My Lover Is A Ghose

My Lover Is A Ghose
Permintaan Rehita



setibanya di kerajaan gagak hitam timur, deon di tuntun ke sebuah ruangan pribadi raja, disana sudah ada raja ronald beserta putrinya rehita, keduanya sedang duduk berhadapan.


saat deon sudah berjalan mendekat ke arah mereka, raja memerintahkan pengawalnya untuk keluar ruangan.


setelah pintu tertutup rapat, raja ronald memulai percakapan.


" rehita, terimalah pinangan pangeran gagak hitam dari kerajaan barat. ini demi kelangsungan hidup rakyat dan masa depan kerajaan kita . dengan kau menikah dengannya maka kekuatan kerajaan gagak hitam timur akan semakin kuat" kata raja ronald.


" aku tidak mencintainya ayahanda, tolonglah jangan paksa aku. bukankah ayahanda sudah pernah berjanji pada ibunda. jika ayahanda tidak akan memaksa jalan hidupku?" kata rehita.


raja ronald menghela nafasnya panjang, ini pilihan sulit baginya, jika lamaran ini di tolak. sudah jelas pasti akan terjadi pertumpahan darah di kerajaannya. bagaimana dengan rakyatnya? jika memaksakan kehendak, bagaimana dengan nasib putrinya? yang akan menjadi istri ke 3 pangeran gagak yang terkenal ambisius dan kejam itu?


rehita menatap wajah ayahanda yang sepertinya sedang gelisah dan bingung. dia tahu masalah kerajaannya.tapi jika dia menikahpun, tidak menjamin kerajaan nya akan aman dan tenang setelahnya. justru bisa saja pangeran gagak hitam dari barat itu memanfaatkan statusnya.


" ayahanda, jikapun aku menikah dengannya. keamanan kerajaan dan rakyat belum tentu terjamin, yang ada dia akan memanfaatkan statusnya nanti" kata Rehita.


" baiklah, aku akan mempersiapkan pasukan dan memperkuat penjagaan. aku akan menyuruh seluruh rakyat untuk pergi dan bersembunyi di tempat yang aman, sebelum aku memberitahukan jawaban penolakan lamaran dengan mengirim sebuah surat ke kerajaan gagak hitam barat 3 hari lagi. aku rasa waktu 3 hari cukup untuk mereka pergi jauh dari sini. dan kamu rehita, persiapkan dirimu , pergilah sejauh mungkin dari sini" kata raja ronald beranjak dari duduknya , berjalan menuju ke pintu keluar.


rehita meremas bajunya kuat-kuat, tidak mungkin dia meninggalkan ayahandanya disini berjuang sendiri. " ayahanda, aku akan tetap disini ! berjuang dengan kalian!." ucap rehita tegas sembari menatap punggung ayahnya yang sudah memegang gagang pintu.


raja ronald terdiam mendengar suara tegas putri kesayangannya. " tidak! kamu pergilah dengan manusia itu, aku harap kedepannya kalian selalu bersama. maafkan ayah hanya ini yang bisa ayah lakukan untuk kebahagiaanmu" .


raja ronald menghela nafasnya lagi-lagi putrinya ini keras kepala." baiklah, jika itu kemauanmu" kata raja ronald, percuma jika dirinya memaksa pun tidak ada gunanya, putrinya ini selain keras kepala juga nekad. dari pada dia bertingkah secara diam-diam di belakangnya, lebih baik di izinkan saja. setidaknya dia nanti bisa melindungi putrinya pikirnya.


"ayah, bolehkan sebelum ayah mengirimkan surat itu. ayah menikahkanku terlebih dulu dengan seseorang?" tanya Rehita lirih, matanya melirik deon yang sedari tadi masa bodo dengan percakapan anak dan ayah itu.


" Menikah? dengan siapa?" tanya raja ronald yang mendadak bodoh karena terkejut dengan permintaan putrinya.


" manusia ayah, dia" tunjuk Rehita pada deon.


"hei, apa maksudmu! aku tidak mau!" bentak deon .


" ayahanda" rengek Rehita pada raja ronald.


" Menikahlah dengan putriku manusia" kata raja ronald pada deon.


" tidak ! aku sudah bilang tidak ya tidak! aku sudah memiliki calon istri" elak deon.


" jika kamu mau menikahi putriku Rehita, aku berjanji akan mengabulkan semua permintaanmu" bujuk raja ronald.


deon terdiam memikirkan sesuatu, terkadang keningnya berkerut. sedangkan rehita menunggu jawaban deon dengan was-was. dia benar-benar ingin menikah sebelum perang itu terjadi, setidaknya . dia sudah mempunyai suami yang di idamkannya, walaupun hanya terhitung jam. sebelum perang terjadi. jika nanti iya mati, dia tidak akan menyesal.