
gelap, dingin dan lembab adalah gambaran tempat dimana syalfa kini bersembunyi, di sekelilingnya terdapat sebuah tebing kokoh dengan lubang dan retakan di sela- sela tebing di dasar jurang dengan aliran air yang sudah tidak terlalu deras seperti sebelumnya.
syalfa dan dayang usa berhasil lolos dari kejaran anak buah permaisuri cwen. namun itu hanya sementara, karena dayang usa masih merasakan kehadiran mereka yang tidak jauh dari tempatnya bersembunyi.
syalfa duduk menyenderkan punggungnya pada dinding jurang yang basah. dingin! sangat dingin , setiap suara tetesan air seakan menggema di dalam sana.
" sampai kapan kita berada disini" kata syalfa dengan suara berbisik takut suaranya menggema di dalam gorong-gorong yang tidak terlalu dalam, lubang yang sempit membuat keduanya duduk dengan berdempetan,mengingat lubang yang mereka tempati berukuran pas untuk 2 orang.
" sekarang, aku sudah tidak merasakan keberadaan mereka lagi" kata dayang usa.
" kita keluar?" tanya syalfa menatap dayang usa yang mulai mengintip keluar.
" iya, kita harus bergerak cepat, sebelum kaum lain menemukan kita disini"
syalfa mengikuti dayang usa yang sudah keluar dari gorong- gorong lebih dulu.
keduanya mulai berenang, karena jalan keluar yang mereka lalui hanyalah dataran air yang mengalir memenuhi jurang itu.
"ada 5 terowongan besar , yang mana jalan keluarnya?" tanya syalfa yang kini berada di tengah- tengah sebuah hamparan air dengan di kelilingi 5 terowongan.
" aku tidak juga tidak tahu putri, ini pertama kalinya aku berada di tempat ini" jelas dayang usa yang juga bingung menatap terowongan itu satu per satu.
" hah, andai kekuatanku masih ada, aku pasti akan mengeluarkan bola penunjuk arah" kata syalfa dalam hati sambil menghela nafasnya.
keduanya berdiam diri mencoba berfikir jalan mana yang mereka ambil.
BLUMBk
BLUMBk
suara air terdengar jelas, tapi suara ini aneh. bukan suara air yang mengalir dari dataran tinggi yang jatuh ke dasar, tapi air yang di kendalikan. seperti datangnya sesuatu.
syalfa dan dayang usa menatap sekeliling, telinga mereka seakan mencari dari mana asal suara itu. hingga pertanyaan mereka kini terjawab, ada gelombang seperti ombak yang datang menuju ke tempat mereka berada.
merasa dirinya terancam , syalfa segera berenang menghindari gelombang air yang mendekat ke arahnya. dayang usa merubah wujud menjadi buaya putih, ekornya yang panjang bergerak ke kanan dan kekiri. menghalau gulungan air yang entah makhluk apa di dalam sana yang mendekati mereka. tapi mereka tau, makhluk itu tidak baik.
CRES
GEEERRGGH
AAAKH
buaya putih jelmaan dayang usa mengeram seperti kesakitan , ekornya lebih cepat bergerak ke kiri dan ke kanan, terkadang juga ke atas dan ke bawah dengan cepat. berharap gigitan dari makhluk itu terlepas.
syalfa menoleh ke belakang, saat terdengar suara buaya yang seperti menggeram kesakitan menggema dengan keras. saat syalfa hendak berbalik arah menyusul dayang usa, ada gelombang air yang sama dari arah lain. syalfa dengan cepat kembali berenang menghindar dari gelombang itu, namun gerakan makhluk di dalam gundukan air jauh lebih cepat.
syalfa mencoba memanjalkan kakinya berharap makhluk itu berhenti menghisap darahnya.
lalu ..
HAPP
syalfa masuk ke dalam air saat kakinya mulai di tarik ke bawah, syalfa kini bisa melihat makhluk apa yang menggigit kakinya.
tubuhnya panjang dengan tekstrur yang lembut tanpa tulang, tubuhnya terkadang mengkerat saat menyesap darah, giginya tertancap kuat di kaki syalfa. mukutnya terkadang membuka lebar. membuat syalfa melebarkan matanya melihat banyaknya gigi gigi tajam yang entah berapa jumlahnya mungkin ribuan.
HUAKH
syalfa menghirup udara sebanyak mungkin saat kembali ke permukaan, tubuhnya berenang sekuat tenaga dengan beban makhluk mengerikan itu masih menempel di kakinya yang berdarah. hingga..
BUGH
BUGh
syalfa membenturkan kakinya sendiri ke dinding tebing dengan sangat keras, berharap makhluk itu berhenti menghisap darahnya.
rasa sakit syafa tahan , wajahnya sudah mulai memucat, karena darah yang terus terhisap .
genangan air bercampur darah selalu mengikuti kemana syalfa pergi.
kali ini tangannya meraba dinding mencari kekuatan dengan berpegangan pada gundukan batu di dinding.setelah berpegangan kuat, syalfa mengumpulkan tenaganya.
JLEB
syalfa mengarahkan kakinya pada batu runcing yang besar dan tajam yang menempel di dinding tebing tidak jauh dari tempatnya , membuat batu itu menusuk daging lembut tanpa tulang itu dengan dalam.
erangan kuat kembali terdengar menggema di sana, gigitan itu terlepas dari kakinya. syalfa segera menyobek kain putih yang melekat di tubuhnya.
SREET
dengan cekatan, tangannya mengikat kuat kain putih pada bekas gigitan makhluk itu , agar darah di kakinya segera berhenti mengalir.
setelah selesai, dengan gesit syalfa berenang kembali. menjauh dari makhluk menjijikan itu. sedangkan makhluk berdaging empuk sedang bergerak- gerak melepaskan diri dari batu yang besar dan tajam yang menusuk tubuhnya.
syalfa berenang ke tempat dimana terakhir dayang usa di serang.
matanya menatap hamparan air merah darah, jantungnya berdetak kencang takut sahabat barunya tidak selamat. bahkan air seluruhnya telah berubah menjadi merah.