
syalfa tersenyum menatap kedua dayang yang di tugaskan untuk melayaninya itu.
" ayo putri...raja dan anggota kerajaan yang lain sudah menunggu putri di meja makan" ucap dayang .
" baiklah" kata syalfa lalu beranjak keluar dari kamar di ikuti kedua dayangnya dari belakang.
sesampainya di meja makan, raja berdiri menyambutnya dan mempersilahkan syalfa untuk duduk di kursi sebelah raja.
hal itu sontak membuat permaisuri pertama raja cemburu dan menatap syalfa tak suka. dia berniat untuk menggagalkan pernikahan suaminya.
di atas meja makan besar telah tersaji berbagai macam makanan mewah ala kerajaan buaya putih. di sisi meja banyak kursi- kursi yang telah di duduki anggota kerajaan . ada kedua orang tua raja, permaisuri, selir raja dan anak- anaknya.
semua terpaku menatap syalfa yang tampil cantik dengan hiasan yang sederhana. seorang manusia yang pertama kali datang ke kerajaan mereka yang sebentar lagi akan menjadi anggota kerajaan ini.
" jadi ini calon permaisuri barumu putraku?" tanya ibu suri menatap putranya sekilas , lalu kembali menatap syalfa lembut.
" iya ibunda, apa ibunda menyetujuinya ?" tanya sang raja.
" tentu saja, ibunda selalu menyetujui keputusanmu putraku" kata ibu suri tersenyum.
" kalau ayahanda bagaimana?" kini sang raja menatap sang ayah yang sedari tadi tak melepaskan pandangannya dari syalfa.
" hemm, ayahanda juga setuju, apa lagi jika ayahanda di ijinkan untuk ikut mencobanya barang sedikit jawab sang ayah sambil mengedipkan matanya.
" maaf ayahanda untuk yang satu ini , ananda tidak bisa karena ini sangat spesial" jawab sang raja." tapi ayah bisa menikmati permaisuriku dan selir- selirku kapanpun ayah handa mau" .
" haha ha..baiklah, aku setuju" kata ayahanda dengan sumringah.
raja tertawa senang mendengar persetujuan sang ayah . semua bertepuk tangan memeriahkan suasana di meja makan lalu mengambil gelas yang berisi cairan merah darah berasal dari darah rusa.
semua bersuka ria, menyantap makanan yang tertata di atas meja, berbeda dengan syalfa yang masih berdiam diri terpaku dengan pemandangan di hadapannya.walaupun ini bukan pertama kali syalfa melihat pemandangan yang menjijikan ini, tapi kali ini berbeda, syalfa tidak bisa pergi begitu saja, bayangan dirinya yang akan menikah dengan seorang siluman membuat nya pusing dan merasa tertekan,apa lagi kekuatannya seperti hilang entah kemana.
" putri, apa kau baik- baik saja? kenapa wajahmu pucat sekali?" tanya pelayan yang melayani syalfa.
raja menoleh menatap syalfa yang memang terlihat pucat dengan bulir- bulir keringat di dahinya.
" apa kau tidak apa- apa? mana yang sakit ?" tanya raja menyeka keringat di dahi syalfa dengan lembut.
" aku hanya sedikit pusing saja mungkin karena beberapa hari ini tidak makan dan istirahat dengan baik" jawab syalfa tanpa menatap raja.
" jika begitu kau harus istirahat lebih awal malam ini, karena besok malam kita akan menikah. aku ingin saat acara nanti kau sudah sehat kembali. mari biar aku antar" kata raja meraih tubuh syalfa.
permaisuri yang melihat perilaku lembut raja pada syalfa segera mendekat ke arah raja dan langsung duduk di pangkuannya.
" yang mulia, anda baru saja makan sedikit, lihat makanannya masih banyak. biar hamba melayani raja. bukankah raja sangat menyukai daging rusa, ini biar aku suapi" permaisuri menggigit daging rusa dan menyuapi raja dengan bibirnya.
permaisuri cwen *********** bibir raja sambil meremas sensitifnya, lalu menyingkap gaun panjangnya dan melorotkan celana sang suami. dia tersenyum puas saat merasakan senjata raja telah mencuat dan siap menyerang. mereka melakukannya di meja makan dengan di saksikan anggota kerajaan yang lain, mereka sudah tidak heran lagi dengan pemandangan seperti itu.
raja terengah- engah dengan deru nafas yang memburu sedangkan permaisuri cwen masih terus gencar menungganginya. selir agung cwui yang cemburu melihat adegan itu segera mendekat dan menarik permaisuri cwen dan menggantikannya menunggangi sang suami. kegiatan mereka semakin ganas bahkan kursi yang di duduki raja sampai terjatuh ke belakang, namun tidak menghentikan kegiatan panas mereka. kedua perempuan itu saling berebut senjata raja.
melihat kedua wanita itu berebut senjata anaknya, ayahanda tidak tahan lagi melihatnya. dia menarik tangan selir agung Cwui dan membaringkannya di meja makan, lalu menyalurkan hasratnya . ibu suri yang melihat kelakuan suaminya hanya tersenyum tipis dan tak ambil pusing lalu menatap syalfa yang memalingkan wajahnya dengan wajah masih pucat berdiri agak menjauh dari meja makan.
" kejadian seperti ini sudah biasa , sebaiknya kau segera kembali ke kamarmu dan beristirahatlah" katanya pada syalfa." dayang...antar putri kembali ke kamar untuk beristirahat" perintah ibu suri.
" baik ibu suri" jawab dayang patuh lalu membawa syalfa pergi dari sana.