My Lover Is A Ghose

My Lover Is A Ghose
Membuka Mata



Author pov.


Syalfa tertegun saat kedua mata tajam itu terus menatapnya intens.


AKKkh,


Pekiknya, saat di rasa sesuatu mencengkram lehernya dengan tiba-tiba.


Nafas syalfa naik turun dengan mulut yang sedikit terbuka. cekikan di lehernya semakin kuat membuatnya sulit bernafas.


" L eee pas kan a ku !" kata syalfa mencoba berontak.


kedua tangannya yang tadinya di cekal perlahan terlepas. begitu juga dengan tali yang mengikat kuat di kakinya perlahan menghilang.


Dengan cepat syalfa memukul mukul sebuah tangan yang mencekik lehernya.


BRUAKH


Tubuh syalfa terlempar dan menubruk keras lingkaran bening yang melindungi tubuh mario.


"SEETt"


syalfa mendesis, merasakan sakit di punggungnya. pandangannya sedikit buram dan kepalanya pusing.syalfa menggelengkan kepalanya , berharap pusing yang di rasakan menghilang.


SREAK


SREAK


Syalfa mendengar suara yang tak jauh darinya. pandangannya mengedar mencari ke asal suara itu berada .


Syalfa kembali menggelengkan kepalanya, saat di lihat bayangan hitam yang terlihat samar-samar


penglihatannya belum kembali pulih.


"Apa ituh?" tanyanya dalam hati , syalfa menatap dalam ke target yang dilihatnya, hingga perlahan penglihatannya kembali normal. dan, matanya seketika melebar saat sebuah benda tajam mengarah tepat ke kedua bola matanya. reflek syalfa menggulingkan tubuhnya ke kanan menghindari serangan dadakan itu.


Benda tajam seperti belati, namun berbentuk besar menancam sempurna di lingkaran bening yang membungkus tubuh mario.


Perlahan lingkaran itu retak merembet kemana-mana dan semakin melebar.


semua sosok dan roh yang berada di sana seperti panik dan kalang kabut.


begitu juga dengan syalfa, dia berlari dan langsung memeluk lingkaran bening yang retak itu.


"Tidak..Tidak.. ku Mohon" kata syalfa sambil tangannya mengusap jalannya retakan itu yang terus merembet.


Ke empat sosok penjaga yang menjaga lingkaran itu mengeluarkan kekuatannya dari kedua telapak tangan mereka. sebuah cahaya berwarna merah mengarah ke lingkaran bening berusaha menahan retakan yang terus merembet .


Matanya berubah merah dan tubuhnya perlahan membesar.


Dari kedua tangannya mengeluarkan asap hitam yang terus berputar- putar, lalu di arahkannya asap hitam itu ke arah syalfa.


Syalfa yang masih memeluk lingkaran bening tak mengetahui bahaya yang mengarah ke arahnya.


" Syalfa Awas!!"


terdengar suara peringatan dari Rania di ujung sana, namun terlambat.


Asap hitam itu menembus tubuh syalfa. asap itu perlahan merambat dari ujung kaki syalfa. begitu pula dengan mulutnya yang terbuka, membuat asap tebal itu perlahan masuk ke dalam mulut syalfa.


Terlihat kuku dan kulit putih syalfa perlahan menghitam. rambutanya yang tergerai melambai lambai mengikuti tiupan angin yang kencang tak terkendali.


Rania menangis dan terus meraung-raung memanggil nama syalfa. rania masih terikat tak berdaya di sebuah dinding di ujung sana.


Roh roh yang tadinya melayang kesana kemari kini seperti sebuah patung yang melayang dan menempel di setiap dinding .menyaksikan kengerian dari sang tuan.


PYAR


PYUAR


lingkaran bening yang melindungi tubuh mario hancur tak berbentuk, kepingan-kepingannya menyebar berterbangan ke sembarang arah. dan ada beberapa yang menancap di bagian tubuh syalfa .


Membuat darah segar mengalir dari tangan syalfa dan menetes tepat di kening mario.


Tubuh syalfa yang melayang tak berdaya, membuat darahnya menetes ke bawah, dimana mario yang masih terlelap.


Sebuah cahaya biru dan hitam muncul dari kening mario dan perlahan matanya terbuka lebar.


Mario mengerjapkan matanya dan merasakan ada sesuatu yang menetes ke tubuhnya. tangannya melayang di udara, seakan menunggu tetesan berikutnya.


TES


TES


dilihatnya cairan berwarna merah menetes di tangan dan wajahnya. mario bangkit dan lebih menajamkan matanya.


" Apa itu?!" tanyanya masih bingung. menatap seorang wanita yang melayang di atasnya , sayang sekali karena posisi wanita itu terlentang. membuatnya hanya bisa melihat tubuh bagian belakangnya saja.


"Tidak!! hentikan! ! ku mohon, SYALFA!!"


terdengar suara menangis dan teriakan histeris entah dari mana, mario mengedarkan pandangannya. dan..