My Lover Is A Ghose

My Lover Is A Ghose
Kasihan



" disini pengap dan dingin sekali" keluh rania .


mereka masih berada di dalam lubang pohon tempat peristirahatan .


"hux, buatlah api unggun. agar sedikit hangat" perintahnya.


" maaf nona ran, aku tidak bisa melakukannya. api, akan menarik perhatian mereka " .


" ahh, dasar siluman sialan" umpatnya kesal.


" diam lah rania. kita juga merasa dingin dan lapar, aku pusing jika kamu terus mengoceh seperti ini" kata deon.


" tapi.."


"diam !!" kata deon tegas" biarkan aku berfikir sebentar".


tiba- tiba deon beranjak merangkak mendekat ke arah rania .


lubang pohon disana memang tidak memungkinkan jika berdiri.


" mau apa kau! jangan macam- macam" rania menatap deon waspada.


" mau hangat tidak?" tanya deon dengan santai.


rania hanya mengangguk menjawab pertanyaan deon.


nendra tersenyum menatap keduanya. dia sudah tau maksud deon yang mendekat ke arah rania.


deon langsung memeluk rania dengan erat. sedangkan rania melotot tak percaya.


" lepas! " bentaknya.


deon yang mendengar bentakan rania, hanya cuek saja . deon malah menatap hux dengan mengajukan sebuah pertanyaan.


" hux, jika aku berhasil pergi dari alam kalian. apakah kamu dan anak buahmu akan berhenti mengikutiku?" .


" tidak tuan deon, kami akan tetap bersamamu kemanapun kamu pergi" jawab hux tegas.


deon menghembuskan nafasnya kasar." kenapa? bukankah dunia kita itu berbeda, dan tugasmu itu hanya menjagaku hingga aku keluar dari tempat ini bukan?".


" maaf taun. tapi kami akan tetap mengikuti anda hingga kami musnah, karena itu lah perjanjiannya".


" ya sudah, terserah lah " kata deon pasrah.


semuanya kembali terdiam dengan posisi deon yang masih memeluk rania, yang kini malah menyenderkan kepalanya di bidada bidang deon. deon tersenyum geli menatap rania yang anteng di pelukannya. pada hal sebelumnya selalu menolak dan memberontak.


" emm, aku haus" kata syalfa yang merasa tenggorokannya kering.


" tapi disini tidak ada apapun syalfa" rania mendongakan kepalanya menatap syalfa.


" aku jadi teringat beberapa tahun lalu, kita dulu juga mengalami hal semacam ini" kata syalfa sendu.


" iya, bahkan teman-teman kita ada yang sampai meminum darahnya sendiri hanya untuk menghilangkan haus" timpal rania yang juga ikut sedih mengingat kenangan dulu.


" sudah, kalian ini. teman kalian sudah tenang disana, jangan membahas masa lalu" kata deon yang tidak ingin melihat teman baru nya kembali mengingat kenangan pahit itu.


syalfa membuka mulutnya dan nendra meminumkan air dari perasan lumut di tangannya.


" bagaimana? apa mau lagi?" tanyanya lembut.


syalfa menggeleng dan tersenyum " terimakasih".


nendra mengusap kepala syalfa lembut.


SRETT


SRIIIET


terdengar suara sesuatu di seret tidak jauh dari tempat mereka bersembunyi.


syalfa, nendra,rania ,deon dan hux mulai menatap ke arah mulut pohon yang tertutup tumbuhan itu.


"hiks. hiks.. to..long"


terdengar suara tangisan di sertai minta tolong, suaranya terdengar bergetar dan lemah.


syalfa beranjak hendak mengintip di balik tumbuhan namun dengan cepat nendra mencegahnya.


syalfa menatap nendra dengan mengerutkan keningnya .


nendra menggeleng, berharap syalfa mau menurutinya. entah kenapa nendra merasa itu berbahaya.


syalfa mengangguk paham dengan tatapan nendra yang di tujukan padanya.


" maa..aaf kan aku..to long, le pas!"


" HUA. HA. HA .."


terdengar suara tawa yang menggema, rania merinding mendengar suara tawa yang terdengar cukup menyeramkan baginya.


" manusia bodoh. kau sudah menjadi budakku saat ini, suamimu itu telah gagal memberi aku sesajen di malam ke 10, sebagai gantinya. kau yang akan menjadi pengantinku! HA. .Ha..ha!!!"


" TIDAK!!" teriak pilu seorang wanita.


SREK


SREK


terdengar suara terseret itu mulai menjauh meninggalkan tempat itu.


rania meneguk salivanya sendiri , rania menatap hux meminta penjelasan.


" itu sudah biasa disini" jawab hux." banyak manusia yang menyembah iblis atau siluman untuk meminta harta atau keturunan dengan melakukan sebuah perjanjian. seperti yang pernah aku ceritakan sebelumnya. jika melanggar perjanjian itu, maka mereka akan jadi budak disini. tadi salah satunya" .


" aku merasa kasihan, tapi..mereka telah memilih jalannya sendiri" kata syalfa sambil menggelengkan kepalanya.


" untuk apa kasian, aku muak dengan mereka. mereka yang sudah memilih mendapatkan sesuatu dengan jalan pintas seperti itu. tidak ada gunanya di kasihani" kata rania .