My Lover Is A Ghose

My Lover Is A Ghose
Kekuatan anak dalam kandungan



Syalfa berhenti mundur saat melihat cairan berwarna merah darah itu mulai membentuk sesuatu.


Sedangkan Nendra kini memilih untuk melingkarkan tangannya di pinggang Syalfa, saat melihat Syalfa yang tengah menatap sesuatu tanpa berkedip.


Sebenarnya dia sangat khawatir melihat reaksi Syalfa yang teramat waspada setiap saat. istrinya benar-benar selalu tertekan di setiap waktunya, terkadang saat tidak ada penyerangan seperti ini pun istrinya selalu saja tak bisa tenang. dia tahu di setiap tempat pasti ada mereka, itu yang membuat nya kadang khawatir dengan kesehatan Syalfa, termasuk anaknya yang di dalam kandungan. kapan istrinya itu bisa tenang tanpa harus melihat mereka yang selalu berbuat usil.


Nendra menatap lekat wajah Syalfa, dia bisa melihat setiap perubahan di wajah itu, bahkan hal sekecil apapun. seperti alis yang berkerut, mata yang melebar, kadang bibir nya yang meringis.


Dan kini mata istrinya benar- benar melebar, sontak dia langsung menarik tubuh Syalfa ke arahnya.


Dan pergerakan Nendra yang mendadak itu adalah tindakan yang benar.


Karena saat itu, Syalfa melihat Darah itu mulai membentuk sebuah wujud. wujud berbentuk layaknya kera tapi tidak memiliki bulu. lidahnya sangat panjang, begitu juga dengan tangan dan kakinya yang lebih panjang dari tubuhnya.


Postur tubuh itu berwarna merah darah, matanya memancarkan cahaya kuning, mungkin karena ruangan yang tak begitu terang. karena memang sedang tidak ada listrik dan hanya cahaya lilin di sekitar sana.


Lidahnya yang panjang itu hendak menarik kaki Syalfa , beruntung Nendra langsung menarik tubuh istrinya itu, bahkan sampai menggendongnya.


"Awas ndra! Ke Kanan" Teriak Syalfa yang melihat lidah itu ingin membelit kakinya yang berada di gendongan.


Nendra langsung melakukan apa yang Syalfa katakan dengan cepat.Memutar tubuhnya yang tengah menggendong Syalfa ke arah kanan.


Nendra bergerak ke arah yang Syalfa tunjukan ,pandangan Syalfa terus tertuju pada makhluk bertubuh merah itu. sedang Nendra memilih untuk menatap lekat wajah cantik sang istri yang berada di gendongannya. ya untuk apa melihat makhluk yang tidak dapat dilihatnya.


"Ndra, dia menyerangmu ! kali ini dia akan membelitmu".


Nendra terus bergerak bahkan kali ini dia lebih memilih untuk berlari cepat ke arah lain untuk mengamankan kan istri terlebih dulu. namun pergerakannya terbaca dengan cepat, kakinya di belit dengan kuat membuat tubuhnya tak seimbang. keduanya jatuh ke lantai dengan keras.


"SYALFA!" teriak Nendra saat tangannya tak mampu menjangkau tubuh istrinya.


Syalfa berusaha menumpu tubuhnya dengan tangan kiri, saat tubuhnya hendak menubruk sebuah sofa. ia berusaha agar perutnya tidak membentur sofa itu.


BRUK


"Aaaakh"


Syalfa berteriak merasakan sakit di tangan kirinya, di susul rasa sakit di perutnya.


Syalfa menoleh saat makhluk yang menyerangnya tadi kini justru berada tepat di atasnya. hanya berjarak 1 meter dari atas tubuhnya.


"Jangan!!" Syalfa menggelengkan kepalanya takut.


"Syalfa" Seru Nendra yang masih tidak bisa menggerakan kedua kakinya.


"Bagaimana ini? Aku yakin makhluk itu berada di atas tubuh istriku"


serunya di dalam hati, saat melihat raut ketakutan di wajah Syalfa, kedua mata istrinya terus menatap ke arah atas. itu membuatnya khawatir.


CRAS


Nendra mengambil sebelah pisau tajam yang ia ambil dari laci sebelumnya.


Walaupun tidak bisa melihat, apa yang membelit kedua kakinya. tapi Nendra menggunakan instingnya .


terdengar suara erangan kesakitan, sontak Nendra terus mengiris apa pun di sisi kaki yang membelitnya.


perlahan belitan itu terlepas, Namun suara teriakan Syalfa membuat jantungnya berdetak dua kali lipat. pandangan yang awalnya tertuju pada kedua kakinya. kini beralih menatap sang istri.


"Aaaaaakkkkkhh"


Syalfa menutup kedua matanya , saat melihat kedua tangan panjang itu hendak merobek perutnya yang besar. sudut matanya mengeluarkan cairan bening. saat dia tidak mampu untuk melawan lagi.


namun setelah ia memilih untuk menutup mata, Syalfa merasa aneh karena tidak merasakan sakit seperti luka robek di perutnya. kedua tangannya masih tidak bisa bergerak karena belitan lidah makhluk itu tengah mengikatnya. sebelumnya Syalfa melihat saat Nendra menusuk serta mengiris lilitan lidah yang membelit kakinya.mahkluk itu melepas belitan di kaki Nendra ,namun setelah terlepas justru lidah nya yang terluka justru malah membelit kedua tangannya.


Syalfa membuka matanya dilihatnya makhluk berwarna merah dengan wajah seperti kera itu tengah berguling-guling di lantai dengan kepulan asap putih yang seakan tengah membakarnya.


erangan demi erangan menghiasi setiap ruangan, pandangan mata Syalfa kini tertuju ke perutnya. perutnya bercahaya. matanya mengerjab-ngerjap tak percaya.


Apa anaknya yang melawan makhluk itu? dia bisa merasakan dirinya tengah terancam? ahh apa mungkin?


Syalfa menduga-duga dengan semua yang terjadi, suara erangan itu perlahan menghilang dengan tubuh makhluk itu yang juga tengah menghilang di gantikan dengan asap hitam yang mulai memudar .


"Sayang, kamu tidak apa-apa?"


Nendra meraih tubuh lemas Syalfa dan mengecup wajah istrinya itu bertubi- tubi.


"Aaakh Ndra perutku, perutku sakit" ringis Syalfa yang merasakan kontraksi pada perutnya.