My Lover Is A Ghose

My Lover Is A Ghose
Serangan Tengah Malam



CEKLEK


Syalfa membuka pintu kamar Rania dengan saaangaat pelan, tak bisa ia pungkiri jantungnya mendadak berdebar tak karuan, padahal saat ini dirinya belum melihat apapun. kamar Rania begitu gelap, hanya ada lampu tidur yang menyala. Di dekatinya tempat tidur Rania yang belum terlihat jelas karena tertutup sebuah Tirai putih yang baru di pasang Rania tadi sore.


Saat menyingkap tirai putih di hadapannya Mata Syalfa melotot melihat Rania yang melayang dengan posisi berbaring dengan mata yang masih tertutup. di atas tempat tidur ada beberapa ular kecil yang menegakan kepalanya ke satu arah. Syalfa melihat arah yang sama.



Terlihat sosok wanita yang tengah mencakar cakar lantai, pandangannya terus menatap ke arah Rania yang melayang di atas sana.


Entah bagaimana caranya tubuh Rania bisa melayang seperti itu? Yang pasti Syalfa yakin ular-ular kecil di atas tempat tidur Rania sedang berusaha melindungi sahabatnya itu dari sosok wanita di ujung sana.


CRING


SRET


SRET


Suara kuku-kuku nya yang terus mencakar Lantai membuat Syalfa sedikit ngilu. Syalfa menoleh kesana kemari mencari sosok yang sedari tadi bersamanya. tapi kemana dia? Karina justru malah menghilang disaat seperti ini.awas saja dia!.


Tunggu, kenapa sejak dirinya masuk mereka seolah tidak melihatnya? Aneh sekali. saat ini Syalfa malah bingung dengan fikirannya sendiri. beberapa detik kemudian Syalfa di buat terkejut mana kala Sosok wanita yang awalnya mencakar -cakar lantai kini terbang melayang hendak menubruk tubuh Rania .


"Oh My Good , no!!!" teriak Syalfa yang reflek berlari hendak menghalau cakaran itu, tapi ular-ular di sana lebih dulu melompat dan menggigit beberapa bagian tubuh sosok wanita itu, bahkan ada yang membelit kedua tangan dengan kuku-kukunya yang tajam.


BUUG


Sosok itu terjatuh membentur Ranjang dan mendarat ke lantai.


Lalu kemudian menghilang begitu saja, Syalfa di buat bengong. matanya melirik kesana kemari , namun mereka benar-benar telah menghilang. tak lama setelahnya Karina muncul tepat di hadapannya dengan membelakangi Syalfa.


Karina buru-buru terbang melayang mengulurkan kedua tanggannya untuk menopang tubuh Rania yang masih terlelap, seakan tidak mendengar apapun.


Diturunkannya Tubuh Rania hingga kembali terbaring di atas Ranjang penuh bunga.


CETAK


Karina mengusap ngusap kepalanya merasa sedikit sakit akibat jitakan yang Syalfa berikan.


"Kamu apa-apaan sih syalfa, aku salah apa coba" Protes Karina sambil mengerucitkan bibirnya.


"Kemana saja kamu sedari tadi Hah? Bukannya nolongin Sahabat lagi Dalam bahaya, malah ngilang entah kemana" Omel Syalfa sembari berkacak pinggang.


Karina langsung berdiri menghadap Syalfa ikut berkacak pinggang dengan dagu sedikit ke atas seolah menatang.


"Hei, Hei nyonya Nendra. Apa kau tidak menyadarinya? Kamu tidak bisa di lihat oleh mereka, bahkan mereka tidak menyadari keberadaanmu tadi. nyonya Nendra pikir itu ulah Siapa?". Karina dengan suara sombongnya membalas ucapan Syalfa.


"Waaah, jadi itu kau" ucap Syalfa berbinar sambil menurunkan kedua tangannya.


PUK


Syalfa memukul lengan Karina pelan, "Bagus- bagus kamu belajar cukup banyak juga dari Aki. emm kau ajari aku ya" Seru Syalfa semangat.


"Oooh, tidak bisa. Nyonya Nendra itu ilmu hanya bisa di lakukan oleh makhluk sepertiku" jawab Karina sambil menggelengkan kepalanya tanpa menatap kedua mata Syalfa yang penuh harap .


"Huh ya sudah. tapi jangan memanggilku nyonya Nendra!" Sewot Syalfa sembari berjalan mendekat ke ranjang Rania.


"kenapa dia masih tidur ? apa sama sekali tidak mendengar apa yang terjadi sedari tadi disini?" Syalfa mengelus kepala Rania dengan lembut.


"Sepertinya tidak, mungkin saat ini sukma nya sedang berada di alam lain" .


Syalfa langsung menoleh" Alam lain? dimana?".


"Entahlah, tapi ku rasa itu tidak berbahaya untuknya. beruntung Rania selalu di lindungi oleh Arav, walaupun melalui bawahannya. tapi aku cukup lega, Arav ternyata sering memantau keadaannya. aku yakin cintanya tulus untuk Sahabat kita".


"Ya, sayang sekali mereka tidak bersama. tapi aku penasaran mengapa Arav tidak memperjuangkan Rania untuk berada di sisinya? apa ada sesuatu alasan yang menghalangi nya?".


Karina hanya mengedikan bahu pertanda dirinya juga tidak tahu.