
Ular hitam jelmaan arav telah sampai di gubuk tua tempat dimana istrinya berada, ular itu masuk dari cela- cela lubang yang berada di samping kamarnya berada. tubuhnya meliuk- liuk melewati lemari dan kaki meja yang berada didalam kamarnya. lalu, kepalanya berdiri menatap ke sekeliling kamar pandangannya berhenti pada sebuah ranjang sederhana . disana ada seorang wanita yang berbaring dengan mata yang terpejam. perlahan kepalanya menunduk dan wujudnya berubah menjadi seorang manusia.
arav mendekat ke arah ranjang dan duduk di samping ranjang, senyumnya terbit memandangi wajah cantik dengan mata yang terpejam. tangannya terjulur mengalihkan anak rambut yang sedikit menutup mata istrinya.
" cantik" kata itu terucap begitu saja saat menatap wajah damai istrinya."aku berharap kau selalu berada di sampingku , apapun yang akan terjadi nanti. aku baru pertama kali jatuh cinta dan itu padamu, tolong jangan tinggalkan aku sayang. aku akan melakukan apapun agar kau selalu berada disisiku" kata arav menatap rania sendu.
wajahnya mendekat lalu mengecup kening rania lembut, kecupan itu turun berpindah ke kedua mata rania yang terpejam, pipi ,hidung ,dagu dan terakhir bibir ranum rania.
rania yang merasa tidurnya terusik, perlahan matanya terbuka dan alangkah terkejutnya dia. wajah suaminya tepat di depan wajahnya, bahkan suaminya sedang menutup mata dengan menikmati kegiatannya yang mencium bibirnya.
" sayang kau terbangun? maafkan aku, aku tidak bisa menahannya. bolehkah aku meminta hakku? selama kita menikah, aku belum menyentuhmu. boleh aku memintanya sekarang?" tanya arav dengan mata yang sudah dipenuhi gairah.
rania menelan salivanya susah payah, " apa aku harus melakukannya? tapi bukankah giano kini sudah menjadi suamiku, tapi kenapa hatiku ragu? bukankah aku juga dulu menyukainya?" rania hanya bisa bertanya- tanya dalam hati.
" sayang..apa kau meragukanku?"
deg
jantung rania berdetak dengan cepat" bagaimana dia bisa tau?" kata rania menatap suaminya lekat.
" baiklah jika kau meragukanku, aku mengerti" kata arav menatap wajah rania dengan tersenyum paksa.
lalu , dia beranjak dari ranjang mereka." tunggu! emm.. bu..bukan itu maksudku, ini baru pertama kali untukku, aku hanya sedikit gugup" kata rania merasa tak enak, tapi ini sudah menjadi kewajibannya.
" jadi kau siap sayang?" tanya arav menatap rania dengan mata yang berbinar.
rania hanya mengangguk lemah . arav yang melihat rania mengangguk. segera naik ke ranjang dan menindih tubuh rania, di pandangnya lekat wajah istrinya dengan penuh damba. perlahan bibir keduanya menempel dan bergerak saling membalas . keduanya menikmati sentuhan bibir itu hingga suara decapan keduanya terdengar di ruangan kamar sederhana itu.
setelah puas menikmati bibir istrinya, perlahan ciuman itu turun ke leher putih rania. membuat rania merasa geli sekaligus seperti tersengat aliran listrik.
tangannya bergerilya kesana kemari menggrayangi tubuh rania, lalu perlahan membuka kancing rania satu persatu ,begitu juga kecupan itu juga turun mengikuti kegiatan tangannya .
arav menatap pemandangan indah itu dengan mata tak berkedip.
membuat rania malu, dan tangannya menutupi bagian sensitifnya.
" jangan di tutupi sayang, kau tidak usah malu. aku bahkan sudah melihat semuanya" kata arav memberi kecupan lembut pada bibir rania
lalu arav juga melepaskan semua pakaiannya dan kembali menindih tubuh rania. " aku akan melakukannya dengan perlahan sayang, mungkin ini akan sedikit sakit" kata arav dengan memberi kecupan di seluruh wajah rania, agar rania bisa merasa lebih tenang.
setelah melihat rania sudah tidak tegang lagi, arav memposisikan tubuhnya. hingga hanya dengan sekali hentakan, dirinya sudah berhasil masuk ke dalam milik rania dengan sepenuhnya.
" aakh" pekik rania, merasakan sakit seperti tersobek di bawah sana. perlahan cairan bening luruh dari sudut matanya.
" apa sangat sakit sayang?" tanya arav menatap rania cemas." sedikit, lanjutkan saja. aku baik- baik saja" kata rania .
arav diam sesaat menunggu rania agar tidak terlalu tegang, arav mencium bibir rania kembali, berusaha mengalihkan perhatian rania agar tidak terlalu merasakan sakit.
setelah rania sudah mulai menikmati ciumannya, arav mulai melepas ciumannya lalu, menggerakan pinggulnya dengan perlahan. sakit yang di rasa rania perlahan menghilang di gantikan dengan rasa nikmat yang baru pertama kali di rasakannya.
melihat rania yang mulai menikmati permainannya, arav mulai mempercepat gerakannya. membuat tubuh rania menggelinjang hebat.
" aah" rania mendesah dengan mata yang terpejam. arav yang mendengar ******* rania semakin bersemangat. keduanya saling menikmati kegiatan panas mereka, menuntaskan hasrat yang membara.
hingga suara erangan panjang dari keduanya terdengar. menandakan mereka sudah berada di puncak kenikmatan.
rania bisa merasakan cairan hangat mengalir di dalam sana. rania menatap arav yang tersenyum menatapnya.keduanya memandikan keringat dengan nafas yang memburu.
" terimakasih sayang" kata arav mencium bibir rania sekilas.