My Lover Is A Ghose

My Lover Is A Ghose
Mencarimu



seorang lelaki tampan terbaring dengan mata yang tertutup. tubuhnya melayang di udara dengan di selimuti lingkaran berbentuk crystal. tubuhnya terkadang memancarkan cahaya berwarna biru lalu redup dan kembali muncul dengan silih berganti. pancaran cahaya putih dari cystal yang menyelimuti tubuhnya seakan menambah keindahan warna yang muncul biru dan putih.


hembusan angin disertai kicauan burung yang melintas seakan berbicara bahwa mereka menyukai warna itu.


namun itu tidak berlangsung lama. tiba- tiba awan gelap menyelimuti tempat dimana lelaki itu terbaring. kilatan petir menyambar- nyambar. angin kencang ikut datang memporak poranda pohon- pohon yang kini kian berderit terkena terpaan angin.


" aaah, tidak!! kekuatannya kembali melemah. apa jiwanya sudah tidak sanggup bertahan! " teriak seseorang di bawah sana yang berdiri memandangi lelaki tampan itu yang masih tenang dengan mata yang terpejam. crystal yang tadinya bercahaya berwarna putih kini mulai muncul warna hitam dari bawah kaki lelaki tampan itu.


" jangan! jika sampai kekuatannya hilang. negeri kita bisa hancur! hanya kekuatan dari jiwa ini yang membuat negeri kita kembali seperti sedia kala" katanya lagi saat melihat cuaca mulai tidak terkontrol dan ada warna hitam yang sedikit demi sedikit muncul menutupi cryslal itu.


" lalu, bagaimana ? apa yang harus kita lakukan untuk membuatnya kuat kembali?"


"aku harus menemui seseorang segera mungkin. sebelum semua terlambat. kau sebaiknya tunggu disini dan awasi jiwa itu" kata nya lalu bergegas pergi.


sedangkan di atas sana. lelaki tampan yang masih menutup matanya mendengar suara mereka.


" sayang.. aku sa..ngat lelah..harus berapa lama lagi aku menunggumu. aku sudah tidak sanggup lagi, tolong segeralah datang! aku merindukanmu..sangat merindukanmu..syal fa" katanya dalam hati.


******


nendra bersikeras kembali ke sungai untuk mencari syalfa. perasaannya tidak enak, dia sangat yakin syalfa sedang dalam keadaan tidak baik.


" tunggu ndra? ini sudah malam, di luar sangat berbahaya. banyak kaum lain yang berkeliaran saat ini. bagaimana jika besok pagi saja?" cegah cira memegang pergelangan tangan nendra.


" justru itu yang semakin membuatku khawatir. maaf aku tetap harus pergi, dia berarti untukku" nendra menghentakan tangan cira dengan kasar , lalu berlari keluar meninggalkan cira yang masih diam menatap kepergian nendra.


" sebenarnya siapa dia ndra? kenapa kau sangat mengkhawatirkannya? apa dia orang yang kamu cintai?" kata cira , tapi kemudian cira berlari menyusul nendra yang sudah tidak terlihat lagi.


nendra masih berlari melewati pepohonan yang menjulang tinggi, kakinya gesit melompat saat melewati gundukan akar pohon yang menghalangi langkahnya.


sesekali tubuhnya menunduk di kala batang pohon tumbang dan tersangkut .


duri- duri dari tumbuhan liar tak menghalanginya untuk terus berlari, walau terkadang wajahnya meringis menahan nyeri akibat tusukan duri tajam yang mengenai kakinya. suasana malam yang gelap membuatnya sulit untuk melihat ke dalaman hutan yang gelap tanpa cahaya.


suara burung hantu membuat suasana di sekitarnya semakin mencekam. di atas sana cira masih terus melayang melompat dari pohon ke pohon , matanya sesekali melihat nendra yang terus berlari tanpa lelah. sebenarnya di dalam hati cira sedih melihat nendra yang mengkhawatirkan orang lain, ada rasa cemburu dan tidak rela.tapi di sisi lain dia lebih mengkhawatirkan keselamatan manusia tampan itu. dia tahu, bangsa lain tidak akan membiarkan manusia keluar dari dunianya hidup- hidup.


mereka sangat membenci keberadaan manusia, mengingat salah satu anggota penyembah mereka dan pemimpin ilmu hitam telah mati karena ulah manusia, membuat dendam bangkit untuk membunuh siapa saja manusia yang mereka lihat.


kali ini cira sangat merasa beruntung telah tumbuh di negeri bangsa rubah yang tidak ikut campur bahkan menyimpan dendam seperti bangsa lain. menurut mereka itu bukanlah urusannya.


nendra menghentikan langkahnya setelah melihat sungai di hadapannya, sungai mengalir deras dengan di selimuti kabut tipis. pandangannya mengedar mengkikuti arus sungai lalu mempertajam penglihatannya.


" aku harus tenang dan fokus, agar bisa menemukannya. tunggu aku syalfa , aku akan datang menolongmu" batin nendra, kakinya melangkah menelusuri sungai.


cira berdiri di atas batang pohon di tepi sungai, diam mengamati gerak gerik nendra dari atas pohon. sesekali pandangannya mengedar kesegala arah, mengamati siituasi, takut ada sesuatu yang tiba - tiba menyerang nendra dari segala arah.


matanya melebar saat melihat nendra yang sudah menceburkan diri nya ke dalam sungai yang mengalir deras.


" kau gila nendra!" decak cira lalu terbang melayang menuju sungai.


BYUR


cira ikut menceburkan diri ke sungai menyusul nendra yang sudah berenang lebih dulu.