My Lover Is A Ghose

My Lover Is A Ghose
Sava



Di sebuah kamar bernuansa pink kombinasi putih, Seorang gadis kecil tengah duduk sambil bertopang dagu . rambutnya panjang sepinggang dengan jepit rambut yang menghiasi rambutnya membuat nya terlihat anggun dengan khas seorang gadis kecil. bola mata yang bulat dengan kornea mata yang berwarna hitam legam. wajahnya putih dengan pipi nya yang cabi membuatnya terkesan imut. bulu matanya yang lentik mengerjap -ngerjapkan matanya lucu dengan Bibir nya mengerucut kesal pada anak perempuan yang berada di hadapannya, wanita dengan gaun berwarna putih dan berambut panjang berwarna emas. bola matanya berwarna coklat, anak perempuan berambut emas itu adalah penjaganya. kata Mami Syalfa , penjaganya itu sudah berada di dekatnya sejak dirinya di lahirkan, tapi dulu wujudnya berbentuk kunang-kunang.


"Cepat mana, sava mau ituh" tunjuk nya pada sebuah benda yang di sembunyikan Anak perempuan berambut emas.


"Engga ada apa-apa sava, nih liat nih" ia menunjukan salah satu tangannya ke depan .menunjukan bahwa di telapak tangannya tidak ada apapun.


"Bohong! coba tangan yang satunya" .


"Masih engga percaya juga? nih" tunjuknya lagi dengan menunjukkan tangan yang satunya yang sedari tadi berada di balik punggungnya, tapi tangan yang sebelumnya ia kembali menyembunyikannya di belakang punggung.


"Isss, kamu nyebelin!" bibir Sava semakin mengerucut kesal dengan ulah sosok penjaganya itu.


"Berikan ga, nanti Aku kurung Beril ke dalam sana " tunjuknya pada batu bulat berwarna kuning di atas mejanya." Mau!" ancamnya lagi.


"Kamu itu udah ga boleh makan ini lagi Sava, nanti kalau Mami Syalfa tahu bisa marah" . Beril kembali mengingatkan Sava yang keras kepala.


Alsava Aurellia Smith yang sering di panggil Sava adalah anak pertama dari pasangan Syalfa dan Nendra. Mereka di karuniai 2 orang anak dan Anak kedua mereka bernama Krishav Lais Smith biasa di panggil Kris, selisih usia mereka hanya 2 th. Sava kini sudah berusia 10 tahun, selain imut, cantik dan pintar, dia juga anak yang keras kepala dan sedikit bandel. dia hanya akan nurut jika sang papi sudah mengeluarkan ultimatumnya. awalnya Syalfa mengajari Sava untuk memanggil kedua orang tuanya Mama dan Papa, tapi Sava yang sudah mulai beranjak pinter bicara, menolak. dan sering memanggil kedua orang tuanya dengan Mami dan Papi. mungkin karena mengikuti panggilan yang sering di dengar nya di luaran sana. saat teman-teman sekolahnya memanggil kedua orang tua mereka.


Sava memiliki kemampuan seperti Maminya Syalva, bahkan lebih dari Mami dan papi nya, hanya saja di usianya yang masih kecil Syalfa selalu membatasi pergaulan dan sedikit menekan kemampuan putri kesayangannya itu, sampai waktu nya tiba.


"Udah sini, Mami juga ga akan tahu. kalau kamu ga ngadu" ujarnya bersi keras.


"Ngadu apa?" tanya Mami Syalfa yang tiba-tiba muncul dengan membawa segelas susu di tangannya.


"Eeh Mami" cengir Sava, yang tidak di gubris oleh Maminya.


"Ada apa Beril?" tanya Mami Syalfa penuh selidik menatap Beril, dia tau penjaga putrinya itu tidak akan bicara bohong padanya.


"Itu Mih, emm.." kata Beril gelagapan di tatap Mami Syalfa yang melotot meminta penjelasan, dia curiga dengan kelakuan putrinya itu.


"Ist Mami, Itu Kris manggil Mih. Mami ga denger?" tanya Sava yang berpura-pura seperti mendengar sesuatu, berharap bisa mengalihkan perhatian Sang mami.


Terdengar suara anak laki-laki yang memanggil Syalfa .


"Mamih, Kris ga mau minum susu"


"Hist Anak itu" Grutu Syalfa yang mulai mendengus sebal, tapi langkah kakinya mulai berjalan menjauh, setelah memberikan segelas susu kepada Putrinya .


Syalfa menoleh ke belakang saat hendak meninggalkan kamar "Habiskan susunya, Mami ga mau tau" setelah mengucapkan kata ancaman itu, ia menutup kembali pintu kamar Sava.


"Huft selamat..selamat" Kata Sava sambil meletakan segelas susu itu ke atas meja.


"Ist kau ini,cepat minum susunya" Beril kembali mengoceh saat melihat Sava malah meletakan segelas susu itu.


"Aku tidak menyukai itu, buang saja" Jawab Sava enteng.


"MIiiiihhh , Sava ga emmmppp" Mulut Beril langsung di bungkam paksa oleh tangan mungil Sava.


"Diem!!" perintahnya dengan mata melotot lebar.


Beril mengangguk pertanda ia akan diam. perlahan tangan Sava mulai melepas kan bekapannya.


***


Waktu sudah menunjukan pukul 9 Malam, ini adalah waktu di mana keluarga mereka berkumpul, selain untuk makan malam bersama, mereka juga akan berkumpul untuk saling berbagi cerita entah itu tentang kegiatan di kantor , shoping dan lain sebagainya.


Di rumah megah itu di huni oleh 6 orang anggota keluarga.


Papi Nendra, Mami Syalfa, Sava, Kris ,Opa Bian dan Oma Sonya. Opa Bian dan Oma Sonya adalah orang tua dari Nendra.