
mereka melangkahkan kaki mulai masuk ke dalam hutan, ike , mail dan rania menatap ke sekeliling.
ada tengkorak manusia yang tertimbun dedaunan kering.
"aku tidak menyangka, harus kesini lagi" kata ike dalam hati.
" kali ini, aku lebih siap. walaupun aku mati, mungkin ini sudah takdir, anggap saja selama tiga tahun ini adalah bonus hidupku" kata mail dalam hati.
" aku tidak bisa membayangkan, bagaimana mereka dulu? terjebak di tempat ini dan melihat bagaimana cara teman mereka mati" kata galen dalam hati menatap tengkorak itu sedih.
" aku benar- benar salut pada mereka, aku yakin kalian orang- orang baik, semoga kalian tenang" kata deon sambil menatap tengkorak itu.
" gadis ini, aku semakin mengagumimu. selain cantik, sederhana ternyata dia juga berani dan cerdas, kamu gadis istimewa dan pahlawan bagi semua orang syalfa. dari pertama kali melihatmu aku sudah menyukaimu, aku tidak akan melepaskanmu. kau akan jadi miliku selamanya, tidak ada yang bisa mengambilmu dariku termasuk kematian sekalipun".kata nendra dalam hati menatap wajah syalfa lekat.
" gawat, lari cepat lari ke arah baraaat" teriak karina.
tanpa banyak tanya rania ,ike ,mail langsung berlari. begitu juga nendra, galen dan deon. walaupun Galen dan deon masih bingung dengan intruksi itu, tapi lebih baik menurut dari pada harus meregang nyawa.
" kesini ! lumuri tubuh kalian dengan apapun di sekitar sini dan sembunyi, jangan berisik cukup diam saja" kata karina.
rania , ike dan mail mengambil tanah yang basah di dekat sana lalu mengoleskannya dari wajah, tangan ,tubuh dan kaki mereka.
galen dan deon mengambil lumut yang menempel di pohon tepat di depan mereka dan melulurkannya pada seluruh tubuh.
nendra sudah lebih dulu melumuri tubuh syalfa dengan bunga yang tumbuh disana , juga biji- biji buah liar yang sudah di remasnya lalu melumurkannya pada tubuhnya dan syalfa.
setelah selesai, mereka diam dengan tatapan waspada.
SREK
SREK
terdengar suara seperti diseret, mereka bisa melihat sosok tinggi dengan tubuh seperti jaman purba, tapi memiliki kepala kelelawar, tangan dan kaki seperti cicak namun ini versi besar.
makhluk itu seperti tidak bisa melihat, tapi memiliki penciuman dan pendengaran yang tajam.langkahnya perlahan mendekati pohon di mana nendra memeluk tubuh syalfa erat, membenamkan wajah syalfa di dadanya dan menutupnya dengan telapak tangannya.
makhluk itu mengendus tubuh nendra yang menutupi tubuh syalfa. nendra mencoba tak bergerak dan tak bersuara sedikitpun, wajahnya perlahan meneteskan beberapa keringat merasakan ketegangan yang cukup membuat jantungnya berdetak lebih dari semestinya.
nendra bisa merasakan endusan pada punggungnya kemudian naik ke leher dan rambutnya. membuat nendra menahan nafasnya sesaat. kemudian makhluk itu melewati nendra dan syalfa, membuat nendra bisa bernafas lega.
Deon merasa gelisah dengan perutnya yang tiba- tiba mules.
" please jangan sekarang, waktunya tidak tepat" kata deon dalam hati.
deon melihat makhluk itu mulai berjalan menjauh dari tempat persembunyian.
DUUUTT
deon mengeluarkan gas beracun yang sedari tadi di tahannya.
" gila bro, bau banget ba**ke" umpat galen yang bersembunyi di belakang deon.
" maaf bro kelepasan, udah ga tahan " kata deon menggaruk tengkuknya yang tak gatal.
" kebiasaan loh" kata galen kesal.
ike memegang hidungnya dan mail mengibas- ngisakan tangannya ke udara , walaupun jarak mereka cukup jauh, tapi buat jaga- jaga saja. takut udara tercemar karena gas berancun itu.
mereka kembali beranjak melanjutkan perjalanan yang tertunda.
" tante, kenapa kami bisa melihat makhluk itu? mata batin kami kan tidak terbuka?" tanya rania.
"kalau kamu, ike dan mail memang sudah pernah ke tempat ini, jadi secara tidak langsung energi hutan ini sudah menyatu dengan tubuh kalian. membuat mata batin kalian terbuka dengan sendirinya".
"sedangkan lelaki yang menggendong syalfa , dia memang sudah memiliki keistimewaannya sendiri. sedangkan dua laki- laki itu aku juga tidak tahu. mungkin keduanya jg ada keistimewaan hanya saja auranya aku tidak bisa melihatnya".