My Lover Is A Ghose

My Lover Is A Ghose
Deon terluka



Nendra dengan gesit menggerakan pisau lipatnya menangkis lidah panjang yang menjulur itu.kekanan dan kekiri , matanya menatap tajam dan penuh waspada. walaupun sulit melawan hanya dengan menggunakan pisau lipat, tapi nendra berusaha untuk bertahan dan membalas setiap serangan. jika pun berhasil, dia ingin setidaknya dari beberapa gerakannya bisa melukai llidah ading yang menyerang mereka.


SRET


terdengar suara sesuatu seperti sebuah sayatan, nendra meringis menahan perih di bahunya. ternyata dirinyalah yang terluka, lidah itu bukanlah lidah biasa yang lentur tak bertulang. tapi lidah itu justru sangat lentur namun tajam seperti pedang.


Kali ini pergerakan nendra tak selincah sebelumnya, mungkin karena luka di bahunya. membuat gerakannya terganggu.


Deon yang melihat nendra sudah kuwalahan segera datang membantu dengan membawa sebatang kayu yang di temukannya.


Deon berlari memukul lidah yang melayang kesana kemari. "Dasar makhluk lakn*t, terima ini!!".


deon memukul mukul kesana kemari namun dari setiap pukulannya sama sekali tak mengenai lidah itu, justru lidah itu membelit kayu yang di pegang deon dan menariknya kuat, membuat kayu yang di pegangnya terlempar jauh . kemudian lidah itu membelit leher deon , reflek tangan deon menahan lidah itu agar tidak membelit lehernya lebih kuat. kaki deon perlahan mulai terangkat, semakin lama semakin meninggi.


rania yang melihatnya segera berlari dan memegang kedua kaki deon erat. sedangkan mario dan nendra juga tak tinggal diam. keduanya memukul, mencakar lidah itu yang masih membelit leher deon.


"Lepaskan dia! " teriak Rania masih dengan memegang kaki deon di bawah sana.


Rania memegang kaki deon dengan kuat. namun sekarang justru dirinya ikut melayang ke atas.


Di atas sana Deon meringis menahan sakit dan sesak, kedua tangannya juga sudah berdarah, karena menahan belitan tajam di lehernya yang seperti semakin kuat membelit lehernya.


"Bagaimana ini, sepertinya usaha kita tak berguna sama sekali. lidah nya sangat kuat, bahkan di serang dengan benda tajam pun sepertinya tidak akan melukainya" kata Mario yang merasa sudah lelah.


" Iya kamu benar, aku juga berfikir demikian" ucap Nendra menimpali.


"Aku aku akan mencoba mencari pangkal utama lidah itu, pasti ada sesuatu di kegelapan sana".kata Mario


" Tidak, lihat keadaanmu itu. sepertinya tidak memungkinkan. sebaiknya kau disini menjaga syalfa dan lihat deon juga rania" kata Mario.


Nendra terdiam sesaat dan kemudian mengangguk setuju dengan usul yang di katakan mario.


Mario berbalik kakinya melangkah mengikuti lidah panjang itu, namun baru 2 langkah, terdengar suara burung gagak yang sangat riuh .


membuat Nendra ,Mario dan Rania mendongak menatap sekumpulan burung yang datang ke arahnya.


Burung gagak itu mengepung tubuh deon dan lidah panjang itu, beberapa dari burung gagak mematuk lidah itu hingga daging lentur tapi tajam itu mengeluarkan darah berwarna merah kehitaman, bahkan ada juga yang malah memakan daging lidah itu.


perlahan belitan di leher Deon terlepas membuat tubuh deon dan rania jatuh ke tanah bersamaan dengan posisi rania di bawah dan deon berada di atasnya.


Sungguh posisi jatuh yang tidak etis. "Aduh, berat kak, minggir dong!" pekik rania berusaha menyingkirkan tubuh deon yang berada dia atasnya.


"Sorry" kata deon menyingkir dari tubuh rania. salah satu tangannya masih memegangi lehernya yang terasa panas dan perih, bahkan baju yang di kenakannya pun sudah belepotan dengan darahnya sendiri.


"Ka , darahnya banyak sekali" kata Rania yang terkejut melihat darah yang ada di baju dan leher deon.


Rania menyobek bajunya untuk membalut luka di leher deon. awalnya deon menolak, tapi rania terus saja memaksa. sehingga deon kini hanya bisa pasrah saat rania membalut lukanya dengan hati- hati.


"Terimakasih" kata Deon, saat rania selesai membalut luka di lehernya.


" iya ka" .