
"Syalfa , Nendra anak kalian sudah lahir" pekik Mamah Anggi senang. dia langsung memotong Tali penghubung keduanya untuk asupan makan saat bayi masih berada dalam kandungan. setelahnya, mamah Anggi langsung membersihkan sang bayi dan menaruhnya di atas tubuh Syalfa. kemudian Mamah Anggi memilih untuk menjauh saat Nendra menyuruhnya agar menjaga jarak.
Nendra mengecup sekilas dahi Syalfa dan anaknya. Nendra menatap Mario. keduanya lalu menjauh dari ranjang Syalfa.
Dilihatnya pemandangan yang menabjubkan itu terjadi kembali, sekumpulan kunang-kunang yang berputar-putar di atas sana kini mulai ke bawah dan terus ke bawah. lalu berputar mengelilingi Syalfa dan Bayi perempuan yang berada diatas tubuh Ibunya.
Syalfa yang masih lemah cukup terkejut melihat banyaknya kunang-kunang yang terbang mengelilingi mereka. bola matanya menatap dua lelaki tampan yang berdiri tak jauh darinya seolah meminta penjelasan.
keduanya tersenyum dan mengangguk menandakan bahwa semua baik-baik saja. Syalfa kemudian membalas senyum mereka, hingga semakin lama semakin sulit melihat orang-orang yang berdiri disana karena ribuan kunang-kunang itu mulai berpencar seolah menutupi seluruh tubuhnya dan sang anak.
Syalfa bisa merasakan tubuhnya yang terasa hangat seolah sedang berjemur di bawah terik matahari saat pagi menjelang.
Syalfa seperti berada didalam sebuah ruangan bercahaya kuning yang sangat terang .
Matanya menutup , saat merasakan kenyamanan dalam tubuhnya. kedua tangannya masih mendekap putrinya dalam pelukan. bayi itu juga merasakan hal yang sama seperti ibunya, bahkan sekarang bayi cantik itu tengah tertidur dengan nyenyak.
Semua orang masih menatap sekumpulan cahaya itu, banyak sekali pertanyaan di dalam otak mereka tentang apa yang terjadi di hadapannya.
30 menit
Akhirnya sekumpulan kunang-kunang itu mulai terbang kembali mengitari Syalfa dan putrinya lalu kembali keluar melalui celah jendela yang memang sengaja tak di tutup itu. agar kuang-kunang bisa keluar nanti.
Nendra, Mario dan Mama Anggi berjalan perlahan mendekat ke arah Syalfa dan Putrinya.
Keduanya masih terpejam, mereka melihat Syalfa yang tampak tenang, damai bahkan terlihat lebih cantik setelah melahirkan. seperti memiliki Aura yang pekat dan kuat.
"Sayang"
Panggil Nendra yang ingin tahu keadaan Syalfa.
"Emm"
Syalfa membuka kedua matanya perlahan, saat mendengar suara suaminya.
Nendra tersenyum saat melihat istrinya membuka matanya .
"Bagaimana keadaanmu?"
Syalfa hendak beranjak duduk namun segera di cegah Nendra.
"Berbaring dulu, jangan banyak bergerak sayang".
"Kamu yakin?" tanyanya .
"Yakin ndra"
"Hei, kenapa sekarang ini selalu memanggil namaku hemm" protes Nendra yang baru menyadari panggilan istrinya.
"Aah, enaknya gitu" jawabnya enteng.
Syalfa mulai duduk di bantu Nendra yang mengatur bantal agar Syalfa bisa menyenderkan tubuhnya di kepala Ranjang dengan nyaman. Nendra tidak mencegah lagi karena sudah mendengar bahwa Syalfa baik-baik saja. Dan dia bisa melihat itu. terlihat dari wajah Syalfa yang memang tampak segar.
Syalfa mengelus pipi Bayinya yang masih nyaman dengan tidurnya.
"Hei sayangnya Mama , ayo bangun dulu nak. minum susu dulu" ajak Syalfa yang terus mengelus pipi anaknya agar bangun.
ternyata bayi nya itu cukup sensitif dan sangat gampang terbangun, terlihat bayinya mulai mengulat dan mengecap bibir merahnya dengan lucu. matanya perlahan terbuka.
Syalfa tersenyum lalu mulai menyusui sang anak, Nendra tersenyum memperhatikan keduanya.
"Aku pamit ya, sepertinya Ki wicak memanggilku" kata Mario yang mendengar suara ki wicak memanggil namanya.
"Iya, terimakasih sudah datang" Kata Nendra.
Setelah Syalfa mengandung hubungan keduanya memang membaik. mereka sepakat untuk menjaga anak mereka. anak mereka? ya Nendra dan Syalfa sepakat Mario juga Orang tua bagi Anaknya. terlebih Mario juga selama ini ikut menjaga kandungan Syalfa saat Nendra bekerja dari gangguan makhluk tak kasat mata yang sering ingin mendekati Syalfa.
Setelah berpamitan kepada seluruh penghuni rumah, sosok lelaki tampan itu menghilang bersamaan dengan jendela kamar yang tertutup rapat.
Mario bisa saja, sempat-sempatnya menutup jendela kamar mereka yang memang belum di tutup.
"Kalian tidur saja, biar Aku dan Deon yang begadang Malam ini, kalian pasti lelah" kata Nendra.
"Iya, aku juga berfikir begitu" Seru Deon.
"Baiklah" jawab Syalfa yang mulai memejamkan kedua matanya sambil mendekap bayinya.
begitu juga Rania yang memang sudah sangat lelah dan mengantuk memilih langsung memejamkan matanya.
kedua orang tua Deon juga kembali ke tempat pembaringan mereka. di usianya yang semakin lanjut membuat mereka cepat sekali cape. tapi demi sang anak dan cucu nya, mereka Rela melakukannya .