My Lover Is A Ghose

My Lover Is A Ghose
Pergilah, CEPAT!



Rania menatap mata merah laba- laba itu dengan tajam.l


" non ran, jangan tatap matanya!" teriak hux yang kini sedang menghalau ribuan laba- laba yang hendak menerkam tuannya deon.


Terlambat, teriakan hux percuma saja. rania kini terdiam membisu layaknya sebuah patung hidup. matanya menatap kosong .


laba- laba bermata merah yang kini berubah menjadi manusia setengah laba- laba itu, perlahan mendekat ke arah rania.


" Tidak! berhenti kau. jangan mendekat, siluman sial*an" kata deon yang berlari menghampiri rania.


namun tubuhnya terasa kaku, terutama pada kakinya. dilihatnya tubuhnya yang sudah terlilit benang putih, ternyata siluman laba-laba itu terlebih dulu melilit deon.


kembali siluman laba- laba bermata merah itu mendekati rania yang masih diam mematung. entah apa yang terjadi, tapi bola mata rania yang tadinya berwarna hitam kini berubah menjadi merah.


laba-laba itu memegang tubuh rania dari kakinya , perut, lalu ke leher dan wajahnya. gerakannya menyentuh bibir rania. dan perlahan bibir itu terbuka.


" nona sadarlah! jangan buka mulutmu!" teriak hux panik. tapi apalah daya, dia sendiri di kepung oleh banyaknya laba- laba yang beberapa dari mereka bahkan sudah menggigiti tubuhnya.


" Ran! sadarlah! rania!!" teriak deon juga ikut panik sambil menggoyangkan tubuhnya berharap ikatan benang laba- laba itu terlepas dari tubuhnya. tapi justru benang itu perlahanl membelit naik ke atas. yang awalnya mengikat kaki,. naik ke paha, sampai perutnya. setiap deon bergerak maka lilitan itu akan semakin melilit dan menutupi bagian tubuhnya yang lain.


" Tuan deon, berhenti bergerak. atau nanti benang itu akan membungkus tubuhmu seluruhnya" ucap hux yang juga menatap deon khawatir.


" Ah sial" umpat deon tanpa berani bergerak kembali.


rania membuka mulutnya, lalu ada ada laba- laba kecil berwarna merah keluar dari mulut siluman laba- laba bermata merah itu. laba-laba merah berjalan perlahan dan masuk ke mulut rania.


GREP


syalfa mencengkram leher rania sampai kukunya tertancap di sana. namun rania tidak memberi respon apapun. pandangannya tetap kosong dengan bola mata berwarna merah dan mulut yang masih terbuka.


tangan syalfa perlahan naik hingga di perbatasan kerongkongan tangan kirinya memukul tengkuk belakang rania. hingga rania berhasil mengeluarkan anak laba- laba merah itu keluar dari tenggorokannya.


sedangkan nendra kini sedang melawan siluman laba- laba- laba setengah manusia itu.


ya, sebelumnya saat syalfa yang berhasil meloloskan diri dan berlari ke arah rania. nendra juga berhasil meloloskan diri. namun saat menatap keberadaan syalfa yang sedang mencekik rania, dari arah belakang syalfa siluman laba- laba bermata merah hendak menusuk syalfa dengan ujung tangannya yang runcing. dengan gerakan cepat, nendra menghalau serangan itu dan memberikan serangan balik.


saat semua perhatian sibuk dengan lawan mereka masing- masing.


suara gemuruh mendekat dari arah- arah yang berlawanan. sontak semua menjadi lebih waspada.


hux yang memang seorang siluman menyadari kondisi mereka kini terpojok.


" nona! pergi dari sini CEPAT!!" teriak hux menatap syalfa dan rania , lalu kembali mengatakan sesuatu" mereka telah datang! itu sangat berbahaya terutama kalian berdua. kalian cepat pergi! jangan sampai tertangkap, cepat temukan sesuatu yang membuat kalian terjebak disini. tempat yang kalian tuju sudah dekat. nona syalfa, kamu pasti bisa merasakan kehadirannya bukan? pergilah ikuti kata hatimu."


" Tapi kalian.."


hux segera memotong kalimat syalfa" jangan fikirkan kami. aku akan mengatasinya, yang terpenting saat ini adalah kalian berdua, masih ingat bukan peringatan dariku?! apa resiko yang akan terjadi jika kalian berdua tertangkap?" tanya hux menatap keduanya tajam.


syalfa mengangguk memahami perkataan hux, sedangkan rania masih memikirkan arti dari ucapan hux." lalu tunggu apa lagi, CEPAT" kata hux sambil mengepakan sayapnya kuat ke arah syalfa dan rania. membuat keduanya terpental menjauh dari tempat itu.


tubuh syalfa dan rania melayang mundur menabrak Puluhan ranting- ranting pohon.