
sesosok Tubuh tanpa kepala berjalan mendekati dimana kepalanya berada, kakinya sedikit menekuk untuk mengambil kepalanya yang tergeletak di tanah lalu tangannya yang di penuhi dengan sayatan-sayatan di sana sini terulur menarik rambutnya yang panjang , perlahan di taruhnya kepala itu ketempatnya semula.
KRAAK
KREEK
terdengar suara gemrutuk tulang yang saling bergesekan, sosok yang kini tengah menggerakan kepalanya kekanan dan kekiri kini kepalanya terpasang dengan baik .Syalfa yang melihat secara langsung merasa ngilu sendiri di buatnya. bahkan tangannya reflek memegang lehernya sendiri.
"Ada apa disana? Dari ekspresi wajahmu sepertinya dia sangat mengerikan. sosok nya seperti apa?" Rania berbisik di telinga Syalfa pelan agar tidak ada yang mendengar bisikannya. takut-takut ada makhluk yang lewat denger dan tersinggung kan bahaya .
"Seperti Manusia pada umumnya, tapi tubuhnya penuh luka dan kepalanya terpisah. tapi .." Syalfa tidak melanjutkan ucapannya .
"Tapi apa?" tanya Rania merasa penasaran.
" Kepalanya udah terpasang di tempatnya semula dan kini sosok itu sedang berhadapan dengan Mario" jelas Syalfa dengan tatapannya yang masih mengarah kepada dua sosok di sana yang tengah menatap tajam satu sama lain.
"Aduh gawat gawat bahaya inih, Mario kan hantu baru, pasti ga akan menang ngelawan tuh hantu buntung" .
PLAK
"Mario bukan hantu! " bentak Syalfa tidak terima.
"Terus kalau bukan hantu apa? Roh yang gentayangan? sama aja Syalfa".
"Pokoknya Mario bukan hantu!! titik!" Syalfa menatap sahabatnya dengan tajam.
"Iya iya, terus gimana? aku ga yakin Mario bakalan bisa ngelawan tuh buntung" .
"Aku juga bingung gimana caranya bantu Mario" .
Syalfa menatap dua sosok yang saling beradu kekuatan di hadapannya. beberapa kali Mario terkena pukulan di beberapa bagian tubuhnya membuatnya merasa khawatir.
Saat sebuah asap hitam mulai menyerang Mario, Syalfa segera berlari menghadangnya dengan tubuhnya.
"AAAKH" pekik syalfa saat segerombolan asap hitam menerpa tubuhnya, dadanya terasa sakit dan sesak .
Syalfa merasakan sebuah cairan hangat mengalir dari salah satu hidungnya. tangannya terulur untuk mengetahui cairan apa itu?
"Apa ini darah? " tanya nya dengan menatap cairan kehitaman tangannya.
"Jangan panik sayang, semua akan baik- baik saja".
Mario berkata sambil terus menghalau setiap serangan yang terus di lakukan oleh makhluk di hadapannya. walau dirinya sering mendapat pukulan disana sini , tapi dia berusaha untuk mengalahkan makhluk di hadapannya terlebih ada Syalfa di sisinya membuat nya harus tetap bertahan demi kekasihnya tidak terluka.
SREEK
Mario di seret dengan kuat hingga beberapa meter dan ..
BUGH
Terdengar suara erangan panjang dan..
WUUUSH
Sosok yang menyeret Mario menghilang, sedangkan sang pelaku tetap tenang sambil berusaha membantu Mario yang sudah lemas dengan banyaknya luka di tubuhnya.
"KARINA" pekik Syalfa dan Rania bersamaan.
" Ya, ini aku" jawabnya, ingat kalian berdua! harus berhati-hati dengan sosok tadi, dia lumayan kuat. untung aku membawa pusaka pemberian Aki kalau tidak?!" Karina menggelengkan kepalanya." Syalfa ,Rania aku tahu setelah kalian keluar dari dunia lain kekuatan kalian yang masih tersisa di tubuh kalian juga menghilang sebagai ganti agar kalian bisa keluar dari tempat itu. tapi kemampuan seperti kamu Syalfa yang bisa melihat dan berinteraksi dengan mereka dan kamu Rania, yang bisa merasakan kehadiran dan aura mereka masih tetap sama. itu karena kemampuan kalian di dapat semenjak kalian lahir dan itu tidak akan mungkin hilang. jadi untuk sementara kalian menghindari makhluk lain yang ingin meminta bantuan pada kalian.
"Aku mengerti" jawab Syalfa masih dengan memandang Mario khawatir sedangkan Rania hanya mengangguk saja.
"Jangan khawatirkan dia, aku akan mengatasinya " kata Karin yang tau kekhawatiran Syalfa." aku akan membawanya ke tempat Aki supaya cepat di tangani,sebaiknya kalian cepat pergi dari sini. Selamat tinggal!"
Karina menghilang dengan Membawa Mario bersamanya.
Setelah Karina dan Mario pergi , Syalfa buru-buru menarik Rania pergi dari tempat itu.