My Lover Is A Ghose

My Lover Is A Ghose
Waspadalah



Hembusan angin yang cukup besar membuat Mario dan nendra lebih waspada. rania dan deon juga beranjak berdiri.


Segerombolan burung gagak yang masih menikmati daging mentah itu juga serempak menghentikan kegiatannya, seakan tahu akan ada bahaya yang segera datang.


kabut putih mulai menyelubungi tempat mereka berada, tak lama suara -suara aneh terdengar .


Sreeeeek


serangan dadakan membuat mereka reflek mengangkat senjata dan tangan mereka bersiap menghalau apapun yang datang.


BUGh


Nendra berhasil menendang makhluk yang entah datang dari mana?beruntung nendra memiliki insting yang bagus. sehingga serangannya tepat mengenai perut mahkluk yang belum di ketahui,entah makhluk apa itu?.


Kepalanya bertanduk, tubuhnya seperti manusia namun berkulit licin dan berwarna hijau kehitaman. jangan lupa giginya yang kecil -kecil bertaring.


tangannya mengais-ngais tanah di bawahnya dengan berjongkok.kemudian kembali melompat mengarah ke arah mereka.


tidak hanya satu, tapi tiga.. membuat nendra, mario dan deon segera menangkis setiap gerakan yang di berikan makhluk yang tak tahu makhluk apa itu. sedangkan rania segera berlari memeluk tubuh syalfa yang tergeletak disana.


PUK


PUK


rania menepuk nepuk pipi syalfa sedikit keras,. berharap sahabatnya itu segera bagun." syalfa, bangun..kamu pingsan apa mati sih!?" geram rania karena syalfa masih belum sadarkan diri juga. pandangannya beralih ke rambut syalfa yang sudah mulai berubah warna membuatnya heran.


" Ada apa dengan rambutmu?''


Aaakh


pekikan keras itu membuat perhatian rania teralih ke sumber suara.


"KA DEON!!!" teriak Rania segera berlari menghampiri deon.


Rania menendang keras makhluk yang masih menempel itu tepat di kepalanya.


membuat makhluk yang sedang menikmati darah deon menggeram marah.


makhluk itu melepaskan gigitannya dan melompat turun dari tubuh deon, berbalik menatap rania tajam.


tubuh deon ambruk seketika , rania menatap deon sesaat lalu tatapannya kembali pada makhluk yang kini menyeringai ke arahnya.


rania menelan salivanya saat melihat gigi kecil namun tajam berwarna kuning kehitaman itu , genangan darah deon terlihat di setiap celah gigi mengalir hingga jatuh ke tanah. lidahnya menjilati darah di sekitar bibirnya seakan tahu kemana arah tatapan rania. membuat rania yang menatapnya begidik ngeri.


" pasti rasanya seperti di gorok dengan gigi-gigi setajam itu, aah..malang sekali nasibmu ka deon" batinnya dalam hati.


"Heh! mau apa kau!? jangan mendekat!!" pekik Rania, saat makhluk bergerigi itu mendekat ke arahnya.


Aaakh


sebuah teriakan memilukan terdengar lagi, membuat Rania reflek melirik ke arah suara.


Ternyata suara itu, suara Nendra yang kakinya sobek terkena cakaran dari makhluk seperti yang menggigit Deon tadi. Rania meringis ngilu,saat melihat darah sekaligus seperti daging yang terbuka.Lalu pandangannya berpindah pada Mario yang masih kuat menangkis setiap gerakan lawannya, rania kagum dengan kekuatan mario yang sepertinya belum merasakan lelah sedikitpun, padahal mario baru terbangun dari tidur panjangnya.


Rania terkejut saat dirinya terdorong sesuatu ke samping , membuatnya terjelembab ke tanah dengan cukup keras. rania menoleh, ternyata deon yang mendorongnya karena makhluk bergerigi itu hendak menerkamnya. rania merutuki dirinya sendiri yang ceroboh tak waspada.


Rania bangkit mencoba mendekati Deon yang terduduk lemas di dekatnya, deon menatap waspada pada makhluk yang terpental namun tak begitu jauh .


"Ka deon tidak apa-apa? maaf atas kecerobohanku" kata Rania lirih.


"Lebih waspadalah" jawab deon tanpa menoleh sedikitpun.