My Lover Is A Ghose

My Lover Is A Ghose
Kembali



WUUUSSH


WUUUSSH


WUUUSSH


tiba-tiba datang angin ****** beliung, angin kencang itu membuat beberapa pohon tercabut dan melayang mengikuti angin yang berputar-putar, debu- debu dan dedaunan kering juga ikut terbawa membuat suasana semakin mencekam.


bahkan salah satu makhluk bergerigi juga terbawa ke pusaran angin.


begitu juga tubuh deon yang sudah melayang ,namun di tahan rania dengan kuat. rania bertumpu pada sebuah pohon yang cukup tua namun terlihat kokoh.


Sedangkan nendra di tarik kuat oleh mario, entah sejak kapan keduanya terlihat akur, tapi mungkin karena keadaan membuat keduanya menjadi seperti sahabat yang saling melindungi satu sama lain.


Keduanya sama-sama menjaga tubuh syalfa dengan baik. bahkan nendra rela menahan sabitan-sabitan benda asing yang terbawa angin, hingga kemudian tubuhnya tak sanggup lagi menahan kencangnya angin . dan tubuhnya melayang, untung mario siggap menarik tubuhnya nendra.


Kabut mulai datang menyelimuti tempat dimana mereka berada, ini aneh.. kenapa cuaca menjadi seperti saat ini? dan ini semua terkesan mendadak dan bersamaan? apa yang sebenarnya terjadi? itulah pertanyaan yang ada di fikiran mereka.


tak lama hujanpun turun di sertai suara petir yang cukup keras membuat rania terkejut . reflek rania melepaskan pegangannya pada deon dan menutup kedua telinganya.


"Aaaaaaa" teriak Deon yang tidak bisa menjangkau apapun. tubuhnya seakan tersedot sesuatu.


"DEON!!! KA DEON!!" teriak mereka bersamaan.


Rania yang melihat deon tersedotpun perlahan tubuhnya ikut melayang, dia lupa dirinya juga tidak berpegangan apapun. rania menyusul deon yang sudah menghilang lebih dulu di pusaran.


Mario yang lelah karena pertarungannya juga sudah tak bisa lagi menahan tubuh Nendra, perlahan pegangannya terlepas, namun nendra memberikan senyuman pada mario seakan berkata" Tidak apa! terimakasih".


Mario menatap tubuh nendra yang menghilang dengan raut wajah sendunya, lalu pandangannya tertuju pada syalfa yang berada di bawahnya, di peluknya tubuh itu kuat, lalu mengecup kening syalfa lembut.


"Maaf , aku tidak sekuat yang kamu harapkan sayang" kata mario, yang kemudian tubuh keduanya ikut melayang dengan mario yang memeluk tubuh syalfa kuat.


suara petir yang terus menyambar- nyambar ke sekeliling tempat itu, membuat beberapa pohon tinggi terbakar .


saat matanya berhasil terbuka, mario melihat di atas hutan yang luas itu, banyak sekali makhluk-makhluk menyeramkan melayang dengan di selimuti kabut hitam, ada beberapa makhluk yang di selimuti warna hijau,biru,putih ,orange dan warna lainnya. dan warna-warna itu mario tahu mereka makhluk yang telah menolong mereka secara langsung ataupun tak langsung. sedangngkan yang berkabut hitam adalah ancaman. dan di ujung sana ada sebuah bayangan yang sangat besar, sangat sangat besar.. matanya merah menyala, dan mata itu menatap ke arah nya.


Lalu, mata mario kembali tertutup karena semakin lama matanya terasa perih. mungkin akibat debu yang semakin pekat dan itu menyakiti kedua matanya.


Perlahan angin ****** besar yang memporak porandakan tempat itu menjauh dan menghilang, begitu juga dengan awan, hujan dan betir.


bagi manusia yang melihat kejadian itu pasti akan takjub melihatnya.


Dari kejauhan ada sepasang mata yang sedari tadi menyaksikan kejadian dimana beberapa manusia tersedot ke dalam kubangan angin. tapi kedua pasang itu hanya diam menyaksikan.


"Semoga setelah ini, kalian tidak akan pernah kembali ke tempat ini lagi. untung saja, Mereka mengirimkannya tepat waktu. selamat tinggal Tuan" katanya.


Seseorang itu pergi menjauh di ikuti oleh beberapa pengikutnya kemudian menghilang.


Dan di bagian lain juga sepasang mata indah menatap kepergian sosok lelaki yang di cintainya dengan tatapan sayu." aku harap, suatu saat nanti aku bisa mengunjungimu di duniamu nendra" kata cira kemudian menghilang.


"Ha Ha ha..kalian manusia bodoh?! walaupun bisa pergi dari tempat ini. tapi itu hanya sementara, karena ada sesuatu yang kalian bawa dari tempat ini. dan sesuatu itu yang akan membuat kalian tidak akan pernah lepas dari tempat ini!!" kata suara asing kemudian lenyap menghilang dari asap tebal.


****


Di sebuah tempat yang di penuhi tumbuhan hijau yang subuh, segerombolan makhluk menatap 4 manusia yang terbaring di atas sebuah batu.


perlahan mata mereka serempak mengerjap-ngerjapkan matanya perlahan .


"UUuH, dimana ini?" rania memegang kepalanya yang terasa pening lalu beranjak duduk.


"Kalian?" kata Nendra, deon dan rania bersamaan saat mata mereka menatap sekelompok sosok yang mereka kenal.


"Ya, selamat datang kembali".