My Lover Is A Ghose

My Lover Is A Ghose
penjelasan



Setelah lama mencari dayang usa ke setiap sudut tebing dan gorong- gorong. akhirnya syalfa menyerah. dia tidak mungkin bertahan di tempat itu lebih lama, mengingat tempat inilah sarang siluman dari berbagai negri.


" maafkan aku dayang usa, aku harus pergi sekarang tanpamu. dimana pun kau berada, aku harap kau baik- baik saja . aku tidak akan pernah melupakan jasa baikmu , aku yakin kau pasti masih hidup, semoga suatu saat nanti kita kembali di pertemukan. aku pergi! selamat tinggal!" kata syalfa dalam hati ,berharap sahabatnya bisa mendengar ucapan salam perpisahannya.


syalfa menatap ke lima terowongan itu dengan lekat. hatinya berkata, dirinya memilih terowongan ke tiga. " baiklah , aku akan masuk kesana" ucapnya, berenang menuju ke terowongan ke tiga.


*****


rania membawa keranjang kecil di lengan kirinya, dia sibuk memilah milah jamur yang sudah di ambilnya dari dalam hutan bersama arav yang kini mengaku menjadi giano. sedangkan arav sendiri telah sibuk menata ranting- ranting kayu yang sempat dia bawa dari hutan bersama rania tadi.


setelah usai memilah jamur, rania berjalan ke arah dapur sederhana miliknya. menuangkan 1 gelas air putih dari dalam kendi kecil.


rania membawa gelas air minum itu ke belakang rumahnya.


" sayang, ini minumlah dulu" kata rania memberikan 1 gelas air minum pada suaminya. rania kini sudah mulai memanggil arav dengan panggilan kesayangan, itu adalah permintaan dari arav sendiri. rania sebagai istri hanya mengikuti kemauan suaminya.


" makasih sayang " jawab arav meminum air yang di bawakan rania untuknya.


" apa semua sudah selesai? sebaiknya kau segera istirahat. sedari tadi pagi kau sangat sibuk membantuku membereskan rumah, memasak, memperbaiki atap, juga mengumpulkan kayu bakar untuk masak besok" kata rania mengusap keringat di dahi suaminya.


" iya , aku akan istirahat nanti. sebaiknya kau istirahat bersihkan dirimu dulu sayang. aku akan pergi sebentar menemui tabib hua, ada kepentingan dengannya" kata arav.


" baiklah, aku menunggumu di dalam" kata rania beranjak dari duduknya dan masuk ke dalam rumah petaknya.


tubuhnya merayap meninggalkan gubuk tua itu ke dalam hutan, melewati dedaunan kering dan akar- akar pohon besar. lalu melewati sungai kecil yang mengalir jernih di sekitar goa ular hitam memasuki sebuah goa .


" hormat hamba yang mulia putra mahkota" sambut tabib hua setelah melihat kedatangan seekor ular hitam.


"iya, salamu aku terima" kata arav segera kembali merubah wujud menjadi manusia kembali.


" aku ingin menanyakan sesuatu padamu" kata arav menghela nafasnya." apa hukumnya jika aku memiliki anak dengan manusia?''.


" bukankah putra mahkota sudah tau tentang peraturan yang di buat ibu ratu?" tanya sang tabib merasa heran dengan pertanyaan junjungannya.


" iya, tapi kau lebih tau cerita masa lalu ibuku. aku menginginkan anak bersama rania, aku mencintainya. aku ingin dia selalu bersamaku! dengan adanya anak. hubunganku dan rania akan semakin kuat, aku ingin sebelum sebagian ingatannya kembali dan ibuku mengetahui ini. dia sudah mengandung anaku" kata arav lirih.


" tapi ini sangat beresiko tuan, walaupun kau nantinya akan memiliki penerus. tapi belum berarti rania dan anakmu akan tetap bisa berada di alam kita. ratu pasti tidak akan membiarkan itu, apa lagi anda sudah di jodohkan dengan seorang putri dari sahabat ibu ratu sendiri. dan, untuk anak kalian nanti. jika rania melahirkan anak anda dengan wujud manusia, dia akan bisa ikut ibunya ke alam manusia tapi di dalam tubuhnya tetap ada darah bangsa kita, di hari- hari tertentu dia bisa berubah wujud menjadi ular. sedangkan jika rania melahirkan sebuah telur, dia akan menjadi seperti kita. dia tidak akan bisa hidup di alam manusia terkecuali memiliki kontrak hidup dengan seseorang atau menjadi penghuni liang" jelas tabib.


"tidak! aku tidak ingin anaku menjadi penghuni liang, itu menjijikan! kau buatkan aku ramuan untuk menghilangkan bau manusia pada tubuh rania segera dan atarkan ke tempatku besok , aku harus kembali, rania pasti sudah menungguku" kata arav lalu berubah wujudnya kembali menjadi ular.


tabib hua menatap kepergian junjungannya setelah memberikan hormat.


" hah, akan ada mala petaka . aku tidak bisa berbuat apa- apa jika ibu ratu murka nanti. tapi aku berjanji akan melindungi penerusmu suatu saat nanti" kata tabib lalu masuk ke dalam ruangan gelap disisi batu besar.