masuk ke dalam jurang saja, walaupun kecil kemungkinan kita selamat, tapi ada harapan untuk kita bisa keluar dari tempat ini" kata dayang usa.


" tapi..."


" tidak ada tapi tapian putri, waktu kita tidak banyak" kata dayang usa memotong perkataan syalfa lalu menarik tangan syalfa untuk masuk ke dalam jurang bersama.


" aaaaaaakh, kenapa aku harus selalu berurusan dengan makhluk seperti kalian " teriak syalfa yang kaget dengan tindakan dayang usa membawanya terjun bebas ke dalam jurang.


tubuh mereka melayang di udara menuruni jurang yang begitu dalam dan gelap, mereka bisa melihat ke atas sana, para siluman buaya putih ikut mengejar dengan melakukan hal yang sama.


" ini gila, sangat sangat gila" kata syalfa dalam hati sambil melihat di bawah sana sangat gelap , udara pengap juga dingin.