My Lover Is A Ghose

My Lover Is A Ghose
Obat tidur



syalfa berusaha mengatur nafasnya yang terengah- engah di depan kamarnya. ia menarik nafasnya dalam- dalam dan menghembuskannya dengan perlahan. syalfa berusaha rileks sebelum membuka kamarnya untuk bertemu raja.


selang beberapa saat, dayang usa juga datang dengan membawa dua cangkir teh .


syalfa menatap dayang usa sesaat , lalu tangannya terulur membuka pintu itu.


CEKLEK


pintu terbuka, di endarkan pandangannya ke seluruh penjuru kamar, namun kosong. tidak ada siapapun di sana.


" tidak ada" kata syalfa menatap dayang usa.


" apa yang mulia tidak jadi kemari?" tanya syalfa lagi.


namun hanya mendapat gelengan kepala dari dayang usa.


syalfa menutup pintu kamarnya dan menguncinya.


" putri, bagaimana? apa sudah mendapatkannya" tanya dayang usa setelah meletakan dua cangkir teh yang di bawanya di atas nakas.


" iya, aku mendapatkannya. bagaimana situasi di alun- alun istana? apa mereka semua sudah berada disana?" tanya syalfa sambil melepaskan cadarnya dan menaruhnya di atas meja riasnya.


" semua sudah berada disana, kecuali yang mulia raja dan permaisuri cwen" jawab dayang usa.


" kemana mereka?" tanya syalfa.


" mungkin mereka sedang menghabiskan waktu bersama putri" kata dayang usa yang memang sempat melihat raja dan permaisuri berjalan bersama menuju ke kediaman putri sya.


" itu bagus untuk kita. lalu , kapan kita keluar dari tempat ini" tanya syalfa.


" putri tunggu disini, saat waktunya tiba hamba akan mengetuk jendela kamar putri. sebaiknya putri keluar lewat jendela kamar saja" kata dayang usa.


syalfa menganggukan kepalanya, pertanda sudah mengerti.


"hamba undur diri putri untuk ikut mempersiapkan jamuan pesta di alun- alun istana, juga melanjutkan rencana kita selanjutnya" pamit dayang usa.


" baiklah berhati- hati lah, jangan sampai ada yang curiga dengan gerak gerikmu" kata syalfa.


" hamba mengerti" kata dayang usa, lalu meninggalkan kamar syalfa.


****


suasana di alun- alun istana buaya putih telah riuh dengan kumpulnya anggota keluarga istana . mereka sedang menikmati beberapa arak dan beberapa makanan mewah yang tersaji di atas meja besar.


beberapa kendi darah hewan- hewan yang telah di buru sudah berjajar rapi dengan gelas yang berukuran sedang di atas nakas.


" uuh sayang, bisa kau ambilkan 1 minuman darah kelinci padaku" kata salah satu lelaki kepada dayang yang duduk di pangkuannya.


" tentu tuan" jawabnya beranjak dari pangkuan lelaki itu dan berjalan menuju ke tempat minuman itu berada.


dayang usa yang sedang menuangkan darah kelinci segera mengeluarkan botol kecil dari balik ikat pinggangnya dan meneteskan cairan itu ke dalam darah kelinci yang sudah di siapkannya di beberapa gelas perak.


" usa, tuanku ingin darah kelinci . tolong kau siapkan buatnya yang sangat special" kata dayang Bely.


" tentu, inih sudah aku siapkan'' kata dayang usa, memberikan gelas perak yang sudah di campuri ramuan obat tidur.


" terimakasih" kata dayang bely membawa minuman itu , kemudian berbalik untuk kembali melayani junjungannya.


dayang usa menatap kesekeliling. ternyata obat ramuan itu sudah mulai bekerja.


setelah memastikan banyak yang sudah mabuk dan tertidur, dayang usa berjalan dengan memegang kepalanya, seakan dirinya juga mabuk akibat terlalu banyak minum.


tok..tok..


dayang usa mengetuk jendela kamar syalfa sambil melihat ke sekeliling, takut jika aksinya ada yang melihat.


KRIET


jendela itu terbuka, " bagaimana?" tanya syalfa dengan suara yang sangat lirih.


" aman putri, semua sudah mabuk dan beberapa sudah tertidur" jawab dayang usa sambil mengulurkan tangannya, membantu junjungannya turun dari jendela.


" bagus, ke arah mana kita sekarang?" tanya syalfa yang sudah berdiri di dekat dayang usa.


" kita ke arah selatan putri,disana ada sebuah jurang dengan sungai yang cukup deras, hanya itu jalan satu- satunya keluar dari tempat ini.selain jalan utama istana" jelas dayang usa sembari mengendap- ngendap di ikuti syalfa di belakangnya.


mereka melewati beberapa orang yang terlentang di lantai dengan guci arak di pelukannya.


GREP


kaki syalfa tertahan sesuatu, syalfa melihat ke arah kakinya yang ternyata di pegang oleh salah satu pemabuk itu.


" hei, kau pencuri !! mau bawa kemana uangku haah?! katanya dengan mata masih terpejam.


" ck, menyusahkan saja" decak syalfa lalu menendang tubuh pemabuk itu dengan keras, hingga cengkaraman itu terlepas dan tubuhnya terguling membelakangi syalfa .