
mobil yang di kendarai mail melaju dengan kecepatan tinggi membelah jalanan yang masih sepi karena mereka memilih jalan pintas.
hingga suara ponsel berdering membuat rania mengalihkan pandangannya mencari ponselnya yang berdering
" ike, tolong ambilkan ponselku" perintah rania, tas rania memang di pegang ike.
" inih ka" ike menyerahkan ponselnya yang di terima langsung oleh rania. dilihatnya di layar yang tertera nomer baru disana, tangannya menggeser tombol berwarna hijau, guna menjawab panggilan dari nomer asing itu.
" hallo, apa benar kamu rania?" suara lelaki terdengar di telinga rania.
" iya, ini siapa?"
" saya dion, mahasiswa baru, apa kita bisa ketemu? ini sangat penting".
" ooh, maaf ka dion. saya tidak bisa, saya sibuk sekarang" kata rania.
" tolonglah, ini sangat penting" kata dion dengan nada yabg memelas.
belum sempat rania menjawabnya suara lain terdengar dari balik sana.
" rania, kamu sekarang dimana? apa syalfa bersamamu? apa dia baik- baik saja? aku bermimpi soal dia yang di kejar monster dan tubuhnya tenggelam di sungai, ku mohon! tolong aku ingin bertemu, sahabatmu dalam bahaya" kata nendra dengan nada tinggi karena khawatir.
rania tertegun mendengar penuturan nendra, dia sempat berfikir sesaat mengingat terakhir melihat tubuh syalfa yang basah kuyub dan tubuh yang kaku dan dingin, memang ciri-ciri seperti korban yang tenggelam.
tapi kenapa? kenapa nendra bisa bermimpi soal ini?
" ran..rania, apa kamu masih mendengarku?" tanya nendra membuyarkan lamunan rania.
" ah, iya ka aku mendengarnya. temui aku di persimpangan jalan menuju ke kota G" kata rania.
" baiklah, aku akan kesana segera" jawab nendra lalu panggilan terputus.
" apa aku tidak salah dengar ka? cowok kemaren ingin menemui ka rania? tapi untuk apa?" tanya ike.
" dia bermimpi soal syalfa yang di kejar monster dan tubuhnya tenggelam dalam sungai, ini aneh ! aku juga melihat tubuh syalfa yang kutemukan dalam kondisi basah kuyub seperti seseorang yang tenggelam. tapi bagaimana mungkin?" kata rania.
" iya, ini sangat aneh. kenapa bisa pas sekali, lalu mereka mahasiswa baru. bagaimana dia bisa mendapatkan mimpi seperti itu tentang syalfa? bahkan mereka saja baru ketemu kemarin" kata mail.
" apa jangan- jangan ka nendra itu punya keistimewaan yang luar biasa seperti ka syalfa dan ka rania? bahkan kemarin bukankah dia membantu ka syalfa melawan hantu di kampus?" kata ike.
" bisa saja, hanya saja kemampuannya berbeda, mungkin bisa melihat kejadian yang sedang terjadi lewat sebuah mimpi" kata mail.
rania diam mendengarkan asumsi dari kedua sahabatnya.
" nanti saja kita tanyakan, lebih baik kita tambah kecepatan agar segera sampai di persimpangan" kata rania yang langsung di angguki mail.
mail menambah kecepatan laju mobilnya, membuat dedaunan kering di jalan berterbangan akibat tertiup angin yang kencang dari mobil yang di kendarai mail.
sesampainya di persimpangan, ternyata deon , galen dan nendra sudah menunggu mereka dengan bersandar di badan mobil.
" ternyata mereka lebih cepat dari yang aku kira" kata mail langsung membuka pintu kemudi dan keluar dari mobil.
begitu juga rania, ike berpindah dari jok depan ke belakang, menemani tubuh lemah syalfa.
" syalfa dimana? apa dia baik? " tanya nendra tak sabaran.
" tidak, makanya aku harus membawanya ke suatu tempat saat ini juga". jawab rania.
" apa aku bisa melihatnya sebentar?" tanya nendra menatap kaca mobil rania yang tertutup.
"baiklah, tapi jangan lama- lama, karena waktu kami terbatas" kata rania, tangannya membuka pintu mobil belakang dimana tubuh syalfa yang terbaring lemah disana.
nendra menatap lekat wajah syalfa yang pucat, tatapannya turun hingga pandangannya tertuju pada tanda berwarna biru di tangan syalfa.
nendra memegang tangan itu menatap lekat-lejat.
" ada apa?" tanya rania yang melihat nendra menatap tanda berwarna biru di tangan syalfa dengan wajah yang serius.
" tanda ini ! aku juga memilikinya' kata nendra, membuat rania ,mail dan ike terkejut.
" bagaimana bisa" kata rania.
" iya, aku mendapatkannya tadi malam" jawab nendra, lalu membuka jaket yang di kenakannya dan menunjukan tanda di dadanya pada mereka.
" apa mungkin?" kata rania membuat semua orang menatap rania bingung.
" mungkin apa " tanya galen.
" sebaiknya aku segera membawanya ke kota G sekarang, maaf kami harus pergi" kata rania langsung masuk ke dalam mobil diikuti mail yang kembali duduk di balik kemudi.
" tunggu! aku ikut" kata nendra mengejutkan semua orang ,termasuk kedua sahabatnya galen dan dion.
" ini tidak semudah yang kamu bayangkan ka, taruhannya nyawa, kami sudah pernah mengalaminya di tempat itu, bahkan kami pernah terjebak 4 bulan dan itu tidak mudah, banyak teman- teman kami yang mati jadi santapan mereka, sebaikanya kalian kembali" kata mail.
" iya ka , hanya beberapa dari kami yang selamat. kalian tidak tahu menahu tentang misteri ini, jadi sebaiknya kalian kembali, atau kalian akan mati" kata ike.
" tidak, aku tetap akan ikut" kekeh nendra.
" ndra, jangan ikut campur terlalu jauh. ini bukanlah kasus sembarangan, mereka sudah pernah berada di situasi ini, itu berarti mereka mampu, jadi lebih baik kita kembali" bujuk dion.
" kalian saja, aku akan tetap ikut" jawab nendra.
membuat semua orang lagi- lagi terdiam.
" baiklah, aku juga ikut" kata galen membuat semua orang menatapnya tak percaya.
" hah, baiklah aku menyerah, jika kalian rela mati demi persahabatan, aku juga demikian, ayo berangkat! tunggu apa lagi, waktu kita tidak banyak bukan?" kata dion yang lagi- lagi membuat rania, ike dan mail mlongo tak percaya.
" ayo!! atau nyawa sahabat kita tidak akan selamat" kata deon membuyarkan lamunan mereka semua.
nendra dan galen masuk ke dalam mobil yang di kendarai deon.
mail melajukan mobilnya lebih dulu dengan mobil deon yang mengikuti mereka dari belakang. keduanya melaju dengan kecepatan tinggi.